Rabu, November 29, 2023

Tiba-tiba Kepo "Retorika"

Oleh: Ahmad Saeroji

Pagi ini sebelum berangkat kerja saya sempatkan melihat informasi yang lagi tranding di media sosial. Sambil mengerjakan aktivitas seperti biasanya saya mencoba membuka youtube dan mencari informasi yang sangat menarik. Hingga akhirnya terpilihlah judul youtube debat antara mahasiswa dan Rocky Gerung.

Video tersebut cukup menarik bagi saya yaitu sebuah kalimat yang dilontarkan oleh mahasiswa bahwa seorang Rocky Gerung hanya pandai “beretorika”. Seketika itu saya langsung mencari tahu (Kepo) mengenai istilah retorika. Sebenarnya istilah retorika tidak asing ditelinga saya, namun saat itu rasa ingin tahu terhadap istilah tersebut mendorong saya ingin menggali lebih jauh.

Hingga akhirnya saya memutuskan untuk membuka ChatGPT, selanjutnya mengetikkan kata kunci “apa itu retorika?”.

Berdasarkan jawaban dari ChatGPT, retorika merupakan sebuah seni/keterampilan dalam menggunakan bahasa secara efektif untuk mempengaruhi, meyakinkan, atau memberikan kesan kepada orang lain. Untuk dapat membuat tulisan atau perkataan yang beretorika kita harus memperhatikan pilihan kata, sehingga audien sepakat dan membenarkan pendapat kita.

Untuk dapat membuat kalimat retorika, kita harus melibatkan beberapa elemen penting, antara lain: Logos, Pathos, Ethos, Gaya bahasa, Struktur Argumen, dan Kepentingan Audien/pembaca. Baik mari kita bahas satu persatu informasi yang saya dapat dari robot pintar tersebut.

Pertama kita bahas “Logos” terlebih dahulu. Saat kita berbicara dengan menggunakan retorika kita harus sampaikan logika atau argumen rasional untuk meyakinkan pendengar atau pembaca. Pada tahap ini kita bisa menyampaikan data dan fakta dari apa yang akan kita bicarakan dan kita tuliskan.

Kedua “Pathos”, pada tahap ini kita mencoba membuat atau menciptakan ikatan emosional dengan audien atau pembaca dengan tujuan mempengaruhi perasaan mereka. Pathos ini kita berupaya untuk dapat berempati pada audiens atau pembaca dengan masuk pada ranah emosional.

Ketiga adalah “Ethos”, kita mencoba membangun kredibelitas dan kepercayaan pada audien atau pembaca dengan menunjukkan bukti diri kita memiliki keahlian yang kita bicarakan atau kita tulis. Selain itu kita bisa menyampaikan otoritas kita pada topik yang kita bahas.

Keempat “Gaya bahasa”, untuk membuat sebuah kalimat retorika kita harus memilih bahasa yang kreatif, metafora, analogi, dan bahasa retorika lainnya, sehingga membuat pesan yang ingin kita sampaikan lebih menarik.

Kelima adalah “struktur argumen”, pada tahap ini sampaikan argumen secara logis bisa dengan melakukan pemahaman terhadap akar masalah, cara menyusun strategi pemecahan masalahnya dan melibatkan audien atau pembaca untuk dapat berkontribusi.

Bagian yang keenam adalah kepentingan audien, dimana pada tahap ini kita berupaya untuk dapat memahami audiens atau pembaca, supaya pesan yang akan kita sampaikan relevan dengan audien/pembaca sehingga pesan yang ingin kita sampaikan diterima.

Akhirnya terjawab sudah keingin tahuan saya terkait dengan istilah retorika. Dari informasi yang telah saya peroleh, bahwa saat orang berkomunikasi itu juga ada ilmu dan rumusnya untuk dapat menyampaikannya secara efektif dan efisien.

Sekaran, 29 November 2022, 12.52 WIB

Label: , ,

Senin, Februari 08, 2021

Memahami Administrasi Kepegawaian

Sumber Ilustrasi : https://bkpp.demakkab.go.id/

Oleh: Ahmad Saeroji

Administrasi kepegawaian adalah sebuah komponen penting yang perlu dikelola dengan baik oleh perusahaan atau organisasi. 


Administrasi kepegawaian merupakan salah satu cabang ilmu administrasi. Administrasi merupakan sekumpulan orang yang saling bekerjasama antara satu orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Sedangkan administrasi secara sempit adalah kegiatan meliputi catat mencatat, surat menyurat, menyimpan bahan keterangan atau dokumen, demi mendukung tercapainya tujuan organisasi.

Kepegawaian adalah suatu kegiatan untuk mengelola sumber daya manusia supaya dapat berdaya guna sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Dengan demikian Pengertian Administrasi Kepegawaian adalah sebuah ilmu administrasi yang mengelola sumber daya manusia atau pegawai mulai dari perencanaan, perekrutan, penempatan, pengembangan, pengendalian sampai dengan pensiun. 

Untuk lebih jelasnya terkait dengan konsep dasar Administrasi Kepegawaian dapat di lihat Disini

Label: ,

Minggu, Februari 07, 2021

Pokok'e Nulis

Oleh : Ahmad Saeroji

sumber: slide ppt Bu Nurul

Hari ini saya memiliki pengetahuan baru mengenai ilmu menulis. Pengetahuan tersebut saya peroleh dari Bu Nurul Chomaria. 

Materi "Pokok'e nulis" yang arti bahasa Indonesia adalah "yang penting menulis" yang dibawakan oleh Bu Nurul, disampaikan saat acara KopDar Sahabat Pena Kita (SPK). Beliau adalah penulis yang sangat produktif dan profesional, karena menulis dijadikan sebuah profesi. 

Setelah moderator membacakan biodata Bu Nurul, beliau merupakan perempuan yang luar biasa prestasinya di bidang menulis. Hal itu membuat saya penasaran. Rasa penasaran saya berlanjut dengan aktivitas saya untuk mencari nama Bu Nurul Chomaria tersebut di Google. 

Saya arahkan mouse laptop untuk membuka browser dan mengetikkan nama Nurul Chomaria, yang tampil paling atas di kolom pencarian adalah "Penulis Buku Nurul Chomaria, S.Psi". Beliau adalah penulis di salah satu penerbit ternama di Indonesia.

Materi "Pokoke Nulis" yang disampaikan oleh perempuan yang tergabung dalam komunitas IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) tersebut di awali dengan materi kuadran kondisi seorang untuk mengawali menulis.

Adapun kuadran mengenai bagian mana kita menjadi seorang penulis yaitu:
Kuadran Satu : Mau Mulis dan Mampu Menulis
Kuadran dua : Tidak Mampu Menulis Tapi Mau menulis
Kuadran tiga : Mapu Menulis tapi tidak mau menulis
Kuadran empat : Tidak mampu dan tidak mau menulis

Dari kuadran yang ditayangkan, bagi seorang penulis untuk menjadi profesional maka harus bisa menempati kuadran pertama yaitu mau dan mampu menulis.

Mungkin saat ini kita masih berada di kuadran dua, tiga dan bahkan empat. Untuk mencapai di kuadran satu perlu melatih dan memperbaiki niat dan konsistensi dalam menulis.



Menggali Ide


Semua penulis, supaya dapat menghasilkan tulisan itu harus memiliki ide. Bagaimana memperoleh ide? Untuk memperoleh ide modalnya harus Peka. Peka terhadap apa? Yaitu peka terhadap segala hal yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan dan kita baca. 

Ada sebuah tips yang bu nurul bagikan untuk memperoleh ide menulis. Cara menggali ide itu mudah sekali, yang terpenting memiliki modal peka. 

Misal menggali ide dari bangun tidur. Setelah bangun tidul misal mandi. Mandi disini bisa dijadikan sebuah ide untuk dituangkan dalam tulisan. Dari aktivitas mandi dapat dijadikan tulisan mandi yang sesuai dengan anjuran RosuluLloh. Atau dengan aktivitas mandi dapat menjadi tulisan mengenai ide untuk menulis Cara mandi yang sesuai dengan kesehatan dan lain sebagainya.

Masih banyak lagi aktivitas aktivitas kita sehari-hari, yang menurut Bu Nurul dapat dijadikan ide untuk menjadi sebuah tulisan. Itu semua harus sekali lagi seorang penulis harus memiliki sifat peka.

Aktivitas kita sehari hari biar menjadi sebuah tulisan, harus dibubuhi tanda tanya dibelakang kata atau kalimat tersebut.

Setelah ide diperoleh segera ditulis. Saat menulis, tulislah yang lekat, dekat dan akrab dengan kita. Selain itu juga harus menguasai, disukai. Misalkan akan ditulis menjadi sebuah buku, maka ditambah syarat manfaat dan menjual dari apa yang ditulis.

Saat mencari ide untuk menulis, tidak selalu mengambil tema atau hal - hal yang baru, akan tetapi kita bisa meniru dengan cara Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM). Sehingga karya kita memiliki pembeda dari yang lain.

