Rabu, November 29, 2023

Tiba-tiba Kepo "Retorika"

Oleh: Ahmad Saeroji

Pagi ini sebelum berangkat kerja saya sempatkan melihat informasi yang lagi tranding di media sosial. Sambil mengerjakan aktivitas seperti biasanya saya mencoba membuka youtube dan mencari informasi yang sangat menarik. Hingga akhirnya terpilihlah judul youtube debat antara mahasiswa dan Rocky Gerung.

Video tersebut cukup menarik bagi saya yaitu sebuah kalimat yang dilontarkan oleh mahasiswa bahwa seorang Rocky Gerung hanya pandai “beretorika”. Seketika itu saya langsung mencari tahu (Kepo) mengenai istilah retorika. Sebenarnya istilah retorika tidak asing ditelinga saya, namun saat itu rasa ingin tahu terhadap istilah tersebut mendorong saya ingin menggali lebih jauh.

Hingga akhirnya saya memutuskan untuk membuka ChatGPT, selanjutnya mengetikkan kata kunci “apa itu retorika?”.

Berdasarkan jawaban dari ChatGPT, retorika merupakan sebuah seni/keterampilan dalam menggunakan bahasa secara efektif untuk mempengaruhi, meyakinkan, atau memberikan kesan kepada orang lain. Untuk dapat membuat tulisan atau perkataan yang beretorika kita harus memperhatikan pilihan kata, sehingga audien sepakat dan membenarkan pendapat kita.

Untuk dapat membuat kalimat retorika, kita harus melibatkan beberapa elemen penting, antara lain: Logos, Pathos, Ethos, Gaya bahasa, Struktur Argumen, dan Kepentingan Audien/pembaca. Baik mari kita bahas satu persatu informasi yang saya dapat dari robot pintar tersebut.

Pertama kita bahas “Logos” terlebih dahulu. Saat kita berbicara dengan menggunakan retorika kita harus sampaikan logika atau argumen rasional untuk meyakinkan pendengar atau pembaca. Pada tahap ini kita bisa menyampaikan data dan fakta dari apa yang akan kita bicarakan dan kita tuliskan.

Kedua “Pathos”, pada tahap ini kita mencoba membuat atau menciptakan ikatan emosional dengan audien atau pembaca dengan tujuan mempengaruhi perasaan mereka. Pathos ini kita berupaya untuk dapat berempati pada audiens atau pembaca dengan masuk pada ranah emosional.

Ketiga adalah “Ethos”, kita mencoba membangun kredibelitas dan kepercayaan pada audien atau pembaca dengan menunjukkan bukti diri kita memiliki keahlian yang kita bicarakan atau kita tulis. Selain itu kita bisa menyampaikan otoritas kita pada topik yang kita bahas.

Keempat “Gaya bahasa”, untuk membuat sebuah kalimat retorika kita harus memilih bahasa yang kreatif, metafora, analogi, dan bahasa retorika lainnya, sehingga membuat pesan yang ingin kita sampaikan lebih menarik.

Kelima adalah “struktur argumen”, pada tahap ini sampaikan argumen secara logis bisa dengan melakukan pemahaman terhadap akar masalah, cara menyusun strategi pemecahan masalahnya dan melibatkan audien atau pembaca untuk dapat berkontribusi.

Bagian yang keenam adalah kepentingan audien, dimana pada tahap ini kita berupaya untuk dapat memahami audiens atau pembaca, supaya pesan yang akan kita sampaikan relevan dengan audien/pembaca sehingga pesan yang ingin kita sampaikan diterima.

Akhirnya terjawab sudah keingin tahuan saya terkait dengan istilah retorika. Dari informasi yang telah saya peroleh, bahwa saat orang berkomunikasi itu juga ada ilmu dan rumusnya untuk dapat menyampaikannya secara efektif dan efisien.

Sekaran, 29 November 2022, 12.52 WIB

Label: , ,

Jumat, Maret 11, 2022

Cara Mudah Membuat Blog dengan Microsoft Word

 Banyak orang menganggap bahwa membuat blog itu susah. 

Sekarang membuat blog atau web bisa menggunakan microsoft word. 

Bagaimana caranya simak video berikut. 


Untuk melihat video yang lain bisa klik DISINI


Label: , , ,

Sabtu, Januari 16, 2021

Cara mendapatkan dan Mengaktifkan akun pembelajaran dari Kemdikbud

Sumber: https://mediaindonesia.com/

Menjawab tantangan era digitalisasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan akun belajar.id. Akun ini merupakan sebuah akun google dengan domain @belajar.id. Akun ini juga merupakan G-suite for Education. 

Akun belajar.id dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan/aplikasi pembelajaran berbasis elektronik. serta mendukung kegiatan belajar mengajar baik Belajar Dari Rumah atau pembelajaran tatap muka, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Bagaimana seorang guru mendapatkan akun belajar.id?

Adapun guru pada satuan pendidikan dapat memperoleh akun belajar,id dengan cara.

  1. operator satuan pendidikan mengakses laman pd.data.kemdikbud.go.id melalui browser dan login dengan akun operator.
  2. operator mengunduh dokumen dalam bentuk CSV yang berisi data nama akun (User ID) dan Password.
  3. operator membagiakan akun kepada setiap pengguna akun pembelajaran ditingkat satuan pendidikan.

Setelah menerima akun langkah selanjutnya adalah mengaktifkan akun belajar.id. Langkah-langkah mengaktifkan akun dapat dilakukan dengan cara:

  1. masuk di laman mail.google.com
  2. masukkan user ID dan password yang diberikan oleh operator sekolah.
  3. menyetujui syarat dan ketentuan pengguna akun belajar.id
  4. mengganti password  

Jika akun tidak diakses sampai 30 Juni 2021 akan dinonaktifkan secara otomatis oleh sistem. 

Manfaat yang diperoleh dari belajar.id adalah memperoleh aplikasi yang ada di G-Suite for Education secara GRATIS yang meliputi Google Classroom, Google Drive, Google Docs, Google Sheets, Gmail, Google Meet dan Google Calendar, serta aplikasi pembelajaran lainnya. 

Kelebihan dari akun belajar.id ini adalah dari penggunaan Google Classroom yang memiliki kelebihan struktur rombongan belajar pendidik dan peserta didik di masing-masing satuan pendidikan, sehingga dapat langsung digunakan.

