Masa pandemi selain merupakan sebuah bencana dan wabah bagi
kehidupan kita, dan bahkan dunia juga merasakan semua, di lain sisi pandemi ini
merupakan sebuah dorongan atau pemantik secara paksa kepada kita semua untuk
tetap eksis walaupun dimasa kritis.
Dampak dari pandemi ini berpengaruh pada semua sektor dan
sendi kehidupan manusia di dunia, baik dari sisi sosial, politik, ekonomi dan
bahkan dari sektor pendidikan pun ikut merasakan dampak dari pandemi ini.
Dampak yang sangat dirasakan dari sektor pendidikan adalah
dimana sebelumnya pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka di kelas
antara siswa dengan guru, kini dengan adanya pandemi kegiatan pembelajaran
dipaksa menggunakan model pembelajaran daring. Pemaksaan proses pembelajaran
dimasa pandemi menuntut seorang guru untuk mengupayakan sumberdaya kemampuan
yang ada, serta kreativitas seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran daring
dan tanpa mengurangi pencapaian kompetensi dan standar kompetensi dalam
pembelajaran.
Proses pendidikan berupaya untuk dapat menanamkan
keterampilan abad 21 dimana keterampilan abad 21 tersebut disingkat dengan 4C (Creativity,
Critical Thinking, communication dan collaboration).
Bagaimana dimasa pandemi seperti ini kita dapat tetap
menanamkan keterampilan abad 21 dengan tetap bisa berkolaborasi antar peserta
didik? Berikut akan saya sampaikan beberapa kegiatan pembelajaran yang dapat
kita design kolaborasi antar peserta didik.
Walaupun dimasa pandemi
ini kita masih tetap dapat mendesign pembelajaran kolaborasi antar
peserta didik. Berikut langkah-langkah pembelajaran kolaboratif walaupun
dilakukan secara daring.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok
materi, serta kompetensi yang harus siswa kuasai setelah pembelajaran. Dapat
dilakukan dengan model sinkron (langsung) atau asinkron tidak langsung.
- Guru telah membagi kelompok untuk disampaikan
kepada siswa yang disesuaikan dengan jumlah dan cakupan materi yang akan
dibahas oleh siswa.
- Masing-masing kelompok membuat materi presentasi
atau bahan tayang dengan memanfaatkan google slide dengan dishare link supaya
antara satu siswa dengan siswa yang lain membagi bagian slide yang harus
dikerjakan.
- Seteleh waktu membuat slide ppt atau bahan
tayang melalui kolaborasi dengan google slide selesai, masing-masing kelompok
mempresentasikan secara daring melalui kegiatan sinkron (langsung melalui
teleconference) atau dengan kegiatan asinkron dengan cara direkam layar
masing-masing kelompok dan membagikan video hasil rekaman untuk dapat
ditanggapi oleh kelompok lain.
Untuk mendukung langkah-langkah tersebut sarana dan
prasarana pendukung lainnya yang perlu dipersiapkan apa? Berikut adalah
aplikasi pendukung kegiatan kolaboratif secara daring:
- LSM (learning Manajemen Sistem) kalo tidak ada
bisa menggunakan grup WA atau LMS gratisan seperti google classroom, gnomio,
siajar dari kemdikbud dan LMS lain yang mendukung.
- Aplikasi teleconference (jika ada) gratisan juga
bisa (zoom, webex, google meet, dll) sebagai mendia siswa untuk berkomunikasi
dan berkolaborasi antar anggota kelompok. Maka dari itu masing-masing kelompok
harus dapat membuat room di aplikasi teleconference.
- Google slide dimana aplikasi ini dibutuhkan
untuk membuat bahan tayang secara online dan dapat berkolaborasi satu sama lain
tanpa harus bertemu, dengan cara share link.
- Alat perekam layar bisa menggunakan alat perekam
layar untuk merekam saat presentasi atau mungkin bisa menggunakan zoom dan
merekamnya saat presentasi.
Itu beberapa langkah-langkah mendesign pembelajaran
kolaboratif secara online. Mungkin sebagain bapak ibu guru berargumen “itukan
jika sekolah dan siswanya memiliki sarana dan prasarana yang memadahi, jika
kami yang ada dipedesaan maka sulit untuk diterapkan”. Itu merupakan mindset
block dari seorang guru, Sebenarnya yang tahu dan yang memahami masing-masing strategi
dan model yang perlu diterapkan dalam pembelajaran adalah bapak ibu guru
sendiri. Langkah-langkah diatas adalah merupakan sebuah konsep yang teoritis
bagi sebagian bapak ibu guru yang lain dan bahkan susah diterapkan. Setidaknya
bapak ibu guru dapat mengambil langkah-langkah pembelajaran yang saya sampaikan
sebagai dasar untuk mendesign pembelajaran yang lain yang efektif dan sudah
disesuaikan dengan karakteristik peserta didik serta sarana dan prasarana yang
tersedia bagi bapak ibu semua.
Untuk dapat mendesign pembelajaran banyak cara dan media
yang bisa kita gunakan. Misalnya dengan WA grup sebenarnya kita bisa menjadikan
sebuah LMS untuk mendukung pembelajarna online baik secara sinkron maupun
asinkron. Hanya bagaimana cara guru selalu berinovasi dan berkreasi
memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada demi pembelajaran daring yang
efektif dan efisien.
Ungaran, 4 September 2019 (07:41 WIB)
Oleh Ahmad Saeroji
Label: Administrasi Perkantoran, covid 19, komputer, pandemi, Pembelajaran, Pembelajaran Abad 21, Pendidikan