Mengadopsi cara mencari ide atau menulis dengan metode ATM kita bisa menghasilkan karya, hal ini sesuai dengan kreasi dan inovasi kita dalam mengolah tema atau ide yang ada.

Ketika dibenak kita muncul sebuah ide, sesegera mingkin untuk mengeksekusinya. Kalo tidak segera maka bisa jadi ide yang kita tunda tersebut akan di eksekusi oleh orang lain. Karena ide itu banyak yang sama, sehingga ketika ingin menerbitkan buku ke penerbit siapa cepat dia yang dapat.

Saat terlintas berbagai macam ide segera tuliskan, walupub hanya pokok pokoknya. Jika dibiarkan begitu saja akan hilang dan terbuang begitu saja.

Untuk bisa menjadi penulis yang profesional, maka jangan sekedar bermimpi yang tanpa diikuti dengan aksi nyata. Sehingga ketika tidak mencapai apa yang diinginkan mencar-cari sebuah alasan.

Menjadi Penulis Profesional


Untuk dapat menjadi penulis profesional perlu jam terbang. Saat menulis dijadikan profesi harus bisa mengatur waktu untuk dapat menghasilkan sebuah tulisan. Misalkan target menulis 100 hal dalam satu bulan, maka dapat di manage, dalam satu bulan ada 25 hari kerja efektif. Jadi dari 100 halaman dibahi 25, sehingga setiap hari harus menulis 4 halaman. Empat halaman perhari juga bisa kita manage lagi menjadi menulia dipagi satu lembar, siang satu lembar, sore satu lembar dan malam satu lembar. 

Untuk menjadi penulis yang profesional juga harus bisa mengelola medsos. Jadikan Medsos untuk personal branding. Dengan menjadikan medsos untuk keperluan personal branding, akan berpengaruh terhadap reputasi kita.

Penulis hebat pasti juga memiliki kemampuan membaca yang luar biasa pula. Sehingga untuk menjadi penulis profesional juga harus banyak membaca dan mengamati lingkungan sekitar yang nantinya kita gunakan untuk mengeksekusi sebuah ide menjadi tulisan.

Bagi penulis pemula untuk berlatih menjadi penulis profesional, maka diperlukan untuk bergabung di suatau komunitas. Hal ini untuk memotivasi kita dalam meningkatkan kualitas tulisan kita. Kominitas juga bisa kita jadikan tolak ukur untuk memotivasi kita untuk menulis secara terus menerus. 

Hal yang perlu diperhatikan bagi penulis pemula untuk dapat mencapai menjadi seorang penulis profesional, yaitu dengan cara konsisten menulis. Menulis apa? ya pokok'e nulis.

Semarang, 7 Februari 2021
Ditulis untuk mengikat pengetahuan.





Label:

Sabtu, Februari 06, 2021

Ada yang Menarik Kebijakan Dua Hari #JatengDiRumahSaja

Oleh : Ahmad Saeroji

Hari ini saat membuka media sosial, terutamanya informasi daerah kota semarang dibeberapa daerah tergenang banjir. 

Banjir kali ini bertepatan dengan kebijakan Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo #JatengDiRumahSaja yang dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 6 dan 7 Februari 2021. 

Ada yang menarik di sebagian kreativitas Netizen yang saya dapati di salah satu media sosial, dimana mereka membuat meme sebagai berikut:

sumber : https://energibangsa.id 

Melihat kreativitas para netizen yang menghubungkan edaran gubernur yang menganjurkan tetap di rumah selama dua hari, dengan kondisi cuaca saat ini yang sedang terjadi banjir dan hujan di beberapa daerah di jawa tengah, terutama di kota semarang, dengan ilmu cocoklogi dan ngepasnologi yang mengakibatkan kreativitas netizen untuk membuat meme tersebut.

Kebijakan Gubernur Ganjar Pranowo tersebut sebenarnya untuk  menumbuhkan rasa empati masyarakat terhadap korban Covid19, baik dari kalangan dokter, tenaga medis, para kiai dan semua masyarakat yang telah menjadi korban dari keganasan virus covid 19. selain itu kebijakan #JatengDiRumahSaja merupakan sebuah harapan yang dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat mengenai kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, sehingga mampu memberikan dampak pada penurunnya kasus Covid19 terutama di Jawa Tengah.

Beberapa hari terakhir kasus Covid19 yang ada di Jawa Tengah yang terus meningkat, hingga Kamis, (4/2/2012) pukul 12.00 WIB bertambah 1.205 orang yang terkonfirmasi COVID-19 dan dirawat di RS atau melakukan isolasi mandiri (sumber: tirto.id).  Untuk Gubernur Jawa Tengah membuat edaran untuk dua hari #JatengDiRumahSaja. Selain sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa empati  terhadap korban covid19 yang meninggal, juga sebagai upaya uji coba pembatasan kegiatan masyarakat untuk memutus penyebaran covid19 yang merajalela. 

Ada pro dan kontra dari masyarakat atas tanggapan kebijakan dua hari tetap di rumah yang di gagas oleh Gubernur Jawa Tengah tersebut. Ada yang keberatan mengenai kebijakan tersebut karena dalam dua hari untuk sebagian orang yang tetap dirumah saja tidak ada kemasukan secara ekonomi atau pendapatan.

Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir. Sehingga kita dapat beraktivitas seperti sediakala. Selain itu bagi yang terkena banjir semoga air yang menggenang cepat surut dan bisa beristirahat dengan nyaman dan tenang untuk mendukung #JatengDiRumahSaja selama tanggal 6 dan 7 Februari 2021. 

Semarang, 6 Februari 2021

Label:

Kumpulan Video Pembelajaran Administrasi Perkantoran / Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran

Oleh: Ahmad Saeroji

ttps://lancangkuning.com
Berikut adalah kumpulan video materi materi administrasi perkantoran dan otomatisasi dan tata kelola perkantoran.

Apa saja materinya bisa di lihat di kumpulan link berikut:

  1. MEMAHAMI REGULASI KEPEGAWAIAN
  2. MEMAHAMI ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN  = Link Materi PPT unduh disini
  3. MENERAPKAN DISIPLIN PEGAWAI
  4. KOMUNIKASI MELALUI TELEPHONE || KORESPONDENSI
  5. Korespondensi || Tata Naskah dalam Surat Menyurat Bahasa Indonesia
  6. Otomatisasi Perkantoran || MENGANALISIS INFORMASI DARI INTERNET UNTUK MENUNJANG PEKERJAAN KANTOR
  7. Cara Membuat Blog dengan Blogger.com || Otomatisasi Perkantoran
  8. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  9. Otomatisasi Perkantoran || Pengelolaan Informasi Melalui Web Blog (Blog)
  10. E-PR (Elektronik Public Relation atau Online Public Relation)
  11. Mebuat presensi/daftar hadir dengan tanda tangan digital dengan Zoho Form
  12. Cara Pemberian Kode Pada Arsip
  13. Prosedur Pengurusan Surat Masuk
  14. Manajemen Kearsipan
  15. MATERI REGULASI SARPRAS PERMEN PAN-RB NO. 48 2013
  16. REGULASI ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA
  17. MENGETIK PAKAI MULUT ATAU SUARA di GOOGLE DOC
  18. OTOMATISASI DAN TATA KELOLA SARANA DAN PRASARANA KD1
  19. PRAKTIK APLIKASI UNTUK ADMINISTRASI KEUANGAN DENGAN AKUNBIZ
  20. ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA || INVENTARISASI
  21. Administrasi Sarana dan Prasarana
  22. MATERI APLIKASI ADMINISTRASI KEUANGAN
  23. MATERI ADMINISTRSAI SARAN DAN PRASARANA

Jika menginginkan materi apa yang harus saya buat selanjutnya bisa menuliskan di kolom komentar. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk di share ke yang lain jika dirasa bermanfaat.



Terima kasih

Label: ,

Rabu, Februari 03, 2021

Mantra untuk memunculkan ide menulis

Oleh: Ahmad Saeroji

sumber ilustrasi : https://www.timesnownews.com/

Hallo pembaca setia catatansaeroji.com. Semoga sahabat semua selalu dalam kondisi yang sehat, semangat dan selalu diberikan keberkahan, serta rizki yang barokah  Aamiin....

Pembaca setia catatansaeroji.com, pada tulisan kali ini saya akan menyampaikan beberapa "Mantra untuk seorang penulis".

Ketika kita mendengar kata mantra, yang terbesit dibenak kita adalah hal-hal mistis dan kadang dapat merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Menurut Wikipedia, pengertian mantra merupakan suatu bunyi-bunyian, suku kata, kata, atau sekumpulan kata-kata yang dianggap mampu “menciptakan perubahan” (misalnya perubahan spiritual). Jenis dan kegunaan mantra berbeda-beda tergantung mahzab dan filsafat yang terkait dengan mantra tersebut. itu pengertian mantra yang saya kutip dari pelajaran.co.id.