Selain itu keuntungan memiliki akun belajar.id memperoleh kapasistas penyimpanan di Google Drive sebesar 1TB (Tera Bite). Untuk keamanan data dan informasi dipastikan aman, karena dijamin sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Manfaat lain yang diperoleh menggunakan akun belajar.id adalah sebagai berikut:

  1. memperoleh materi dan informasi dari kemdikbud secara langsung melalui alamat email akun akun pembelajaran.
  2. dapat mengakses semua aplikasi resmi kemdikbud
  3. memperoleh akses jalur komunikasi resmi kemdikbud untuk peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
  4. memperoleh akun pembelajaran yang sudah siap pakai dan sesuai dengan struktur satuan pendidikan masing-masing pengguna

Itu beberapa cara dan pemanfaatan akun belajar.id untuk pendidikan yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan guna memberikan layanan digital dalam proses pembelajaran pada tingkat dasar dan menengah.

Semarang, 16 Januari 2021.
Oleh: Ahmad Saeroji
Sumber : belajar.id

Label:

Membangun Identitas Digital Bagi Guru Abad 21 melalui Blog

sumber: Kompasiana.com

Belajar menulis malam ini (15/01/21) menghadirkan narasumber yang luar biasa. Namanya ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD, memiliki nama pena Tere tapi tanpa Liye. Wanita kelahiran Kuningan, 13 September 1984 tersebut memiliki segudang pengalaman diantaranya mengikuti Short Course 1000 guru ke luar negeri, dengan melaksanakan praktek mengajar di Sekolah Dasar di Goerge Town, Penang Malaysia.

Selain itu banyak karya yang telah diterbitkan dalam sebuah buku, diantaranya "Bukan Guru Biasa, Catatan Inspiratif Guru Penggerak". Buku tersebut menceritakan tentang arti seorang guru yang hebat dan inspiratif, di antaranya ada guru blogger, youtuber, bahkan guru inovatif dari berbagai daerah di Indonesia, selain itu, ada juga kisah - kisah menarik yang dialami oleh Cikgu Tere sepanjang tahun 2019 dari perjalanan demi perjalanan yang dilakukan. 

Materi membangun identitas digital menjadi guru milenial dengan blog, merupakan tema yagn sangat cocok pada era saat ini untuk membangan personal branding

Personal Branding Melalui Blog

Untuk mengetahui personal branding dan seberapa terkenal kita pada mesin pencari di google, bisa kita praktikkan dengan cara buka browser di komputer, selanjutny ketikkan nama kita. Apa yang muncul ketika mengetikkan nama kita dibrowser? itulah yang menjadi identitas kita pada mesin pencari, atau sering kita sebut dengan Identitas digital. 

Saat ini banyak orang untuk mengetahui siapa diri kita hanya dengan mencarinya di internet. Untuk kita perlu membuat sebuah identitas digital di internet melalui blog/website. Hal ini berlaku juga untuk seorang guru milenial saat ini, menjadi sebuah keharusan.  

Untuk itu blog sangat cocok untuk membranding diri di era digital saat ini. Membranding diri di media sosial dan berusaha meninggalkan jejak yang bermanfaat. merupakan sebuah upaya untuk menciptakan personal branding kita di dunia maya. Maka dari itu untuk menciptakan personal branding, saat membuat konten di blog, perlu kegiatan memilah dan memilih atau saring sebelum sharing terlebih dahulu.

Menggunakan blog bagi guru juga dapat dilakuakan dalam pembelajaran. Misalnya menuangkan materi pembelajaran yang dituangkan dalam blog, beserta langkah-langkah untuk melakukan penilaian.

Ketika menjadi seorang guru blogger dari bahasa komunikasi verbal melalui tulisan dengan pembacanya cenderung menggunakan kata kata "Bapak/Ibu guru, "anak - anak", atau "Sahabat. Maka dari itu ketika menuangkan tulisan di blog pribadi seorang guru harus mengacu pada kesadaran dirinya bahwa dirinya adalah seorang Guru blogger sebagai identitas digital yang dimilikinya.

Untuk itu blog yang dimiliki guru seorang guru blogger, harus mencirikan identitas digital dirinya. Sehingga harus dapat meningkatkan kualitas konten yang ditulis untuk menandakan dirinya dan kompetensi yang dimilikinya. Selain itu juga sebagai guru bloger harus selalu meningkatkan kompetensi digital yang dimilikinya.

Kompetensi Digital 

Apa itu kompetensi digital? Dalam kontek pendidikan kompetensi digital dapat dimaknai sebagai penggunaan teknologi dan informasi dengan cara yang meyakinkan, tetap dan aman untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pendidikan.

Menurut Digcom 2.0, European Comission (2015), salah satu kompetensi digital yang perlu dikembangkan adalah kemampuan untuk menciptakan konten digital, dalam hal ini adalah konten blog, serta dapat diterapkan pada media sosial yang dimilikinya sehingga dapat terlihat menarik dan berkualitas, yang dapat menandakan identitas diri guru digital yang sebenarnya.

Mengapa seorang harus menguasai kompetensi digital? karena saat ini kita sudah memasukki abad 2, dimana salah satu keterampilan yang harus dimiliki baik sebagai guru dan siswa adalah kemampuan literasi, terutama kemampuan literasi digital. 

Suatu kajian menjelaskan bahwa blog dapat dijadikan sebagai media belajar dengan model blanded learning. Untuk itu seorang guru untuk memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran harus mampu menuliskan materi dalam blog dengan mbaik serta terstruktur, sehingga pembelajaran melalui media blog dengan blanded learning dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Hal ini yang menuntuk guru untuk dapat menguasai TIK dalam pembelajaran, dikarenakan siswa yang kita hadapi saat ini adalah generasi milenial. Mereka mempunyai kecakapan digital yang cepat. Karena mereka tumbuh dan terbiasa dengan teknologi di sekitarnya.Sehingga, ketika guru membuat konten digital di dalam blog harus dapat dibuat semenarik mungkin namun tetap menjaga kualitas.