Karena mantra dianggap mampu memberikan perubahan, maka saya menggunakan pilihan kata tersebut untuk dapat "menciptakan perubahan" kemampuan menulis dalam memunculkan ide. 

Mantra untuk seorang penulis kali ini saya peroleh dari  hasil  mengikat ilmu  pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh Om Jay. Pemateri yang menyampaikan pelatihan menulis kali ini adalah Bapak Agus Sampurno. Beliau adalah Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako Sulawesi Selatan.

Pak Agus Sampurno juga menjabat sebagai Education Specialist. Selain itu beliau adalah seorang konsultan sekolah dan project leader Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach Jakarta. Selain itu beliau juga Master Trainer bersertifikasi BNSP.

Banyak penghargaan yang diperoleh Bapak Agus Sampurno diantaranya penghargaan Blog Pendidikan terbaik Detik.com ( Tahun 2010) menjadi guru Microsoft Indonesia Innovative Educators.  Tahun 2011 diberik anugerah Guru Era Baru oleh Acer Indonesia. (Tahun 2012) penghargaan blog terbaik dari  Deutsche Welle Germany ( Tahun 2014) menjadi  Penulis Buku Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T). (Sejak tahun 2014 menjadi Pengkaji Naskah Pustekkom Jakarta dan juri pada event yang diselenggarakan  KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)  juri pada lomba inovasi pembelajaran TK-SMA.

Itu sedikit profil dari narasumber pelatihan menulis yang saya ikuti. Pokok materi yang saya peroleh dari hasil pelatihan menulis dengan Bapak Agus Sampurno saya beri judul "Mantra untuk memunculkan ide menulis".

Baik langsung saja saya akan menyampaikan mantra-mantra yang berasil saya rangkum untuk dapat memunculkan ide dalam menulis, ada 13 mantra untuk dapat memunculkan ide saat menulis diantaranya:

  1. Pada dasarnya 90% ide tulisan muncul ketika kita tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan mengenai tulisan kita. Untuk 10% keberhasilan menulis, mengenai seberapa kita konsisten dalam menulis.
  2. Menulislah dengan hati, mengeditlah dengan pikiran.
  3. Hambatan penulis terjadi ketika kita terlalu menghakimi diri sendiri saat mulai menulis.
  4. Mengedit sebuah tulisan adalah sebuah upaya pembersihan dan akan terasa membosankan serta bisa juga membuat frustrasi, tetapi juga bersifat terapeutik atau hal yang baik bagi kegiatan menulis anda. Mengedit seperti yang sering kita lakukan dalam kehidupan kita. Buang jauh yang tak perlu. Utamakan yang inti.
  5. Tiga prinsip dalam menulis. 1) Sederhanakan pesan Anda. 2) Buatlah tulisan Anda menyenangkan, menakutkan, menegangkan, atau mendidik.3) Buatlah tulisan Anda begitu menarik sehingga seseorang pasti sudah gila untuk tidak membacanya.
  6. "Menulis dengan baik berarti berpikir dengan baik. Jika kita tidak dapat menulis dengan baik, itu berarti kita tidak dapat berpikir dengan baik. Tetapi menulis hanyalah langkah pertama. Menulis ulang juga penting. Apa itu menulis ulang? Menulis ulang adalah memikirkan ulang ide tulisan kita" -(David Perell)
  7. Tulisan awal kita akan seperti air kotor, tetapi semakin banyak kita menulis, semakin bersih “air kreatif” kita.
  8. Pisahkan kegiatan antara mencari ide dan menulis. Carilah ide dan buatlah daftar. Baru kemudian ambil stu persatu untuk anda tuliskan.
  9. Kegiatan mengedit tulisan sama pentingnya dengan menulis itu sendiri. Jika kita membaca tulisan di blog yang 'mentah' itu berarti nafsu si penulis hanya menerbitkan (posting) dan bukan mempersembahkan buah pikiran yang terbaik
  10. Membuat sebuah judul tulisan adalah sebuah seni tersendiri. Teruslah berlatih.
  11. Konsisten lah dalam menulis, maka kita akan menemukan diri kita sebagai penulis saat kita konsisten
  12. Jangan pernah berpikir untuk punya ide kita sendiri. lakukan ATM terus menerus amati tiru dan modifikasi. Penyakit seorang penulis adalah memaksa dirinya keluarkan hal yang asli produk dari dirinya. akibatnya ia malah tidak pernah menulis.
  13. Jangan menjadi sosok yang berbeda di internet?cari keunikan dari yang lain, pelajari sebuah hal yang akan jadi brand kita, jika sudah punya brand lanjutkan dengan mengajarkan kepada orang lain.

Itu beberapa mantra yang harus kita pegang teguh supaya kita dapat menjadi seorang penulis untuk tetap memunculkan ide-ide menulis. Ketika kita memegang mantra-mantra tersebut, kita mampu memulai untuk tetap konsisten menulis. Ketika mantra tersebut kita hafalkan dan kita laksanakan maka sesuai dengan makna mantra sendiri yang mampu "menciptakan perubahan" pada kemampuan menulis kita. Selamat mencoba mantra-mantra tersebut.

Semarang, 3 Februari 2021



Label:

Selasa, Februari 02, 2021

Cara Menjaga Konsistensi Menulis

https://health.kompas.com/


Hallo pembaca setia catatansaeroji.com. Bagaimana kabarnya? semoga selalu dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan-Nya. 

Pada tulisan kali ini saya terinspirasi dari sebuah tulisan yang muncul di Grup WA belajar menulis. Setelah saya buka link yang ada di grup belajar menulis tersebut saya di arahkan ke laman terbitkanbukugratis.id. Saya mulai membaca secara skrining (membaca cepat), dan di akhir ternyata penulisnya adalah Om Jay atau nama lengkapnya Wijaya Kusuma. Beliau adalah aktivitis dalam gerakan literasi, terutamanya adalah kegiatan menulis. Saya merupakan bagian dari anggota belajar menulis yang Om Jay Gagas. 

Langsung saja ke pokok bahasan yang akan saya sampaikan ke pembaca setia catatansaeroji.com. Kali ini sayan akan berbagi dari hasil membaca tulisan Om Jay, yaitu cara menjaga konsistensi menulis.

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk dapat menjaga konsistensi dalam menulis. 

1. Menulis setiap hari

Karena menulis adalah sebuah keterampilan, maka harus sering dilatih. Seperti halnya para atrlit, untuk menguasai sebuah teknik dan keterampilan harus giat berlatih supaya menjadi atlit yang profesional. Begitupun menulis perlu dilakukan latihan secara rutin dan terus menerus sehingga menulis dapat dilakukan secara lancar dan profesional.

2. Jadikan Menulis Sebuah Kebutuhan

Seperti makan dan minum, jadikanlah menulis sebagai kebutuhan. Ketika menulis dijadikan sebuah kebutuhan, sehingga jika dalam satu hari tidak menulis maka ada yang kurang dalam diri kita.

3. Sesekali Pergi dari Rumah untuk Mendapatkan Ide

Berbicara ide terkadang muncul secara tiba-tiba. Untuk mendapatkan ide hal yang dapat dilakukan adalah mencoba keluar rumah meskipun hanya keliling komplek. Hal ini biasanya akan memunculkan ide untuk ditulis. 

Ketika sudah mendapatkan ide segeralah untuk menuliskannya, meskipun hanya judul dan pokok-pokok yang akan ditulis. Sehingga ide tidak akan hilanga begitu saja.

4. Tuliskan apa saja yang ada di kepala kita.

Mulailah menulis apa saja yang ada di isi kepala kita. Jangan berfikir benar atau salah, akan tetapi tulis aja semua yang ada dipikiran dan hiraukan aturan aturan menulis yang penting tulis aja dulu dan tuangkan semua isi kepala jadi tulisan. Setelah semua yang ada dipikiran tertuangkan semua dalam bentuk tulisan, maka langkah selanjutnya adalalah baru proses editing dan membaca ulang tulisan. 

5. Menulis dengan Metode 3 Alenia 

Mulailah berlatih dengan metode menulis tiga alenia, yaitu alenia pembuka, isi dan penutup. Alenia pembuka berisi sapaan kepada pembaca atau basa basi sebelum masuk ke inti. Selanjutnya masuk di alenia isi atau inti dan di akhiri di alenia penutup.  Alinea penutup dapat berupa sebuah kesimpulan atau dapat menuliskan hikmah dari isi tulisan kita. Lakukan ini secara rutin dan lihat apa yang terjadi.

6. Untuk Mencari ide lakukan kegiatan membaca.

Menulis dan membaca merupakan sebuah kegiatan yang tidak bisa dipisahkan, bagaikan romeo dan juliet. Begitupula membaca dan menulis yang tidak bisa dipisahkan juga. Untuk dapat menulis dengan baik diperlukan informasi dan data yang akan kita tuangkan dalam tulisan. Semakin sering kita membaca akan membuat tulisan dan pilihan kata semakin enak dibaca dan luwes.