Tips Membuat Konten Blog

Ada beberapa tips supaya dapat membuat konten yang berkualitas di blog pribadi kita, diantaranya sebagai berikut:

  1. hindari plagiaasi. (Buatlah konten yang orisinil)
  2. mudah dipahami dan diterapkan
  3. tuliskan konten yang singkat, padat dan jelas.
  4. kombinasikan tulisan dengan gambar atau video.
  5. buat konten up to date, yaitu konten yang sedang hangat diperbincangkan saat ini.
  6. jangan membuat konten yang memuat berita bohon (Hoax), saring dulu sebelum sharing.
  7. ciptakan Engaging Content. yaitu menciptakan konten yang melibatkan pembaca atau dengan kata lain menarik pembaca. Karena dengan menyajikan gagasan baru dan segar terkait topik tertentu mampu meningkatkan jumlah pembaca di blog.
  8. lakukan pengaditan pribadi untuk menghindari typo.

Pada saat pademi seperti sekarang ini blog dapat menjadi alternatif pilihan sebagai media pembelajaran, yaitu dengan cara memaksimalkan potensi blog yang kita miliki sebagai media pembelajaran. Tentunya kita harus menerapkan model pembelajaran inovatif. Salah satunya dengan Blended Learning. Untuk teknisnya kita dapat menuliskan materi pembelajaran, termasuk link video, latihan soal dan intruksi penugasan, serta semua hal terkai pembelajaran ke dalam blog. Selanjutnya link blog kita bagikan kepada siswa, baik melalui aplikasi messanger, atau sejenisnya.

Semarang, 16 Januari 2021
Oleh: Ahmad Saeroji

Ditulis hasil resume kegiatan menulis.

Label:

Rabu, Januari 13, 2021

Sudah tau apa itu program pelatihan Bangkit 2021



Semangat memajukan pendidikan di Indonesia melalui program merdeka belajar dan kampus merdeka, Kemdikbud melalui Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti mengeluarkan kegiatan pelatihan Bangkit 2021.

Apa itu pelatihan Bangkit 2021? 

Bangkit 2021 merupakan program independen yang berupa pelatihan teknologi berbasis digital bagi mahasiswa. Hal ini sebagai upaya peran pemerintah dalam upaya menjawab tantangan dunia kerja dan dunia industri yang terdigitalisasi. 

Pelaksanaan kegiatan pelatihan Bangkit 2021 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng Google, Gojek, Tokopedia dan Traveloka. 

Kemajuan teknologi menuntut semua kegiatan dan aktivitas manusia harus berjalan secara cepat dan dinamis. Untuk itu penyesuaian terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi serta kompetensi untuk bersaing secara global yang hampir tidak ada batasan perlu dipersiapkan Sumberdaya Manusia yang  mumpuni, serta adaptif terha perubahan. Itulah yang melatar belakangi kegiatan Bangkit 2021.

Dewasa ini bidang yang banyak dibutuhkan adalah terkait dengan machine learning dan data analitic. untuk itu diharapkan dengan adanya pelatihan Bangkit 2021 dapat dijadikan kesempatan mahasiswa untuk mengasah kemampuannya dibidang tersebut.

Kegiatan Bangkit 2021 ini difokuskan untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa di tiga bidang, yaitu machine learning, mobile programing dan cloud computing. untuk itu program ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki motivasi, kompetensi dan kualifiaski yang tinggi dalam melaksanakan kegiatan Bangkit ini secara sungguh-sungguh serta memiliki komitmen yang tinggi.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa yang teleh mengikuti program Bangkit 2021 meliputi kompetensi berupa soft skill dan hard skill. Selain itu mahasiswa juga akan berkesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat, serta berkesempatan untuk merasakan praktik di dunia industri. 

Mahasiswa yang seperti apa yang dapat mengikuti program Bangkit 2021? Adapun mahasiswa yang dapat mengikuti program bangkit 2021 adalah mahasiswa yang telah mengikuti atau menempuh minimal di semester lima, dengan program D4/S1.

Apa yang diperoleh mahasiswa yang telah mengikuti program Bangkit 2021? 

Setelah lulus dari kegiatan Bangkit 2021, selain dapat dikonversi hingga 20 SKS, juga mendapatkan transkrip dan sertifikat bukti telah menyelesaikan pelatihan Bangkit 2021. 

Pelatihan Bangkit 2021 juga bekerjasama dengan 15 perguruan tinggi yaitu Universitas Gajah Mada, Univeristas Indonesia,Universitas Udayana, Institut Teknologi Sebelas November, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Univesitas Negeri Yogyakarta, Universitas Terbuka, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, Universitas Gunadarma, Telkom University, Universitas Dian Nuswantoro, Institut Teknologi Harapan Bangsa, dan Universitas Bina Nusantara. Dari ke-15 Universitas tersebut adalah sebagai host dalam kegiatan pelatihan Bangkit 2021.

Kapan Pelaksanaan Bangkit 2021?

Pelaksanaan dimulai pada tanggal 18 November sampai dengan 14 Januari 2021 untuk kegiatan pendaftaran dan assesment. untuk kegiatan seleksi dilakukan pada tanggal 14 sampai dengan 17 januari 2021. sedangkan pengumuman dilakukan pada tanggal 18 januari 2021.

Daftara ulang dilakukan pada tanggal 19 sampai dengan 25 Februari 2021. Pelaksanaan kegiatan pelatihannya sendiri dilaksanakan pada tanggal 15 Februari sampai dengan 25 Juni 2021.


Semarang, 13 Januari 2021
Oleh: Ahmad Saeroji


Sumber: Https://m.jpnn.com 

Label:

Table Manner "Tahu Tempe"


Saat saya menjadi pemateri disalah satu sekolah di Kota Pemalang, secara tidak sengaja bertemu teman lama waktu kuliah dulu. Ternyata Sekolah dimana saya mengisi pelatihan ada teman saya yang mengajar disitu. Tegur sapa dan saling mengejek sebagai bentuk keakraban kami lakukan.

Tibalah saya mengisi materi untuk pelatihan. Setelah beberapa jam saya mengisi materi tiba saatnya saya menuju ke ruang transit. Di ruang transit itulah saya kembali bersua dengan teman kuliah saya dulu.

Kami bercerita panjang lebar tentang masa kuliah dulu, mulai dari mengenang foto-foto jaman kuliah dulu yang masih tersimpan di handphonenya, hingga akhirnya ada salah satu topik yang membuat kita kita tertawa dan saling menyemangati satu sama lain, yaitu kisa menjadi guru pemula dan segala keterbatasan yang ada.

Cerita berawal dari lulus kuliah dan pertama kali mendapat pekerjaan menjadi seorang penjaga perpus di SD yang digaji 150 ribu perbulan selama satu tahun, yang pada akhirnya dia memilih untuk keluar dan menjadi seorang guru di sebuah SMK di Kotanya yang sesuai dengan ijasahnya. Dimana sekolah tersebut bisa dikatakan sangat jauh dari sejahtera. Kalo bisa dikatakan siswa yang dibutuhkan sekolah, bukan siswa yang butuh sekolah.

Cerita dilanjutkan dengan pengalaman pernah ngajar selama tujuh bulan belum digaji. Serta untuk mengajukan program praktik pembelajaran di luar kelas yaitu table manner tidak di setujui oleh pimpinan sekolah tersebut. "Jangankan untuk membiayai kegiatan table manner untuk gaji guru aja ngos-ngosan"  celetup sebuah kalimat ke saya.

Hingga pada akhirnya teman saya didesak oleh siswanya bahwa sekolah lain dengan jurusan yang sama ada kegiatan table manner. Dengan keterbatasan anggaran dan biaya akhir nya dilaksanakan table manner dikelas dengan catatan membawa perlengkapan sendok dan garpu sendiri.

Tiba saat kegiatan table manner dimulai. Tahu tempe yang sudah dibeli oleh teman saya sebagai gurunya tersebut sudah disiapkan di piring serta siap untuk dibagi kesiswa.  Peralatan table manner sudah lengkap sesuai dengan yang ditugaskan oleh gurunya, yaitu setiap siswa membawa sendiri alat-alatnya. Ada garpu, pisau dan alat lainnya guna keperluan table manner. Karena sebuah kondisi siswa tersebut sehingga ada siswa yang membawa pisau dapur yang jauh dari kata baik. Teman saya yang sebagai gurunyapun menahan tawa.

Kegiatan table manner dimulai. teman saya membagikan sepotong tempe dan tahu sebagai penganti daging. selanjutnya ditayangkan sebuah video tabble manner yang sebenarnya dan sesuai dengan aturan table manner. Sambil menyaksikan video yang ditampilkan oleh gurunya, siswa mempraktikkan cara memotong daging yang digantikan dengan media tempe dan tahu. Teman saya menyampaikan pada siswa yang terpenting bukan dagingnya ya tapi cara memotong dan memegang pisau dan garpunya. 

Kegiatan pembelajaran praktik table manner berjalan lancar. Gelak tawa dan riuh dikelas menjadi sebuah pengalaman mengajar disebuah keterbatasan untuk mengajarkan sebuah pengalaman. 

Cerita kami berdua ditutup dengan kesan-kesan menjadi seorang pendidik muda. Pada akhirnya kita saling menertawakan pengalaman pertama ngajar dan menjadi seorang guru dengan segala keterbatasan dan kesejahteraannya.

Hingga akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 16:00 dan saya harus pamitan untuk menuju stasiun karena saya harus bergegas pulang sesuai dengan jadwal tiket yang sudah dibelikan oleh panitia.

Itu sedikit cerita bertemu dengan kawan lama dengan cerita table manner "tahu tempe"

Semoga kita dipertemukan lagi kawan semangat mengabdi untuk negeri. 

Pemalang, 9 Desember 2019
Ditulis ulang untuk mengenang moment 

Label: ,

Minggu, Januari 10, 2021

Bagaimana Pelaksanaan Asesmen Nasional?

Sumber Ilustrasi : https://didikpos.com/


Kebijakan Asesmen nasional merupakan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan. Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. 

Asesmen nasional merupakan bagian dari kebijakan merdeka belajar yang telah dicanangkan oleh Kemdikbud. Asesmen nasional merupakan pengganti peran dari Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional. Yang berbeda dari Asesmen Nasional dibandingkan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional adalah mengenai ruanglingkup yang diujikan dan pelaksanaannya. Asesmen Nasional tidak menguji kemampuan peserta didik secara individual, akan tetapi dilakukan secara menyeluruh mengenai kualitas atau mutu setiap  satuan pendidikan.

Asesmen Nasional dilakukan secara online, yaitu Berbasis Komputer, dengan instrumen dasar yang meliputi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survey karakter dan survey linkungan belajar.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang diujikan adalah kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mutu satuan pendidikan dinilai dari hasil belajar siswa yang mendasar. Kemampuan literasi dan numerasi sebagai pilihan asesmen nasional dengan maksud kemampuan tersebut merupakan kompetensi yang mendasar yang dibutuhkan oleh semua peserta didik terlepas dari profesi dan cita-cita di masa depan.

Mengenai Survey karakter dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana nilai-karakter peserta didik terkait dengan hasil belajar dilihat dari sisi sosial emosional. Selain itu juga untuk mengetahui sejauh mana proses belajar mengajar di satuan pendidikan mengenai pengembangan potensi peserta didik secara utuh,  baik dari kamampuan kognitif maupun non kognitif. Survey karakter mengacu pada Profil Pelajar Pancasila. Adapun nilai-nilai Pancasila meliputi: (1) Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia. (2) Berkebhinekaan Global. (3) Gotong Royong. (4) Berfikir Kritis, (5) Mandiri dan (6)Kreatif. 

Instrumen AN yang ketiga adalah mengenai survey linkungan belajar. Adapun tujuan dilakukannya survey lingkungan belajar adalah untuk mengukur berbagai aspek input dan proses belajar mengajar di kelasa maupun ditingkat satuan pendidikan. 

Peserta AN adalah semua Kelapa sekolah, Guru dan siswa yang kesemuanya dipilih secara acak. Untuk guru dan kepala sekolah mengikuti asesmen naaional pada instrumen survey lingkungan belajar. Inilah yang membedakan dengan ujian nasional, selain AN tidak menentukan kelulusan siswa, pesertanya juga dari kepala sekolah dan guru untuk mengikuti Survey Lingkungan Belajar.

Selain itu, jumlah peserta Asesmen Nasional  dalam tiap satuan pendidikan untuk tingkat SD/MI maksimal 30 peserta didik. Sedangkat tingkat SMP/MTS, SMA/MA/SMK maksimal 35 peserta didik, yang kesemuanya dipilih secara acak dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi, dan sampel peserta didik yang terpilih tidak dapat digantikan.