Itu beberapa cara untuk menjaga konsistensi dalam munulis. Teringat sebuah kata mutiara yang pernah saya baca, bahwa perjalanan berpuluh bahkan beratus-ratus meter di awali dengan pijakan kaki kita selangkah demi selangkah. Begitupun kemampuan menulis kita dapat kita lakukan melalui satu kalimat, dua kalimat, satu paragraf dua paragraf sehingga nantinya dapat kita bukukan. 

Sekian tulisan dari catatansaeroji.com. Sekiranya sahabat setia pembaca catatansaeroji.com ada hal yang perlu dibahas atau dikomentari bisa dituliskan di kolom komentar. Terima kasih.

Semarang, 2 Februari 2021

Oleh: Ahmad Saeroji

Label:

Senin, Februari 01, 2021

Tips Belajar Bahasa Inggris untuk Pemula dengan Miss Inaya

https://m.ayosemarang.com

Hallo pembaca setia catatansaeroji.com. Pada tulisan kali ini saya akan berbagi tips belajar bahasa Inggris dengan Miss Inaya. 

Tulisan ini hasil diskusi dengan Miss Inaya dosen Jurusan Pendidikan Ekonomi UNNES. Selain menjadi dosen beliau juga sebagai yutuber pendidikan. Untuk melihat channel youtube-nya bisa di lihat disini:


Selain pandai mengenai ilmu ekonomi Miss Inaya juga Jago bahasa Inggris.

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan oleh pembaca setia catatansaeroji.com untuk dapat menguasai bahasa asing, terutama bahasa inggris bagi pemula. 

Baik langsung saja saya akan menyampaikan beberapa tips untuk dapat belajar bahasa inggris menurut 
Mis Inaya.

1. Belajar dari film kartun

Mengapa harus film kartun? Karena film kartun pelafalannya lebih jelas. Jadi untuk pembelajar pemula bahasa inggris, film kartun yang berbahasa Inggris lebih mudah untuk di dengar dan di tirukan.

Setelah mendengar kosakata yang di film, juga harus dipraktikkan dalam pelafalannya. 

Bahasa Inggris yang digunakan di film kartun lebih simpel, karena film tersebut ditujukan untuk anak-anak, sehingga lebih ekspresif, serta bisa menambah vocab.

2. Mendengarkan lagu bahasa inggris.

Berlatih dengan mendengarkan lagu bahasa inggris juga dapat meningkatkan kemampuan listening kita. Selain itu di lagu bahasa inggris, terkadang ada makna kiasan yang terkadang jarang kita dengar. Sehingga menambah vocab bahasa Inggris.

3. Buat atau bergabung di sebuah sebuah komunitas. 

Dengan bergabung di sebuah komunitas untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris sangat penting, karena melalui komunitas dapat mensuport supaya lebih semangat dalam mempelajari bahasa Inggris. Selain itu juga menjadi wadah tempat kita bertanya mengenai suatu yang kita tidak tau, baik dari segi gramer atau arti sebuah kata.

4. Grammar dulu atau speaking dulu?

Untuk belajar bahasa inggris, sebenarnya kita belajar grammar dulu atau speaking dulu, semua tergantung dengan tujuan kita belajar bahasa inggris.  

Ada plus minusnya dalam belajar bahasa inggris mengenai apakah grammar dulu atau speaking dulu.

Kalo belajar speaking dulu baru grammar, speaking kita lancar, namun grammar kita acak-acakan. Kalo dengan sistem ini tujuan yang tepat adalah untuk kemampuan berkomunikasi atau speaking.

Kalo belajar grammar dulu tujuannya adalah untuk mengikuti meningkatkan kemampuan menulis dalam bahasa inggris, atau persiapan tes, bisa tes toefl atau tes kemampuan bahasa inggris lainnya.

Kalo pingin lancar menulis bahasa inggris dengan benar berarti belajar grammar, sedangkan untuk tujuan berkomunikasi dengan lancar berarti yang terpenting ada bicara dulu atau speaking dulu untuk grammar urusan belakang.

5. Berlatih, berlatih dan berlatih.

Tips nomer lima ini yang sangat dibutuhkan. Karena berbahasa adalah sebuah keterampilan sehingga untuk menguasainya harus di latih dan dipraktikkan secara terus menerus dan konsisten.

Itu beberapa tips yang dapat dipraktikkan supaya bisa berbahasa Inggris. Mengenai apakah gramer dulu atau speaking dulu tergantung tujuan kita belajar bahasa Inggris. Jika ada yang ingin di tanyakan atau di diskusikan bisa di tuliskan di kolom komentar.

Semarang, 1 Februari 2021
oleh : Ahmad Saeroji

Label:

Selasa, Januari 26, 2021

Cara Menulis Resume Jadi Sebuah Buku

Sumber : https://sumut.idntimes.com/

Pernahkah Anda ikut seminar, workshop dan pelatihan-pelatihan lainnya? Jika pernah selain sertifikat yang Anda peroleh apalagi yang bisa Anda jadikan bukti telah ikut sebuah pelatihan, seminar atau workshop?  

Pada kali ini saya akan berbagi cara terkait dengan bagaimana menghasilkan karya buku melalui hasil resume. Ini juga bisa diterapkan saat melihat tayangan televisi, youtube dan informasi lain yang dianggap penting sehingga dibuat sebuah resume, dan pada akhirnya jadi sebuah buku.

Resume menurut KBBI merupakan rangkuman atau ringkasan. Resume ini biasanya kita gunakan saat kuliah atau sekolah dulu saat membuat catatan di buku dari materi yang disampaikan guru atau dosen. 

Baik langsung saja, terkait dengan cara menjadikan sebuah catatan atau resume menjadi buku. Ada tujuh cara yang ingin saya sampaikan untuk menjadikan resume menjadi sebuah buku.

1.  Kumpulkan hasil resume secara digital, 

Misalkan catatan hasil resume kita masih dalam tulisan tangan di buku, ubahlah menjadi catatan menjadi catatan digital di dalam komputer. Misal  bisa menggunakan microsoft word, ditulis di blog, di media sosial, dan di media digital yang lain. Hal ini memudahkan kita untuk menyusun kembali untuk dijadikan sebuah buku. 

2. Kelompokkan tulisan sesuai dengan tema Tema

Buatlah pengelompokkan hasil resume yang telah kita buat ke dalam sebuah tema. Misal hasil resume di buat di blog gunakan sistem sitemap atau dengan menggunakan label. Sehingga jika tulisan sudah cukup dirasa untuk diterbitkan biar lebih mudah pemilihannya.

3. Buat Table of Content (TOC) atau daftar isi.

Setelah hasil resume kita telah dikelompok-kelompokkan berdasarkan tema, maka langkah selanjutnya adalah menyusun sebuah TOC atau dafar isi. Setelah daftar isi terbentuk, langkah selanjutnya adalah menyusun hasil penglelompokan tulisan yang dibuat per tema menjadi kelompok bab.

4. Kembangkan TOC 

Setelah TOC jadi dan tulisan sudah dikelompokkan menjadi satu file maka langkah selanjutnya adalah mengembangkan TOC atau isi dari hasil resume kita dengan menambahkan referensi yang sesuai dengan pokok bahasan tulisan, sehingga tulisan kita menjadi lengkap dan didukung referensi yang kuat.

5. Review, Revisi, dan Edit Naskah.

Langkah review, revisi dan edit naskah dilakukan setelah semua ide gagasan sudah tertuangkan semua dalam bentuk tulisan barulah proses ini dilakukan. Lakukan editing terkait dengan ejaan dan tata tulis yang kit sesuaikan dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Selain itu juga menghindari atau meminimalisir salah ketik dan lain sebagainya.

6. Buat sebuah sinopsis dan kata pengantar buku

Jika naskah sudah dirasa selesai, sampai dengan editing. Langkah selanjutnya buatlah sebuah sinopsis dari rencana buku yang akan kita terbitkan. Sinopsis dibuat untuk menarik para calon pembaca buku kita, sehingga para pembaca merasa penasaran untuk membaca keseluruhan isi buku kita. Mintalah kata pengantar dari orang-orang yang dirasa memiliki kemampuan dan kapabilitas dalam bidang buku yang kita tulis, sehingga untuk memperkuat dan meyakinkan para pembaca buku kita.

7. Kirim ke Penerbit

Jika langkah satu sampai dengan enam kita lalui maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengiriman naskah kita ke penerbit. Biasanya proses ke penerbit membutuhkan waktu kurang lebih satu sampai dengan dua bulan, tergantung antrean penerbit. Atau melakukankan penerbitan di penerbit indie. Baca juga di tulisan saya terkait jenis penerbit.