Tujuan akhir dari AN adalah terciptanya informasi untuk pebaikan dalam proses pembelajaran dan pemetaan karakter serta lingkungan belajar yang dijadikan dasar untuk perbaikan proses pendidikan. Jika ada yang berpendapat bahwa AN mengakibatkan siswa malas belajar dan tidak ada motivasi untuk berprestasi merupakan sebuah pemikiran yang kolot. Mengapa? karena dari apa yang sudah dibuat oleh sistem pendidikan kita dengan adanya AN untuk memperbaiki proses. Setelah proses pembelajaran baik, maka hasil belajar peserta didikpun akan mengikuti. Karena ada sebuah istilah hasil tidak akan menghianati proses. Semoga pendidikan di Indonesia kedepan semakin maju dan mampu menjawab tantangan bonus demografi indonesia. Jaya terus pendidikan di Indonesia. 





Label:

Minggu, Januari 03, 2021

Tali Bambu untuk Mengisi Materi


Kala itu 21 September 2019 Tepatnya di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur. Kebetulan diberi amanah untuk menyampaikan materi terkait dengan berbagai macam model-model pembelajaran.

Kegiatan pelatihan tersebut dihadiri sekitar 40 guru dari berbagai jurusan dan sekolah. 

Pada kesemapatan itu saya harus menyampaikan berbagai macam model pembelajaran kurang lebih ada 40 model pembelajaran. Dalam penyampaian materi saya menggunakan model tali bambu.

Bagaimana saya menerapkan model pembelajaran tali bambu?

Langkah pertama yang saya lakukan adalah menyiapkan màteri dalam bentuk PPT yang saya cetak dari rumah dan saya bagikan ke peserta. Masing-masing peserta memperoleh satu materi mengenai model pembelajaran.

Setelah masing-masing peserta memperoleh materi saya persilahkan untuk mempelajari dan memahaminya dalam waktu 15 menit. 

Setelah 15 menit peserta saya intruksikan untuk keluar kelas berbaris secara berhadap hadapan. Setelah masing-masing peserta menemukan pasangannya, baris sebelah kiri sebagai penyaji terlebih dahulu dan sebelahkanan menjadi pendengar. Setiap penyaji ada waktu 5 menit untuk menyampaikan materi yang sudah dipelajarinya. Setelah 5 menit baria sebelah kanan bergeser ke pemateri disebelahnya begitu seterusnya sampai semua pemateri dikunjunginya. 

Selanjutnya setelah baris sebelah kiri semua dikunjungi, gantian baris sebelah kanan menjadi pemateri dengan durasi waktu dan langkah-langkah sesuai dengan aktivitas sebelumnya. 

Kemeriahan dan antusiasme peserta sangat luar biasa. Walaupun secara usia mungkin saya dibawah jauh dari peserta dalam pelatihan ini saya tidak menggurui hanya merancang skenario pelatihan supaya berjalan secara aktif dan berorientasi pada peserta diklat. 

Link Dokumen Kegiatan dapat di akses disini : KLIK DISINI

Tidak terasa waktu kurang lebih 4 jam terlampui masing-masing peserta memperoleh pengetahuan berbagai macam model pembelajaran dengan saling sharing antar peserta satu dengan peserta lainnya.

Semoga hasil diskusi dan aktivitas pelatihan dapat diterapkan oleh peserta diklat di dalam pembelajaran di kelas. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu dilain kesempatan.


Semarang, 3 Januari 2021

Ditulis ulang untuk mengenang moment 

Oleh Ahmad Saeroji

Label:

Kamis, Desember 31, 2020

Pembelajaran Daring yang Efektif, Terintegrasi dan Terkendali dengan SIAJAR

Pembelajaran semester genap tidak terasa akan dimulai. Info pembelajaran tatap muka juga belum ada kejelasan. Pembelajaran daring berdasarkan edaran pemerintah masih diperpanjang. Banyak sekolah yang belum menemukan konsep pembelajaran daring yang efektif, efisien, terintegrasi dan terkendali.

Maksud dari terintegrasi dan terkendali adalah semua guru menggunakan satu platform pembelajaran dan dapat digunakan semua kelas dan mata pelajaran. yang terjadi saat ini platform yang digunakan dalam satu sekolah dan masing-masing guru berbeda beda sehingga sekolah dalam mengontrol dan mengendalikan kegiatan pembelajaran secara daring masih kesulitan. Untuk itu perlu sebuah aplikasi yang menjadikan satu aktivitas pembelajaran daring secara integerasi.

Sekolah untuk membangun LMS (Learning Manajemen Sistem) terkendala SDM dan dana yang ada. sehingga perlu sebuah aplikasi yang gratis dan powerfull untuk mendukung pembelajaran daring yang efektif, efisien, terintegrasi dan terkendali. 

Aplikasi apa yang dapat digunakan secara gratis dan powerfull untuk mendukung pembelajaran daring terintegrasi dan terkendali? jawabannya adalah Aplikasi Si Ajar. 

Bagaimana Mendesainnya? Simak di Video Berikut:

selanjutnya bagaimana Menggunakan Aplikasi Si Ajar? Aplikasi Si Ajar sangat mudah sekali digunakan dengan melihat video berikut ini:

Setelah mengetahui bagaimana konsep dan membuat akun di SIAJAR. langkah selanjutnya dalah mebuat susunan materi. Bagaimana mengupload materi, membuat tugas dan quiz di SIAJAR? berikut videonya.

Untuk memahami secara penuh terkait dengan cara menggunakan aplikasi SIAJAR silahkan simak videonya sampai tuntas supaya memiliki pemahaman yang lengkap. 

Semoga bermanfaat dan dapat diterapkan di dalam pembelajaran Daring

Label: ,

Selasa, Desember 22, 2020

Tips Pemebelelajaran Daring Tatap Muka Maya melalui Teleconference

Sumber Ilustrasi : http://sman1tbtlampung.sch.id/


Melihat kondisi pandemi saat ini pemebelajaran jarak jauh menjadi alternatif yang tepat untuk diterapkan. Pembelajaran jarak jauh memiliki dua model atau bentuk yaitu sinkron dan asinkron. 

Pembelajaran sinkron (synchronous) adalah pembelajaran yang dilakukan secara real time yaitu dimana pemebelajaran yang dilakukan antara guru dengan siswa sama-sama online dan dapat melakukan kominikasi dua arah secara langsung memberikan feedback. Sedangkan pembelajaran asinkron (asynchronous) adalah pemebelajaran yang dilakukan secara tunda, maksudnya pembelajaran yang tidak harus sama-sama online akan tetapi dilakukan dengan LMS (Learning Management sistem), dimana materi sudah dipersiapkan guru dan siswa bisa mengakses materinya secara fleksibel. 