Itu beberapa teknik untuk dapat membuat sebuah buku dari hasil resume. resum disini bisa dari kegiatan kuliah, mengajar, mengikuti seminar, workshop, melihat tayangan telvisi, menonton video dan aktivitas lainnya yang dituangkan dalam bentuk tulisan. 

Semarang, 26 Januari 2021
Ditulis hasil resume dari kegiatan belajar menulis PGRI.







 

Label:

Sabtu, Januari 23, 2021

Ternyata TEMPE bisa Go Internasional

www.goodnewsfromindonesia.id
sumber : www.goodnewsfromindonesia.id

Seteleh tulisan saya mengenai table maner tahu tempe yang telah saya tuliskan sebelumnya, maka kali ini saya akan menuliskan mengenai produk tempe yang go internasional.

Tepatnya di kawasan industri pengolahan makanan di distrik Songjian, Sanghai, Indonesia telah mendirikan pabrik tempe. Dengan nama "Rusto Tempeh".

Tujuan didirikannya pabrik tempe tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang berada di China. Dimana jumlah dari masyarakat yang ada di sana cukup besar. Hal ini juga merupakan wujud kecintaan anak bangsa Indonesia dalam mengenalkan dan mempromosikan kuliner Indonesia ke China.

Sebelumnya komoditas tempe memang sudah lama diperjualbelikan di pasar daring di Taobao dan Alibaba.com, walaupun jumlah produk tempe yang dijual masih sangat terbatas dan hanya dikenal masyarakat Indonesia yang tinggal di China. Sehingga dengan didirikannya pabrik tempe tersebut dapat memenuhi pasokan tempe di China. 

Semoga Tempe Go Internasional tersebut dapat menjadikan sebuah promosi kuliner Indonesia, yang mampu di kenal masyarakat dunia. 

Menurut dw.com ternyata pada tahun 1984 ada 18 perusahaan tempe yang ada di Eropa, di AS sebanyak 53, dan juga sudah sampai ke jepang dengan jumlah perusahaan tempe sebanyak 8 perusahaan.  Selain itu walaupun di kenal hanya kalangan terbatas tempe juga sudah di kenal di Taiwan, Sri Lanka, Kanada, Australia, Amarika Latin dan Afrika. 

Di luar Negeri juga banyak ilmuan yang meneliti tempe sebagai obyek penelitiannya. Negara yang mulai meneliti tempe diantaranya Amerika, Belanda, Jepang dan Malaysia. Sampai-sampai malaysia mencoba untuk membuat institut untuk tempe.

Untuk itu beberapa pihak di Indonesia mengkhawatirkan produk tempe tersebut akan di akui oleh bangsa lain. Untuk itu diperlukan lisensi untuk pemegang hak paten tempe.

Di tingkat Internasional telah ditetapkan oleh Codex Alimentarius Comission sebagai standar regional Codex untuk tempe, denganCODEX STAN 313-2013, standar regional tempe. 

Untuk itu dengan diadopsinya standar Codex tempe sebagai rujukan Internasional memberikan kesempatan untuk perusahaan tempe dapat dikenal dan diterima dikalangan Internasional.

Semarang, 23 Januari 2021
Oleh: Ahmad Saeroji

Sumber: CNN Internasional (cnnindonesia.com) dan dw.com

Label:

Resume Kegiatan Workshop Analisis Statistik Inferensial dengan AMOS

Pagi ini (23/01/21) saya mengikuti Workshop Analisis Statistik Inferensial dengan AMOS. Kegiatan diselenggarakan oleh Pusat Studi Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.

Pembicara pada kegiatan workshop menghadirkan pembicara yang luar biasa dan menggeluti dunia penelitian terutama penelitian kuantitatif. Beliau adalah Bapak Muhammad Feriady, S.Pd., M.Pd., yaitu dosen di Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri semarang.

Materi yang disampaikan oleh Bapak Feri sangat luar biasa. Materi pertama yang disampaikan adalah terkait dengan konsep Structural Equation Model (SEM). 

Apa itu SEM? SEM adalah sebuah teknik pemodelan statistik yang bersifat sangat cross-sectional, linier dan umum. Adapun yang termasuk dalam SEM meliputi analisis Faktor (factor analisis), Analisis jalur (path analysis) dan Regresi (regression). 

SEM juga merupakan teknik statistik yang digunakan untuk membangun dan menguji model statistik yang biasanya dalam bentuk sebab akibat. 

Apa yang membedakan SEM dengan regresi berganda?

Sebenarnya SEM hampir mirip dengan regresi berganda. yang membedakan SEM dengan regresi berganda adalah SEM memiliki teknik analisisnya yang lebih kuat karena memiliki pemodelan interaksi, nonlinearitas, variabel - variabel bebas yang berkorelasi (correlated independents), kesalahan pengukuran, gangguan kesalahan yang berkorelasi (correlated error terms), beberapa variabel bebas laten (multiple laten independents) dimana masing-masing diukur dengan menggunakan beberapa indikator. Selain itu satu atau dua variabel tergantung laten masing-masing juga diukur dengan beberapa indikator.

SEM bersifat sebagai teknik analisis penegasan (confirm) daripada menerangkan. Dimana seorang peneliti lebih cenderung menggunakan SEM untuk untuk mengukur keakuratan sebuah permodelan dalam menjelaskan fenomena-fenomena riset ilmu sosial. 

SEM terdapat istilah variabel laten dan variabel terukur. Variabel laten memiliki pengertian  variabel yang diukur melalui indikator yang digunakan untuk menggambarkan variabel tersebut. sedangkan variabel terukur disebut juga variabel observb yaitu variabel yang diukur secara langsung berdasarkan nilai skala yang ditunjukkan oleh alat ukur.

Langkah-langkah pemodelan dalam SEM dilakukan melalui:

  1. Pengembangan model teoritis
  2. Pengembangan diagram alur
  3. Konversi diagram alur ke dalam persamaan
  4. Memilih matrik input dan Estimasi model (Korelasi atau kovariansi)
  5. Mendeteksi masalah identifikasi
  6. Evaluasi kriteria goodness of fit
  7. Interpretasi dan modivikasi model

Langakah awal yaitu membangun model teoritis. Misalkan kita akan meneliti tentang perilaku para muzaki (pembayar zakat) di kota semarang. Untuk menganalisis perilaku digunakan teori  Planned Behavior dari Ajzen. Selanjutnya teori tersebut dikembangkan, serta di operasionalisasi dengan masalah empiris di lapanan. sehingga diperoleh model seperti gambar berikut:


Setelah dibuat model maka proses selanjutnya adalah praktik dengan menggunakan aplikasi AMOS. Untuk penjelasan mengenai penjelasan aplikasi AMOS tidak dibahas dalam resum ini.

Apa itu AMOS?

Amos merupakan kependekan dari Analisis of Moment Structures yang digunakan sebagai pendekatan umum analisis data dalam Model Persamaan Struktural (Structural Equation Model) atau yang dikenal dengan SEM.

Semarang, 23 Januari 2021
Oleh: Ahmad Saeroji

Label:

Jumat, Januari 22, 2021

Cara Memiliki Mental Seorang Penulis Hebat

https://www.idntimes.com/


Malam ini (22/01/21) belajar menulis mengangkat tema di luar teknis menulis, yaitu "Mental Seorang Penulis". Walau di luar teknis menulis membangun mental untuk menjadi seorang penulis itu juga perlu, terutama adalah penulis pemula. 

Narasumber kali ini dari guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Wanita kelahiran Subang 23 Mei 1990 ini memiliki Nama Ditta Widya Utami, S.Pd. Walaupun masih muda memiliki segudang karya dalam hal tulis menulis. 

Penyampain materi diawali dengan menyanyi. Dengan iringan gitar yang dipetiknya yang diunggah melalui chanel yutubnya menjadikan suasana pelatihan menulis malam ini semakin semarak dan meriah. Karena dalam benak beliau memiliki jargon, bersenang-senang hari ini (harus bahagia dan lakukan yang terbaik). Dari jargon tersebut memiliki makna, bahwa nikmati dan manfaatkan hari ini sebaik mungkin, untuk dapat menikmati dikemudian hari. 

Setelah selesai menyapa dan membuat apersepsi dengan bernyanyi mulailah sebuah prolog yang disampaikan, bahwa untuk menjadi seorang penulis handal, selain mengetahui teknik menulis, juga diperlukan untuk memiliki mental yang kuat dan sehat.

Jika kita tengok kisah beberapa penulis tersohor baik di dalam maupun di luar negeri, ternyata banyak yang harus jatuh bangun ketika memulai karirnya sebagai seorang penulis. Namun, karena mereka (salah satu faktornya) memiliki mental yang kuat, mereka bisa bangkit kembali dan akhirnya meraih kesuksesan. Bahkan karyanya menjadi karya yang best seller.

Jadi, mental yang dimaksud di sini lebih kepada sebuah cara berpikir untuk dapat belajar dan merespons suatu hal. Sebagaimana yang dilakukan para penulis hebat dalam menghadapi setiap tantangan.

Mental apa saja yang harus dimiliki seorang penulis? berikut beberapa mental yang harus dimiliki seorang penulis terutama penulis pemula.

1. Siap Konsisten

Semua orang bisa jadi penulis, akan tetapi untuk menjadi penulis hebat diperlukan sebuah konsisten. Dengan memiliki sikap yang konsisten saat menulis kita menemui berbagai tantangan, Kita bisa melewatinya.

Menulis merupakan sebuah kata kerja, artinya kita harus melakukannya, tanpa melakukannya kita tidak akan menjadi konsisten. Gunakan berbagai platform untuk media menulis, mulai dari blog, media sosial dan media lainnya untuk dapat mengasah menulis. 

Belajar dari Hoek Gie, dari buku catatan kemudian lahir sebuah buku. atau RA Kartini dari surat menyurat yang dikumpulkan akhirnya juga bisa menjadi sebuah buku. Itu semua adalah berkat konsisten. 

Untuk memaknai konsisten dalam menulis kita bisa mengambil kutipan dari Om Jay "Teruslah menulis setiap hari dan buktikan apa yang terjadi". Dengan kutipan tersebut kita bisa memunculkan motivasi untuk tetap selalu menulis setiap hari. 

Salah satu tips agar bisa memiliki mental untuk konsisten adalah dengan mengenali diri sendiri. Sehingga tantangan apa pun yang menghadang, kita akan tau apa yang harus kita lakukan serta mencari solusi terbaiknya.

2. Siap Dikritik

Ketika kita memutuskan untuk memublikasikan hasil karya tulisan kita di blog/buku/media sosial/media massa, dan lain sebagainya, maka penting kita sadari bahwa tulisan kita telah menjadi "milik publik". Sehingga kritikan itu menjadi hal yang biasa.

Untuk mengenali jenis kritik itu ada dua yaitu kritik positi dan negatif. Kritik Positif sifatnya membangun. Sedangkan untuk kritik Negatif sifatnya adalah bisa jadi menjatuhkan agar bisa menjadi down. Namun sekali lagi kita harus mampu mengambil hikmah dari kritikan tersebut untuk menaikkan tingkat kualitas tulisan kita.

Kritik Negatif salah satu faktornya adalah bisa jadi tidak suka dengan kita. dan bersifat bodo amat. dan tetap fokus dan tetap menulis merupakan sebuah mental penulis yang luar biasa.

Dengan demikian, kita harus menyiapkan mental untuk menerima masukan dari publik. Tak hanya bersiap untuk komentar baik, kita pun harus bersiap bila ternyata ada yang mengkritik dengan cukup tajam atas tulisan kita.

Dengan adanya masukan/kritik dari berbagai pihak, kita bisa mengetahui kekurangan dalam tulisan kita. Bukan hanya dari kacamata sendiri, tapi juga dari kacamata pembaca.

3. Siap Belajar

Lakukan riset dan tambah bacaan. Belajar untuk dapat peka dan membaca terhadap lingkungan sekitar. Membaca tidak hanya diartikan membaca buku, akan tetapi melakukan riset dan memperhatikan lingkungan sekitar, yang nantinya akan kita jadikan sebuah tulisan, itu juga merupakan sebuah aktivitas belajar.

Jika sudah senang dan konsisten menulis, sudah bisa menerima saran maupun kritik, maka sungguh kita memiliki mental untuk belajar bertumbuh.

Ada dua cara yang dapat ditempuh untuk tetap mampu belajar dan menuangkannya kedalam bentuk tulisan antaran lain :

a. Melakukan riset

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tulisan adalah dengan melakukan riset. Bisa dengan berkunjung ke perpustakaan, berkunjung ke toko buku untuk mengamati buku-buku best seller, melacak apa yang sedang menjadi trend di sosial media maupun dengan google traffic, dan alat lain yang mendukung kegiatan mini riset kita, yang nantinya menjadi bahan tulisan kita.

b. Tambah Bacaan

Saat ini, dimana literasi begitu digaungkan, maka kita harus menyiapkan mental untuk siap menjadi orang yang literat. Salah satunya dengan meningkatkan daya baca. Baik membaca dalam arti sempit yaitu membaca buku, maupun membaca dalam arti luas yaitu membaca kejadian dan peristiwa disekitar kita.

4. Siap ditolak

Mental berikutnya yang perlu kita sadari adalah siap ditolak oleh media maupun penerbit. 

Saat naskah kita ditolak, coba lagi dan lagi. Atau cari alternatif lain. Misal dengan menerbitkan sendiri atau dipublish di berbagai media sosial.

Belajar dai penulisa terkenal dan luar biasa yaitu JK Rowling, dimana pernah ditolak belasan penerbit. Dewi "Dee" Lestari sang penulis Supernova pun pernah merasakan ditolak penerbit. Bahkan sekelas novelis horor Stephen King pun pernah ditolak.

Bayangkan, jika mereka berhenti berjuang saat ditolak penerbit satu dua kali, mungkin saat ini kita tidak akan mengenal karya karya hebat mereka. Masih banyak lagi kisah-kisah para penulis terkenal dan hingga akhirnya karya buku yang ditolah itu menjadi best seller.

5. Siap Menjadi Unik 

Just be yourself, jadilah dirimu sendiri, dan berikan warna yang beda dari orang lain. Untuk menjadi unik dapat mempelajari orang sukses, buat lain daripada yang lain sehingga tulisan kita memiliki karakter tersendiri bagi pembaca.

Maksudnya dalam menulis tidak perlu terlalu ikut-ikutan seperti orang kebanyakan. Tulis saja apa yang paling kita sukai. Yang paling sesuai dengan diri kita.

Di pelatihan menulis dalam grup ini juga banyak contohnya misalkan Omjay yang selalu unik dengan tulisan setiap harinya. Mr. Bams unik dengan kalimat-kalimat positifnya. Dan Bu Kanjeng yang unik dengan gaya bahasanya yang begitu hidup.

Bisa mempelajari blog atau buku Raditya Dika, isinya pasti humor. Jika membaca buku-buku Justin Gaarder (penulis Dunia Sophie), jangan heran jika terselip unsur filsafat. Karena basicnya beliau memang pernah jadi guru filsafat sebelum menjadi penulis.

Nah, apa yang unik dalam diri kita? Mari kita tuangkan dalam bentuk tulisan. Sehingga kita memiliki karakter tersendiri.

Jadilah penulis jujur yang apa adanya dan ada apanya. Tidak dibuat-buat/dipaksakan (apa adanya) namun tetap berbobot (ada apanya). Selain itu juga bisa kita tingkatkan kemampuan menulisa kita, dengan cara terus berlatih menulis dan membaca.


Label:

Tips dan Trik Memiliki Karya Buku Secara Mudah


Terbesit dalam benak saya adalah apakah bisa segala sesuatu dapat dilakukan secara instan? Ternyata mie instan aja membuatnya butuh proses panjang biar bisa dinikmati. 

Begitupun keinginan membuat Buku secara instan apakah bisa? Ternyata bisa menulis buku secara singkat. 

Pelatihan menulis malam ini (18/01/2021) kedatangan narasumber hebat yaitu Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. kelahiran  Kudus, 12 Juni 1989. Saat ini penulis bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri 8 Semarang.

Bu Nora adalah penulis Penerbit Mayor PT Andi Offset. Apa yang menjadi kunci Bu Nora bisa menerbitkan buku secara singkat? Berikut tipsnya:

1. Mengikuti program menulis Antologi atau kolaborasi

Pertama kali untuk menciptakan kepercayaan diri dalam menulis, sebelum menulis buku solo maka terlebih dahulu mengikuti atau menulis terlebih dahulu secara kolaborasi. Setelah memiliki kepercayaan diri baru mencoba untuk menulis buku secara solo. Selain itu manfaat yang diperoleh ketika menulis Antologi atau kolaborasi selain belajar dari karya penulis lain, juga kita dapat dituntut menulis terlalu banyak bab untuk dijadikan buku.

2. Menulis setiap hari di blog

Cara ini untuk mempermudah dalam mendokumen tasikan karya kecil kita, sedikit demi sedikit ketika sudah banyak tulisannya baru dijadikan buku. Misal menggunakan blog pribadi untuk menyimpan dan menuangkan tulisan kita di blog pribadi kita. seperti istilah sedikit demi sedikit lama-lama menjadi buku. Usahakan menulis dengan tema yang sama, kemudian dikumpulkan menjadi satu dan selanjutnya dijadikan satu menjadi buku.

3. Menulis di media Sosial

Buatlah status di facebook, instagram atau media sosial yang lain untuk dijadikan sarana menulis untuk tulisan yang lebih berarti. Misal cerita motivasi, pengalaman pribadi ataupun cerpen yang ditulis secara konsisten, selanjutnya jika sudah banyak baru dikumpulkan jadi buku.