Pada tulisan kali ini saya akan berbagi tips terkait cara pembelajaran synchronous yang dilakukan melalui teleconference / Konferensi Video. 

1. Buat pertanyaan untuk mengecek kehadiran siswa dan pengecekan sosial/emosional di awal pembelajaran. 

Mengawali pembelajaran melakukan tatap muka maya dengan video conference laku dengan memberikan sebuah pertanyaan yang unik dan jawaban ringan misalnya

"Apa sarapan pagi ini?"

"Sudahkah anda ijin ke orang tua untuk pembelajaran di pagi ini?" 

"Apa yang saudara pegang saat ini?"

"Obyek apa yang ada di samping kananmu?"

Dan pertanyaan unik lainya. Atau menggunakan pertanyaan yang jawabanya sudah/belum, iya tidak.

Selanjutnya siswa di suruh menuliskan jawaban di kolom chat. Setelah beberapa siswa menuliskan jawaban di kolom chat berikan feedback dengan cara menyebutkan nama siswa dan jawabannya. Dalam kegiatan ini untuk memberikan sentuhan secara emosional mengenai keberadaan siswa dalam virtual room. Atau dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi online saat siswa memeberikan respon jawabannya misalkan dengan aplikasi kolom chat, mentimeter, google form, jamboard dan aplikasi pendukung lainnya.


2. Buat lah sebuah permasalahan tantangan kepada siswa yang jawabannya akan dibahas dalam materi yang akan dijelaskan oleh guru.

Mulailah kegiatan tatap muka maya dengan menyajikan permasalahan yang ada di sekitar kita yang ada hubungannya dengan materi pembelajaran atau dengan istilah lain kegiatan apersepsi.  

Adapun kegiatan yang dapat dilakukan adalah dengan cara menampilkan foto, video, infografis dan video media lain. Selanjutnya guru menceritakan apa yang ada di gambar, video, infografis dan media lain, serta memberikan pertanyaan untuk dijawab peserta. 

Aplikasi yang dapat digunakan : google form, mentimeter, kolom chat, jamboard dan lain sebagainya. Sedangkan konten yang dipersiapkan bisa berupa foto/gambar, video, infografis, narasi atau media lainnya.

3. Libatkan siswa dengan cara menjawab polling

Pembelajaran dengan model sinkron dengan video conference kita berupaya tetap menjalin kedekatan secara emosional dengan cara melibatkan aktivitas siswa untuk menjawab pertanyaan berbentuk poling disela sela guru menyampaikan materi. Hal ini untuk mengaktifkan siswa. Selain itu juga siswa mengajukan pertanyaan yang unik dan menarik.

Adapun aplikasi yang bisa menjadi pilihan untuk kegiatan ini adalah semua aplikasi polling bail pilihan singkat atau jawaban bebas dari siswa misalkan google form, mentimeter, dan aplikasi polling lainnya atau bahkan bisa menggunakan kolom chat.

4. Lakukan kegiatan penilaian formatif melalui quiz

Untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dalam menguasai materi yang sudah bapak/ibu guru sampaikan adalah dengan cara melakukan kegiatan tes formatif berupa quiz secara online. Adapun aplikasi yang dapat digunakan adalah google form, quizizz, kahoot, socrative dll.

5. Gabungkan antara kegiatan tatap muka virtual dengan kegiatan lain diluar room virtual.

Kegiatan pembelajaran secara tatap muka virtual melalui video conference siswa jika secara terus menerus menatap layar komputer/HP dan mendengarkan pemaparan materi dari guru yang monotone akan mengakibatkan kebosanan pada siswa sehingga perlu adanya variasi. 

Adapun variasi yang dapat dilakukan selama proses pembelajaran tatap muka virtual adalah dengan cara membagi sesi. Misal teleconference dilakukan selama 30 menit. Selanjutnya pemberian tugas atau proyek yang mengajak siswa untuk melakukan kegiatan yang ada disekitarnya, setelah itu siswa kembali lagi bertemu virtual melalui teleconference untuk menceritakan hasil aktivitas atau tugas yang dilakukan sebagai bentuk refleksi serta feedback dari guru. Sehingga misal pembelajaran selama 2 jam tidak hanya menatap layar komputer/hp akan tetapi ada aktivitas yang dapat dilakukan diluar virtual room. 

Itu beberapa tips yang dapat kita terapkan bagi seorang guru atau dosen, trainer dan pendidik lainnya dalam melakukan pembelajaran daring dengan model sinkronous atau tatap muka maya melalui teleconference. 

Ungaran, 22 Desember 2020 (03:08 WIB)

Oleh : Ahmad Saeroji

Label: ,

Selasa, November 17, 2020

Office 365 untuk Virtual Office dan Pembelajaran

Kamis, 12 November 2020 SMK Negeri 1 Salatiga menginisiasi untuk melakukan workshop Digitalisasi Mapel C3 OTKP (Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran). Kegiatan workshop tersebut merupakan sebuah jawaban atas tantangan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi saat ini.

Kegiatan workshop meliputi pemanfaatan beberapa fitur yang ada di office 365, diantaranya (1) materi pemanfaan one drive untuk pembelajaran praktik kearsipan secara daring, (2) Pengembangan Modul digital dengan Aplikasi onenote, dan (3) pembuatan materi digital dengan aplikasi Sway.

Office 365 merupakan salah satu paket aplikasi yang saya rasa powerful untuk mendukung kegiatan pembelajaran daring dengan didukung dengan aplikasi Microsoft team sebagai LMS ( Learning Manajemen Sistem) . Selain itu penggunaan Office 365 juga dapat digunakan untuk mengembangkan perkantoran modern atau untuk menerapkan Virtual Office.

Jurusan OTKP yang sebelumnya merupakan jurusan Administrasi Perkantoran di tingkat Pendidikan Kejuruan, berupaya membekali siswa-siswi lulusan OTKP mampu serta memiliki kompetentsi terhadap penguasaan teknologi perkantoran modern. Maka dari itu guru OTKP SMK N 1 Salatiga melaksanakan workshop penggunaan office 365 untuk pembelajaran dan sekaligus menggunakannya untuk praktik virtual office atau E-office.

Office 365 merupakan manifestasi sebagai dukungan terhadap perkembangan perkantoran secara virtual. Pekerjaan kantor yang mulai dari pencatatan, mengolah, mengandakan, pengiriman serta kegiatan ketata usahaan yang lain difasilitasi semua oleh aplikasi office 365.

Office 365 selain mendukung aktivitas kantor virtual (virtual office) dan e-office, bagi sebagian pendidik dimanfaatkan untuk mendesain dan mendukung kegiatan pembelajaran secara daring. Seperti penggunaan Microsoft Team untuk pembelajaran, One Note dan Sway Untuk membuat modul dan bahan ajar digital. 

Ungaran, 13 November 2020 (06:32 WIB)

Label: ,

Jumat, September 04, 2020

Percepatan

Teknologi saat ini berkembang begitu cepat. Cepatnya perkembangan teknologi menuntut manusia selalu mengupgrade pengetahuan dan cara pandang dalam berfikir. Berbagi lini kehidupan manusia, tidak terlepas dengan "jamahan" teknologi, dari mau tidur,saat tidur, bangun tidur dan kembali tidur lagi.

Inovasi merupakan modal utama untuk menghadapi tantangan zaman. amanat bapak presiden jokowi untuk menghadapi dunia digitalisasi dan tanpa batas untuk memperkuat industri Kreatif. dengan sebuah kreatifitas akan menjadikan pundi pundi rupiah. banyak orang-orang kreatif saat ini menjadi deretan orang-orang sukses di dunia ini.

Mengapa kreativitas dan inovasi itu penting?

Kita dapat mengambil banyak contoh beberapa perusahaan yang tidak inovatif akan tergeser dan bahkan akan gulung tikar. Perusahaan penyedia jasa terbesar dan tersukses dimasanya sebut saja Yahoo yang kalah berinovasi sehingga saat ini kalah bersaing dengan Google yang menawarkan berbagai macam layanan dari surat online sampai pada membuat situs layanan pembelajaran online.

BBM yang dulu merupakan aplikasi chat yang sangat diminati masyarakat sekarang hampir setiap orang beralih ke WA dan BBM Semakin ditinggalkan. Facebook penggunaan media sosial merakyat saat ini sedikit demi sedikit jarang yang membukanya lagi dan beralih ke jejaring sosial lain yang lebih atraktif dan inovatif.

Dibidang Transportasi Taxi konvensional yang dulu membantu sekali bagi masyarakat sekarang kalah dengan moda transportasi Online. dan masih banyak lagi contoh kasus yang pada waktu berjaya di eranya akan hilang ditelan bumi jika tidak mampu berinovasi.

Instansi Pendididikan pun suatu saat jika tidak mampu berinovasi akan kalah dengan layanan pendidikan daring. Saat ini dunia mulai menggagas Program Pendidikan Jarak Jauh yang difasilitasi dengan pembelajaran kelas maya dengan berbantuan Web Classs dan Video conference. Dengan kita berada di Indonesia bisa kuliah keluar negeri tanpa harus meninggalkan Indonesia. Suatu persaingan pendidik dan instansi pendidikan akan bersaing secara global batas ruang dan waktu tidak menjadi penghambat dengan kemajuan teknologi.

Pendapat penulis suatu saat mungkin sekali akan ada sekolah tanpa gedung dan siswa belajar tidak harus ditunggui guru. hal ini suatu saat bisa saja terjadi. Dulu kita tidak pernah berfikir Mega mall yang saat ini berada pada gedung-gedung bertingkat, saat ini MegaMall hanya berada digenggaman tangan. Kita juga tidak pernah berfikir bahwa dengan genggaman tangan kita bisa menyiapkan hidangan makanan, saat ini hal itu bisa terjadi.

Maka dari itu percepatan pemikirin diperlukan dalam menghadapi tantangan kedepan yang jau lebih digitalisasi. Maka dari itu teknologi yang berkembang pesat saat ini harus kita hadapi dengan positif dan bijak.

Semarang, 18 April 2018

 Oleh Ahmad Saeroji

Label: ,

Pembelajaran Daring Pusdiklat Kemdikbued



Masa pandemi covid 19 merupakan masa sulit bagi setiap orang untuk mengadakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Dengan adanya larangan untuk mengumpulkan banyak orang dan kegiatan suatu lembaga dituntut harus tetap berjalan, begitu juga di pusdiklat kemdikbud. Berbagai upaya pusdiklat kemdikbud untuk melaksanakan kegiatan latihan dasar atau latsar CPNS, sehingga pusdiklat merancang pelatihan secara daring dengan mengkombinasikan dua kegiatan belajar daring yaitu asinkron dan sinkron.

_________

Pembelajaran asinkron adalah pembelajaran yang tidak dilakukan secara langsung (real time). Kegiatan asinkron dilakukan dengan bantuan learning management system (LMS) yang dimiliki oleh kemdikbud yaitu pijar yang merupakan akronim dari pendidikan jarak jauh. Di pijar peserta diklat melakukan presensi dan mengakses materi diklat baik berupa teks, video maupun gambar. Di pijar juga ada bagian forum yang digunakan untuk diskusi antara widya iswara (pemateri) dengan peserta diklat. Tempat pengumpulan tugas dan alat evaluasi berupa pilihan ganda juga disediakan oleh pijar dengan batas waktu mengerkan juga disertakan disitu.

_________

Selain pembelajaran asinkron dilakukan juga pembelajaran sinkron dimana pembelajaran sinkron ini dilakukan secara langsung melalui aplikasi “webex”. Aplikasi webex merupakan sebuah aplikasi teleconference seperti hal nya zoom. Walaupun secara daring melalui “webex” efektifitas pembelajaran tidak berkurang sedikitpun. 

_________

Teknis di dalam pembelajaran di pusdiklat dilakukan melalui tahapan peserta membuka pijar.kemdikbud.go.id dan melakukan presensi. Selanjutnya membaca sebuah modul yang ada baik berupa e-book, bahan tayang (PPT) dan video kasus. Setelah peserta diklat melaksanakan kegiatan mempelajari modul selanjutnya proses diskusi yang dibagi perkelompok di aplikasi webex. Pemateri (widya iswara) menyamapaikan sedikit materi untuk membuka proses diskusi dari apa yang sudah dipelajari peserta dan masing-masing peserta diwajibkan untuk menyampaikan pendapat.

_________

Kegiatan diskusi di webex menurut saya berjalan sangat efektif dikarenakan jumlah satu angkatan 40 peserta dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 10 peserta. Dalam kegiatan diskusi dibagi sesi-sesinya, setiap sesi dengan jumlah peserta 10 orang dan didampingi bagian monitoring room webex 2 orang dan pemateri 1 jadi keseluruhan yang ada di room 13 orang. Widya iswara melontarkan sebuah pernyataan atau pernyataan untuk ditanggapi masing-masing peserta dengan mengacu pada materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Diskusi dilakukan sangat menarik dan hidup karena dalam room dibatasi 10 peserta sehingga proses diskusi dan monitor dari peserta dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

_________

Dari kegiatan tersebut saya sebagai seorang pendidik (dosen) bisa mengambil pelajaran dalam proses pembelajaran secara daring. Selain mendapat materi diklat saya juga memperoleh ilmu melakukan perkulian secara daring di semester depan. Sebenarnya kehidupan nyata adalah sebuah guru terbaik untuk selalu kita terus belajar, walaupun secara kasat mata kita melakukan aktivitas seprti biasa. Dibalik semua kejadian dan peristiwa terdapat sebuah pelajaran yang dapat menambah pengetahuan kita.

_________


Ditulis saat diklat daring di rumah

Ungaran, 27 Agustus 2020

Oleh : Ahmad Saeroji

Label: , , , , , ,

Mendesign Pembelajaran Kolaborasi di Masa Pandemi



Masa pandemi selain merupakan sebuah bencana dan wabah bagi kehidupan kita, dan bahkan dunia juga merasakan semua, di lain sisi pandemi ini merupakan sebuah dorongan atau pemantik secara paksa kepada kita semua untuk tetap eksis walaupun dimasa kritis.

Dampak dari pandemi ini berpengaruh pada semua sektor dan sendi kehidupan manusia di dunia, baik dari sisi sosial, politik, ekonomi dan bahkan dari sektor pendidikan pun ikut merasakan dampak dari pandemi ini.

Dampak yang sangat dirasakan dari sektor pendidikan adalah dimana sebelumnya pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka di kelas antara siswa dengan guru, kini dengan adanya pandemi kegiatan pembelajaran dipaksa menggunakan model pembelajaran daring. Pemaksaan proses pembelajaran dimasa pandemi menuntut seorang guru untuk mengupayakan sumberdaya kemampuan yang ada, serta kreativitas seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran daring dan tanpa mengurangi pencapaian kompetensi dan standar kompetensi dalam pembelajaran.

Proses pendidikan berupaya untuk dapat menanamkan keterampilan abad 21 dimana keterampilan abad 21 tersebut disingkat dengan 4C (Creativity, Critical Thinking, communication dan collaboration).

Bagaimana dimasa pandemi seperti ini kita dapat tetap menanamkan keterampilan abad 21 dengan tetap bisa berkolaborasi antar peserta didik? Berikut akan saya sampaikan beberapa kegiatan pembelajaran yang dapat kita design kolaborasi antar peserta didik.

Walaupun dimasa pandemi  ini kita masih tetap dapat mendesign pembelajaran kolaborasi antar peserta didik. Berikut langkah-langkah pembelajaran kolaboratif walaupun dilakukan secara daring.

  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok materi, serta kompetensi yang harus siswa kuasai setelah pembelajaran. Dapat dilakukan dengan model sinkron (langsung) atau asinkron tidak langsung.
  2. Guru telah membagi kelompok untuk disampaikan kepada siswa yang disesuaikan dengan jumlah dan cakupan materi yang akan dibahas oleh siswa.
  3. Masing-masing kelompok membuat materi presentasi atau bahan tayang dengan memanfaatkan google slide dengan dishare link supaya antara satu siswa dengan siswa yang lain membagi bagian slide yang harus dikerjakan.
  4. Seteleh waktu membuat slide ppt atau bahan tayang melalui kolaborasi dengan google slide selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan secara daring melalui kegiatan sinkron (langsung melalui teleconference) atau dengan kegiatan asinkron dengan cara direkam layar masing-masing kelompok dan membagikan video hasil rekaman untuk dapat ditanggapi oleh kelompok lain.

Untuk mendukung langkah-langkah tersebut sarana dan prasarana pendukung lainnya yang perlu dipersiapkan apa? Berikut adalah aplikasi pendukung kegiatan kolaboratif secara daring:

  1. LSM (learning Manajemen Sistem) kalo tidak ada bisa menggunakan grup WA atau LMS gratisan seperti google classroom, gnomio, siajar dari kemdikbud dan LMS lain yang mendukung.
  2. Aplikasi teleconference (jika ada) gratisan juga bisa (zoom, webex, google meet, dll) sebagai mendia siswa untuk berkomunikasi dan berkolaborasi antar anggota kelompok. Maka dari itu masing-masing kelompok harus dapat membuat room di aplikasi teleconference.
  3. Google slide dimana aplikasi ini dibutuhkan untuk membuat bahan tayang secara online dan dapat berkolaborasi satu sama lain tanpa harus bertemu, dengan cara share link.
  4. Alat perekam layar bisa menggunakan alat perekam layar untuk merekam saat presentasi atau mungkin bisa menggunakan zoom dan merekamnya saat presentasi.

Itu beberapa langkah-langkah mendesign pembelajaran kolaboratif secara online. Mungkin sebagain bapak ibu guru berargumen “itukan jika sekolah dan siswanya memiliki sarana dan prasarana yang memadahi, jika kami yang ada dipedesaan maka sulit untuk diterapkan”. Itu merupakan mindset block dari seorang guru, Sebenarnya yang tahu dan yang memahami masing-masing strategi dan model yang perlu diterapkan dalam pembelajaran adalah bapak ibu guru sendiri. Langkah-langkah diatas adalah merupakan sebuah konsep yang teoritis bagi sebagian bapak ibu guru yang lain dan bahkan susah diterapkan. Setidaknya bapak ibu guru dapat mengambil langkah-langkah pembelajaran yang saya sampaikan sebagai dasar untuk mendesign pembelajaran yang lain yang efektif dan sudah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik serta sarana dan prasarana yang tersedia bagi bapak ibu semua.

Untuk dapat mendesign pembelajaran banyak cara dan media yang bisa kita gunakan. Misalnya dengan WA grup sebenarnya kita bisa menjadikan sebuah LMS untuk mendukung pembelajarna online baik secara sinkron maupun asinkron. Hanya bagaimana cara guru selalu berinovasi dan berkreasi memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada demi pembelajaran daring yang efektif dan efisien.

Ungaran, 4 September 2019 (07:41 WIB)

Oleh Ahmad Saeroji

Label: , , , , , ,