4. Menulis di buku harian.

Cerita pribadi bisa saat cerit sedih, bahagia, atau suasana apapun, kita dapat menuangkan rasa itu di buku harian kita. dengan cara menuliskannya dalam bentuk fiksi atau model penulisan yang lain sehingga nantinya bisa kita jadikan buku.

5. Ajak Partner 

Ajak rekan dekat satu profesi, siswa, mahasiswa, atau partner lain yang bisa kita aja berkolaborasi untuk membuat buku.

Jurus Menulis dengan Metode TOJTRP

1. Tema

Tentukan tema apa yang nantinya akan kita tulis. Dengan menentukan tema maka tulisan kita akan terarah.

2. Outline /TOC/ Daftar Isi

Bagian ini adalah merupakan langkah kedua setelah kita menentukan Tema. Mengapa TOC ini penting? Karena membantu menjabarkan tiap bab dan sub bab dalam buku. 1.daftar isi merupakan kerangka pikiran kita dalam menuangkan setiap ide dalam buku yg akan kita tulis 3. Kita dapat mengetahui awal dan akhir dari buku kita melalui daftar isi ini 4. Membantu kita dalam mencari referensi / pustaka yang kita butuhkan 5. Agar tulisan dalam buku kita lebih terfokus dan tidak sampai keluar bahasan / topik Misal jika kita memiliki 5 bab dalam daftar isi, kita mungkin dapat menargetkan kelima bab ini harus selesai dalam 5 bulan. Berarti 1 bab HARUS selesai dalam 1 bulan.  6. Dan yang paling penting, adanya daftar isi ini akan membantu kita untuk menjadwalkan kapan buku kita harus selesai. Dengan kata lain target waktu selesainya buku Dengan cara ini, maka buku kita akan cepat selesai karena kita sudah memiliki target penyelesaian 

Lalu BAGAIMANA cara membuat daftar isi?

Untuk naskah non fiksi

Ikuti pedoman 2W+ 1H 

Bab awal merupakan bab yang menjawab why, artinya mengapa. Dalam hal ini BAB awal dapat berupa MENGAPA ..... PENTINGNYA ....ALASAN..... 

Bab selanjutnya menjawab WHAT (apa), Artinya bab tersebut menjelaskan pengertian, jenis, atau mungkin ciri khusus dari apa yang akan kita tulis di buku kita.Sebagai contoh  MENGENAL MEDIA .... APA ITU MEDIA .... SPESIFIKASI MEDIA ...

bab berikutnya yang biasanya merupakan bab akhir, biasanya menjawab HOW (bagaimana). Nah, untu menjawab HOW ini, dapat dibuat lebih dari 1 bab karena How meliputi tahap pembuatan, pelaksanaan, penerapan, hasil dan kelebihan serta kekurangan. 

Misal :PENERAPAN MODEL ....IMPLEMENTASI ..PERANCANGAN....HUBUNGAN MODEL .... KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL ....

Setelah bapak ibu membuat daftar isi baik untuk naskah fiksi atau non fiksi, kembangkan tulisan dari daftar isi tersebut. Tuliskan sesuai dengan apa yang bapak ibu rancang dalam daftar isi

Sedangkan untuk NASKAH FIKSI seperti novel dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

Tentukan prolog, biasanya pengenalan tokoh, setting cerita, awal cerita. Biasanya di prolog ini belum ada konflik, alur juga belum terlalu terlihat, karena masih merupakan bagian awal dari cerita

Tentukan konflik cerita, biasanya di bab2 pertengahan sudah mulai muncul apa yang menjadikan konflik atau permasalahan dari cerita itu. Ini merupakan bab inti karena di dalamnya ada hikmah yang dapat diambil dari pembaca

Tentukan klimaks dari konflik. Ini biasanya masih ada di bab pertengahan yang merupakan puncak dari konflik yang terjadi. 

Tentukan solusi dari konflik yang ada. Ini merupakan bagian bab sebelum akhir bab. Biasanya penulis menyajikan solusi permasalahan dari konflik yang terjadi, jalan keluar, adanya hikmah dan pesan kepada pembaca

Tentukan epilog yang merupakan akhir dari cerita dan tentunya merupakan bab penutup dari cerita di naskah fiksi Akhir cerita boleh happy ending atau sad ending tergantung dari si penulis. Mungkin di tengah jalan, akan ada tambahan daftar isi, hal ini tentunya tidak masalah ASAL tambahan tersebut tidak keluar dari TEMA yang telah ditentukan Sebelum masuk langkah ketiga, setelah kita mempunyai TOC / outline tadi,,cari REFERENSI untuk mendukung penulisan buku. Baik buku fiksi atau non fiksi, wajib ada referensi. Beda memang, tapi ini sangat berguna

3. Jadwal

Setelah tema, outline atau TOC selesai, langkah selanjutnya adalah membuat jadwal menulis. Jadwal kita tentukan berdasarkan outline yang kita buat, misal kita ingin 1 bulan selesai sementara kita memiliki 5 bab di outline kita, tinggal dibagi saja waktu 1 bulan itu dengan 5 bab. Itu adalah waktu kita menyelesaikan buku 5 Bab dalam 1 bulan

4. Tulis (Action)

Setelah outline siap, jadwal sudah dibuat dan referensi juga sudah siap, maka langkah selanjutnya tinggal tulis deh sesuai dengan outline yang kita buat.

5. Revisi

Pada tahap ini yang biasanya membutuhkan waktu paling lama. Setelah semua tulisan selesai hingga bab akhir, lakukan revisi. 

Revisi dapat dilakukan dengan swasunting atau dengan bantuan orang lain. Caranya kita bisa minta bantuan beberapa teman membaca naskah kita, ini sangat berguna untuk menemukan kesalahan dalam penulisan. Baik dalam hal EYD, struktur kalimat atau pemilihan kosa kata. Dengan demikian, hasil buku kita akan lebih renyah ketima dibaca.

6. Terakhir penerbit

Setelah semua beres, naskah lengkap sudah editing, pelengkap naskah sudah oke,,tinggal deh masukkan ke penerbit. Boleh penerbit mayor atau indie. Pasti ada plus minusnya

Itu tips dan trik supaya mudah menerbitkan buku. 

Label:

Kamis, Januari 21, 2021

Kamis Menulis || Kata "Lose"


SUAKA MARGA KATA

Baca selengkapnya »

Label:

Tips Menerbikan Buku Bagi Penulis Pemula


Belajar menulis malam ini (20/01/2021) menghadirkan pembicara hebat, yaitu Pak Mukminin, S.Pd. M.Pd. Peria kelahiran Jombang, 6 Juli 1965 ini adalah seorang guru di SMP 1 Kedungpring Lamongan mulai tahun 1989 sampai dengan sekarang. 
Selain menjadi seorang guru, pria yang memilik hobi membaca dan menulis ini memiliki nama pena Cak Inin. Beliau juga menjadi penerbit buku, yaitu dengan nama Kamila Press.

Tips Meningkatkan Kemampuan Menulis bagi Pemula

Cak Inin pada kesempatan ini membagi beberapa Tips bagaimana seorang penulis pemula dapat menerbitkan buku hasil karyanya. Adapun beberapa tips yang dibagikan oleh cak ini adalah sebagai barikut:
  1. Diperlukan keberanian dan tekat yang kuat untuk dapat menerbitkan buku hasil tulisannya. Tanpa ada niat yang kuat maka bagi penulis pemula sulit untuk menerbitkan sebuah buku. Karena menulis itu bukan karena bakan akan tetapi karena memiliki sebuah kemamuan, kemampuan dan niat yang kuat untuk tetap selalu menulis dan berlatih secara terus menerus.
  2. Merubah mindset bahwa menulis itu mudah. Dengan kita merubah cara pandang dan cara berfikir bahwa menulis itu mudah maka secara otomatis pikiran dan hati kita akan diberi kemudahan, secara tidak langsung dengan kita berfikir positif seperti itu akan masuk di alam bawah sadar kita. Akan tetapi kalau cara berfikir kita tidak dirubah, masih berfikir bahwa menulis itu sulit maka terhentilah pikiran dan hati kita serta daya kreativitas kita untuk dapat menulis. Ada pendapat yang mengatakan bahwa menulis itu mudah, semudah berbicara. Memang itu benar dengan kemajuan teknologi, ada sebuah aplikasi yang dapat merubah suara menjadi sebuah tulisan. Jadi saat ini menulis tidak harus menguasai keterampilan mengetik, terutama mengetik sepuluh jari.
  3. Lakukan kegiatan menulis dari apa saja yang kita dengar, kita lihat kita baca dan kita rasakan. Dengan mengawali menulis dari apa yang kita dengan, kita baca dan kita rasakan maka mempermudah kita untuk mengalirkan sebuah kata-kata menjadi kaliman dan paragraf. Hal ini dikarenakan kita memiliki pengetahuan tentang itu. Sehingga kita lebih mudah untuk menuangkan di dalam tulisan.
  4. Kenali potensi kita, apakah kita ahli dibidang tertentu, misal ahli dibidang bisnis, agama, pendidikan, fiksi, IT, motivasi atau keahlian lainnya. Dengan mengenali potensi diri, kita akan mudah untuk menuangkan dalam tulisan. Sehebat apapun potensi kita jika kita tidak melatih dan mengasahnya terus menerus maka akan sia-sia. Untuk itu dengan berlatih secara terus menerus dan rutinlah maka kemampuan kita di dalam menulis akan meningkat.
  5. Perbanyak Membaca. Untuk menjadi penulis hebat, harus diiringi pula dengan menjadi pembaca yang hebat pula. Karena untuk menjadi penulis buku harus memiliki pengalaman dan pengetahuan. Dengan banyak membaca buku, wawasan kita akan betambah dan menjadikan tulisan kita menjadi menarik untuk dibaca.
  6. Praktik, Praktik dan Praktik. Selanjutnya yang terpenting dalam menulis adalah praktik, karena menulis adalah suatu keterampilan. Karena keterampilan maka harus dilakukan dengan mempraktikkannya sehingga kemampuan kita dalam menulis akan meningkat. Bagaiamana cara memulai praktik menulis? yaitu dengan cara menulis apa saja yang kita suka selanjutnya disimpan. Tulis dengan model 5W + 1H, atau menulis di buku catatan/kertas.
  7. Tentukan waktu menulis yang tepat. Mulailah dengan cara mencari waktu yang tepat untuk menulis, setiap orang dalam memilih waktu yang tepat menulis tidak sama, ada yang bisa menulisnya habis sholat subuh, ada yang sebelum tidur. Hal itu terserah pilihan masing-masing.
  8. Buat Pokok-pokok tulisan. Untuk memulai menulis terlebih dahulu membuat pokok-pokok tulisan, yang nantinya dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang enak dibaca dengan kalimat pendek, sederhanan dan mudah dipahami pembaca dengan cara menggunakan istilah-istilah umum.
  9. Bergabung ke dalam sebuah komunitas. Dengan kita bergabung di sebuah komunitas menulis maka kita menciptakan sebuah lingkungan yang mendukung kemampuan kita untuk menulis. Karena kita saat bergabung di sebuah komunitas menulis pengetahuan dan motivasi kita untuk menulis semakin tinggi.
Itu beberapa tips yang dapat dilakukan oleh penulis pemula. selanjutnya bagaimana biar tulisan kita dapat dijadikan sebuah buku? 

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menulis Buku

Cak Inin juga membagikan tips atau syarat-syarat apa saja yang yang dapat dipersiapkan supaya  tulisan kita menjadi sebuah buku adalah dengan mempersiapkan diantaranya:
a. cover
b. Judul yang menarik (buat judul yang menarik bagi pembaca)
c. kata pengantar
d. menyusun secara sistematis beberapa tulisan kita kedalam daftar isi.
e. darftar pustaka
f. biodata penulis
g. sinopsis yang berisi inti dari isi buku serta kelebihan buku kita
h. di jadikan satu file supaya lebih mudah dikirimkan ke penerbit.

Mengenal Jenis Penerbit

Ada dua jenis penerbit yaitu penerbit mayor dan penerbit indie. Apa yang membedakan keduanya? berikut berbedaan penerbit mayor dengan penerbit indie:

1. Penerbit Mayor

Mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

Penerbit mayor dari sisi profesionalitas mengedepankan kualitas isi dari buku yang akan diterbitkan. Sehingga ada seleksi terhadap penulis yang mengajukan di penerbit mayor. Sistem pembayaran ke penulis adalah sistem royalti dengan perjanjian antara penulis dan penerbit.

Di penerbit mayor naskah yang dikirimkan penerbit, diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1- 3 bulan. Jika naskah diterima, waktu terbitnya bisa cepat bisa juga harus menunggu bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah penerbit besar, maka banyak sekali SOP yang harus dilalui untuk buku yang kita tulis hingga bisa terbit.

Dari sisi royalti penerbit mayor mamatok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Pembayaran royalti biasayan dibayarkan dikirim ke penulis setelah mencapai angka dan nominal tertentu atau bisa setelah 3-6 bulan penjualan buku.

Untuk biaya penerbitan buku di penerbit mayor adalah gratis. Sehingga syarat dan ketentuan tulisan kita dapat diterbitkan cukup panjang prosesnya. Jika buku tidak laku dijual maka kerugian yang menanggung pihak penerbit.

2. Penerbit Indie 

Hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD (Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online atau toko online.

Setiap naskah yang dicetak tidak ada penolakan. Selama naskah yang akan diterbitkan dipenerbit indie layak untuk diterbitkan dan tidak melanggar undang-undang dan hak cipta dan merupakan karya sendiri, serta tidak mengandung usur SARA dan pornografi, maka naskah tersebut pasti diterbitkan. 

Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit.Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

Dari sisi waktu terbit, penerbit indie naskah dapat diproses dengan cepat. Dalam hitungan minggu buku sudah bisa terbit. 

Penerbit indie umumnya memperoleh 15-20% dari harga buku. Model promosi dilakukan secara mandiri lewat medi sosial dan toko online serta media promosi lainnya.

Biaya penerbit indie sesuai dengan aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.




Label:

Kamis, Januari 14, 2021

Tantangan kamis Menulis || Profil Bu Ai Setiawati

 

https://www.idntimes.com/

Kegiatan kamis menulis kali ini memiliki tantangan menulis secara diskriptif profil partner menulis kita. Kegiatan dilakukan dengan cara dibagi menjadi beberapa kelompok yang mendaftar di tantangan kamis menulis.

Saya berpartner dengan ibu Ai Setiawati M.Pd, Panggilan sehari-hari (Teteh) kalau ditempat kerja suka di panggil ( Ceuceu) panggilan dalam bahasa sunda yg artinya kakak perempuan. Seorang guru IPS di SMP Negeri 1 Sukatani Kabupaten Purwakarta. Lahir di Ciamis, 15 Mei 1977. Pendidikan terakhir yang ditempuh adalah S2 Pendidikan IPS yang ditamatkan tahun 2015. Saat ini memiliki anak 3. Usia anak Sulung 17 thn laki-laki. Anak ke 2 gadis usia 13 tahun. Anak ke 3 laki-laki usia 4 tahun dari seorang ayah teman SMP-nya dulu. Sangat beruntung sekali memiliki suami yang sangat mengerti dengan kesibukan istrinya. Selain jadi guru IPS juga diperbantukan jadi Guru BK, Kesiswaan.

Pernah menjadi kandidat OGN, menjadi pembina Eskul Drumband tergiat dari PDBI Kabupaten Purwakarta, Pembina Pramuka tingkat SMP tergiat tingkat kecamatan Sukatani. Memiliki tipe ipe orang yg selalu ingin tahu dan ingin bisa, serta memiliki tipe orang yang tidak mau diam atau pingin selalu beraktivitas.

Wanita kelahiran Ciamis ini juga memiliki hobi bulu tangkis dan volley. Sedari kecil sudah suka menulis, walaupun masih di buku diary. Ketika SD suka ikut lomba menyanyi dan menari sampai SMP. Hobi itu terpendam sampai di SMA, setelah jadi guru menari dan menyanyi tersalurkan lagi. Seru-seruan menari dan menyanyi bareng siswa Menjadi pelatih paduan suara dan pelatih menari. Sedih ketika Pandemi, tidak bisa melaksanakan upacara perpisahan padahal kegiatan itu telah rutin dilakukan, dan sering diberi tugas  menjadi MC merangkap pelatih. 

Sayang sampai sekarang nggak berani mengendarai motor ataupun mobil. Karena trauma muridnya tiap tahun pasti ada yg menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Paling takut kalau turun hujan apalagi hujan dimalam hari. Pernah menjadi korban bencana longsor waktu kecil dan masih terkenang sampai sekarang. Masa kecil bersama nenek, kakek, bibi di Ciamis. Sekarang kakek, bibi sudah meninggal dunia.

Ada cita-cita yang belum tercapai yaitu ingin menjadi dosen, waktu masih kuliah di Bandung sudah menjadi Asisten dosen. Karena satu hal, orangtuanya menyuruh pulang ke Purwakarta. Sempat berkarir di Bank sebelum menjadi guru honorer.

Karena mertuanya tinggal di lampung, sedangkan Dia tinggal di perumahan ciganea indah- Purwakarta Jabar dekat dengan rumah orang tuanya, mengharuskan tiap tahun pulang lampung. 

Keinginan di tahun 2021 adalah Ingin membuat buku, Inging mengikuti lomba Guru Berprestasi.

Itulah profil partner ditantangan kamis menulis kali ini. Untuk melihat profil saya yang di tulis Bu Ai KLIK DISINI

Blog : 

https:// aisetiawati2019.blogspot.com
https://Untaikata2019.blogspot.com

Label: