Jumat, Januari 29, 2021

Cara Mengatasi Akun WhatsApp yang Dibajak atau Diretas

sumber: ttps://suryamalang.tribunnews.com

Hallo pembaca setia catatansaeroji.com. Pada tulisan kali ini saya sedikit berbagi cerita tentang modus pembajakan akun Whatsapp (WA). 

Beberapa hari yang lalu saya dapat cerita dari teman grup WA. Ada sebuah kasus baru mengenai modus pembajakan WA.

Setelah akun di bajak oleh orang yang tidak bertanggung jawab, selanjutnya si pembajak memanfaatkan akun dari WA dari orang yang dibajak untuk meminta transfer uang dengan dalih meminjam sejumlah uang yang ada di kontak WAnya. Selain itu juga modusnya juga untuk mengirim sejumlah pulsa kenomor si pembajak.

Bagaimana WA bisa terbajak? modus yang digunakan oleh pembajak adalah dengan mengirim pesan sebagai berikut:

Sumber : Foto Grup WA


Si Pelaku biasanya sebelum membajak mengirim pesan seperti gambar di atas. Jika sahabat semua menerima pesan tersebut, jangan di ikuti, karena si pelaku sebenarnya meminta kode OTP yang sifatnya rahasia kepada si pemiliki akun WA untuk mengambil alih akun WA kita. Jadi jika memperoleh pesan seperti itu hiraukan saja.

Apabila Akun Whatsapp kita sudah terlanjur dibajak apa yang harus kita lakukan?

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan jika Whatsapp kita sudah terlanjur dibajak. Menurut suryamalang.com hal perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Hapus dan Install ulang aplikasi Whatsapp
2. Beritahu teman atau keluarga terdekat bahwa WA dibajak
3. Kirim email ke WhatsApp untuk Menonaktifkan akun.
4. Untuk menghindari pembajakan bisa disetting "Two-step Verification"

Cara mengaktif "Two-step Verification" 
1. Pilih Setting
2. Pilih account
3. Pilih "Two-step verification"

Ketika langkah-langkah tersebut sudah dilakukan, selanjutnya diminta untuk membuat enam digit PIN yang digunakan untuk masuk di akun WhatsApp. Selain itu juga diminta untuk memasukkan alamat email jika suatu saat lupa PIN.

Itu sedikit informasi terkait dengan kenapa ada yang membajak akun WA, itu salah satu penyebabnya. untuk itu tetap berhati-hati. Ketika memperoleh kode atau nomor yang di dalam pesan ada keterangan rahasia jangan sampai mengirimkan atau memberikan kepada orang lain, karena nomor itu bisa jadi adalah sebuah kunci untuk membuka aplikasi atau akun media sosial kita. 

Semarang, 29 Januari 2021

Sumber bacaan : https://suryamalang.tribunnews.com



  

Label:

Selasa, Januari 26, 2021

Cara Menulis Resume Jadi Sebuah Buku

Sumber : https://sumut.idntimes.com/

Pernahkah Anda ikut seminar, workshop dan pelatihan-pelatihan lainnya? Jika pernah selain sertifikat yang Anda peroleh apalagi yang bisa Anda jadikan bukti telah ikut sebuah pelatihan, seminar atau workshop?  

Pada kali ini saya akan berbagi cara terkait dengan bagaimana menghasilkan karya buku melalui hasil resume. Ini juga bisa diterapkan saat melihat tayangan televisi, youtube dan informasi lain yang dianggap penting sehingga dibuat sebuah resume, dan pada akhirnya jadi sebuah buku.

Resume menurut KBBI merupakan rangkuman atau ringkasan. Resume ini biasanya kita gunakan saat kuliah atau sekolah dulu saat membuat catatan di buku dari materi yang disampaikan guru atau dosen. 

Baik langsung saja, terkait dengan cara menjadikan sebuah catatan atau resume menjadi buku. Ada tujuh cara yang ingin saya sampaikan untuk menjadikan resume menjadi sebuah buku.

1.  Kumpulkan hasil resume secara digital, 

Misalkan catatan hasil resume kita masih dalam tulisan tangan di buku, ubahlah menjadi catatan menjadi catatan digital di dalam komputer. Misal  bisa menggunakan microsoft word, ditulis di blog, di media sosial, dan di media digital yang lain. Hal ini memudahkan kita untuk menyusun kembali untuk dijadikan sebuah buku. 

2. Kelompokkan tulisan sesuai dengan tema Tema

Buatlah pengelompokkan hasil resume yang telah kita buat ke dalam sebuah tema. Misal hasil resume di buat di blog gunakan sistem sitemap atau dengan menggunakan label. Sehingga jika tulisan sudah cukup dirasa untuk diterbitkan biar lebih mudah pemilihannya.

3. Buat Table of Content (TOC) atau daftar isi.

Setelah hasil resume kita telah dikelompok-kelompokkan berdasarkan tema, maka langkah selanjutnya adalah menyusun sebuah TOC atau dafar isi. Setelah daftar isi terbentuk, langkah selanjutnya adalah menyusun hasil penglelompokan tulisan yang dibuat per tema menjadi kelompok bab.

4. Kembangkan TOC 

Setelah TOC jadi dan tulisan sudah dikelompokkan menjadi satu file maka langkah selanjutnya adalah mengembangkan TOC atau isi dari hasil resume kita dengan menambahkan referensi yang sesuai dengan pokok bahasan tulisan, sehingga tulisan kita menjadi lengkap dan didukung referensi yang kuat.

5. Review, Revisi, dan Edit Naskah.

Langkah review, revisi dan edit naskah dilakukan setelah semua ide gagasan sudah tertuangkan semua dalam bentuk tulisan barulah proses ini dilakukan. Lakukan editing terkait dengan ejaan dan tata tulis yang kit sesuaikan dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Selain itu juga menghindari atau meminimalisir salah ketik dan lain sebagainya.

6. Buat sebuah sinopsis dan kata pengantar buku

Jika naskah sudah dirasa selesai, sampai dengan editing. Langkah selanjutnya buatlah sebuah sinopsis dari rencana buku yang akan kita terbitkan. Sinopsis dibuat untuk menarik para calon pembaca buku kita, sehingga para pembaca merasa penasaran untuk membaca keseluruhan isi buku kita. Mintalah kata pengantar dari orang-orang yang dirasa memiliki kemampuan dan kapabilitas dalam bidang buku yang kita tulis, sehingga untuk memperkuat dan meyakinkan para pembaca buku kita.

7. Kirim ke Penerbit

Jika langkah satu sampai dengan enam kita lalui maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengiriman naskah kita ke penerbit. Biasanya proses ke penerbit membutuhkan waktu kurang lebih satu sampai dengan dua bulan, tergantung antrean penerbit. Atau melakukankan penerbitan di penerbit indie. Baca juga di tulisan saya terkait jenis penerbit.

Itu beberapa teknik untuk dapat membuat sebuah buku dari hasil resume. resum disini bisa dari kegiatan kuliah, mengajar, mengikuti seminar, workshop, melihat tayangan telvisi, menonton video dan aktivitas lainnya yang dituangkan dalam bentuk tulisan. 

Semarang, 26 Januari 2021
Ditulis hasil resume dari kegiatan belajar menulis PGRI.







 

Label:

Sabtu, Januari 23, 2021

Ternyata TEMPE bisa Go Internasional

www.goodnewsfromindonesia.id
sumber : www.goodnewsfromindonesia.id

Seteleh tulisan saya mengenai table maner tahu tempe yang telah saya tuliskan sebelumnya, maka kali ini saya akan menuliskan mengenai produk tempe yang go internasional.

Tepatnya di kawasan industri pengolahan makanan di distrik Songjian, Sanghai, Indonesia telah mendirikan pabrik tempe. Dengan nama "Rusto Tempeh".

Tujuan didirikannya pabrik tempe tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang berada di China. Dimana jumlah dari masyarakat yang ada di sana cukup besar. Hal ini juga merupakan wujud kecintaan anak bangsa Indonesia dalam mengenalkan dan mempromosikan kuliner Indonesia ke China.

Sebelumnya komoditas tempe memang sudah lama diperjualbelikan di pasar daring di Taobao dan Alibaba.com, walaupun jumlah produk tempe yang dijual masih sangat terbatas dan hanya dikenal masyarakat Indonesia yang tinggal di China. Sehingga dengan didirikannya pabrik tempe tersebut dapat memenuhi pasokan tempe di China. 

Semoga Tempe Go Internasional tersebut dapat menjadikan sebuah promosi kuliner Indonesia, yang mampu di kenal masyarakat dunia. 

Menurut dw.com ternyata pada tahun 1984 ada 18 perusahaan tempe yang ada di Eropa, di AS sebanyak 53, dan juga sudah sampai ke jepang dengan jumlah perusahaan tempe sebanyak 8 perusahaan.  Selain itu walaupun di kenal hanya kalangan terbatas tempe juga sudah di kenal di Taiwan, Sri Lanka, Kanada, Australia, Amarika Latin dan Afrika. 

Di luar Negeri juga banyak ilmuan yang meneliti tempe sebagai obyek penelitiannya. Negara yang mulai meneliti tempe diantaranya Amerika, Belanda, Jepang dan Malaysia. Sampai-sampai malaysia mencoba untuk membuat institut untuk tempe.

Untuk itu beberapa pihak di Indonesia mengkhawatirkan produk tempe tersebut akan di akui oleh bangsa lain. Untuk itu diperlukan lisensi untuk pemegang hak paten tempe.

Di tingkat Internasional telah ditetapkan oleh Codex Alimentarius Comission sebagai standar regional Codex untuk tempe, denganCODEX STAN 313-2013, standar regional tempe. 

Untuk itu dengan diadopsinya standar Codex tempe sebagai rujukan Internasional memberikan kesempatan untuk perusahaan tempe dapat dikenal dan diterima dikalangan Internasional.

Semarang, 23 Januari 2021
Oleh: Ahmad Saeroji

Sumber: CNN Internasional (cnnindonesia.com) dan dw.com

Label:

Resume Kegiatan Workshop Analisis Statistik Inferensial dengan AMOS

Pagi ini (23/01/21) saya mengikuti Workshop Analisis Statistik Inferensial dengan AMOS. Kegiatan diselenggarakan oleh Pusat Studi Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.

Pembicara pada kegiatan workshop menghadirkan pembicara yang luar biasa dan menggeluti dunia penelitian terutama penelitian kuantitatif. Beliau adalah Bapak Muhammad Feriady, S.Pd., M.Pd., yaitu dosen di Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri semarang.

Materi yang disampaikan oleh Bapak Feri sangat luar biasa. Materi pertama yang disampaikan adalah terkait dengan konsep Structural Equation Model (SEM). 

Apa itu SEM? SEM adalah sebuah teknik pemodelan statistik yang bersifat sangat cross-sectional, linier dan umum. Adapun yang termasuk dalam SEM meliputi analisis Faktor (factor analisis), Analisis jalur (path analysis) dan Regresi (regression). 

SEM juga merupakan teknik statistik yang digunakan untuk membangun dan menguji model statistik yang biasanya dalam bentuk sebab akibat. 

Apa yang membedakan SEM dengan regresi berganda?

Sebenarnya SEM hampir mirip dengan regresi berganda. yang membedakan SEM dengan regresi berganda adalah SEM memiliki teknik analisisnya yang lebih kuat karena memiliki pemodelan interaksi, nonlinearitas, variabel - variabel bebas yang berkorelasi (correlated independents), kesalahan pengukuran, gangguan kesalahan yang berkorelasi (correlated error terms), beberapa variabel bebas laten (multiple laten independents) dimana masing-masing diukur dengan menggunakan beberapa indikator. Selain itu satu atau dua variabel tergantung laten masing-masing juga diukur dengan beberapa indikator.

SEM bersifat sebagai teknik analisis penegasan (confirm) daripada menerangkan. Dimana seorang peneliti lebih cenderung menggunakan SEM untuk untuk mengukur keakuratan sebuah permodelan dalam menjelaskan fenomena-fenomena riset ilmu sosial. 

SEM terdapat istilah variabel laten dan variabel terukur. Variabel laten memiliki pengertian  variabel yang diukur melalui indikator yang digunakan untuk menggambarkan variabel tersebut. sedangkan variabel terukur disebut juga variabel observb yaitu variabel yang diukur secara langsung berdasarkan nilai skala yang ditunjukkan oleh alat ukur.

Langkah-langkah pemodelan dalam SEM dilakukan melalui:

  1. Pengembangan model teoritis
  2. Pengembangan diagram alur
  3. Konversi diagram alur ke dalam persamaan
  4. Memilih matrik input dan Estimasi model (Korelasi atau kovariansi)
  5. Mendeteksi masalah identifikasi
  6. Evaluasi kriteria goodness of fit
  7. Interpretasi dan modivikasi model

Langakah awal yaitu membangun model teoritis. Misalkan kita akan meneliti tentang perilaku para muzaki (pembayar zakat) di kota semarang. Untuk menganalisis perilaku digunakan teori  Planned Behavior dari Ajzen. Selanjutnya teori tersebut dikembangkan, serta di operasionalisasi dengan masalah empiris di lapanan. sehingga diperoleh model seperti gambar berikut:


Setelah dibuat model maka proses selanjutnya adalah praktik dengan menggunakan aplikasi AMOS. Untuk penjelasan mengenai penjelasan aplikasi AMOS tidak dibahas dalam resum ini.

Apa itu AMOS?

Amos merupakan kependekan dari Analisis of Moment Structures yang digunakan sebagai pendekatan umum analisis data dalam Model Persamaan Struktural (Structural Equation Model) atau yang dikenal dengan SEM.

Semarang, 23 Januari 2021
Oleh: Ahmad Saeroji

Label:

Jumat, Januari 22, 2021

Cara Memiliki Mental Seorang Penulis Hebat

https://www.idntimes.com/


Malam ini (22/01/21) belajar menulis mengangkat tema di luar teknis menulis, yaitu "Mental Seorang Penulis". Walau di luar teknis menulis membangun mental untuk menjadi seorang penulis itu juga perlu, terutama adalah penulis pemula. 

Narasumber kali ini dari guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Wanita kelahiran Subang 23 Mei 1990 ini memiliki Nama Ditta Widya Utami, S.Pd. Walaupun masih muda memiliki segudang karya dalam hal tulis menulis. 

Penyampain materi diawali dengan menyanyi. Dengan iringan gitar yang dipetiknya yang diunggah melalui chanel yutubnya menjadikan suasana pelatihan menulis malam ini semakin semarak dan meriah. Karena dalam benak beliau memiliki jargon, bersenang-senang hari ini (harus bahagia dan lakukan yang terbaik). Dari jargon tersebut memiliki makna, bahwa nikmati dan manfaatkan hari ini sebaik mungkin, untuk dapat menikmati dikemudian hari. 

Setelah selesai menyapa dan membuat apersepsi dengan bernyanyi mulailah sebuah prolog yang disampaikan, bahwa untuk menjadi seorang penulis handal, selain mengetahui teknik menulis, juga diperlukan untuk memiliki mental yang kuat dan sehat.

Jika kita tengok kisah beberapa penulis tersohor baik di dalam maupun di luar negeri, ternyata banyak yang harus jatuh bangun ketika memulai karirnya sebagai seorang penulis. Namun, karena mereka (salah satu faktornya) memiliki mental yang kuat, mereka bisa bangkit kembali dan akhirnya meraih kesuksesan. Bahkan karyanya menjadi karya yang best seller.

Jadi, mental yang dimaksud di sini lebih kepada sebuah cara berpikir untuk dapat belajar dan merespons suatu hal. Sebagaimana yang dilakukan para penulis hebat dalam menghadapi setiap tantangan.

Mental apa saja yang harus dimiliki seorang penulis? berikut beberapa mental yang harus dimiliki seorang penulis terutama penulis pemula.

1. Siap Konsisten

Semua orang bisa jadi penulis, akan tetapi untuk menjadi penulis hebat diperlukan sebuah konsisten. Dengan memiliki sikap yang konsisten saat menulis kita menemui berbagai tantangan, Kita bisa melewatinya.

Menulis merupakan sebuah kata kerja, artinya kita harus melakukannya, tanpa melakukannya kita tidak akan menjadi konsisten. Gunakan berbagai platform untuk media menulis, mulai dari blog, media sosial dan media lainnya untuk dapat mengasah menulis. 

Belajar dari Hoek Gie, dari buku catatan kemudian lahir sebuah buku. atau RA Kartini dari surat menyurat yang dikumpulkan akhirnya juga bisa menjadi sebuah buku. Itu semua adalah berkat konsisten. 

Untuk memaknai konsisten dalam menulis kita bisa mengambil kutipan dari Om Jay "Teruslah menulis setiap hari dan buktikan apa yang terjadi". Dengan kutipan tersebut kita bisa memunculkan motivasi untuk tetap selalu menulis setiap hari. 

Salah satu tips agar bisa memiliki mental untuk konsisten adalah dengan mengenali diri sendiri. Sehingga tantangan apa pun yang menghadang, kita akan tau apa yang harus kita lakukan serta mencari solusi terbaiknya.

2. Siap Dikritik

Ketika kita memutuskan untuk memublikasikan hasil karya tulisan kita di blog/buku/media sosial/media massa, dan lain sebagainya, maka penting kita sadari bahwa tulisan kita telah menjadi "milik publik". Sehingga kritikan itu menjadi hal yang biasa.

Untuk mengenali jenis kritik itu ada dua yaitu kritik positi dan negatif. Kritik Positif sifatnya membangun. Sedangkan untuk kritik Negatif sifatnya adalah bisa jadi menjatuhkan agar bisa menjadi down. Namun sekali lagi kita harus mampu mengambil hikmah dari kritikan tersebut untuk menaikkan tingkat kualitas tulisan kita.

Kritik Negatif salah satu faktornya adalah bisa jadi tidak suka dengan kita. dan bersifat bodo amat. dan tetap fokus dan tetap menulis merupakan sebuah mental penulis yang luar biasa.

Dengan demikian, kita harus menyiapkan mental untuk menerima masukan dari publik. Tak hanya bersiap untuk komentar baik, kita pun harus bersiap bila ternyata ada yang mengkritik dengan cukup tajam atas tulisan kita.

Dengan adanya masukan/kritik dari berbagai pihak, kita bisa mengetahui kekurangan dalam tulisan kita. Bukan hanya dari kacamata sendiri, tapi juga dari kacamata pembaca.

3. Siap Belajar

Lakukan riset dan tambah bacaan. Belajar untuk dapat peka dan membaca terhadap lingkungan sekitar. Membaca tidak hanya diartikan membaca buku, akan tetapi melakukan riset dan memperhatikan lingkungan sekitar, yang nantinya akan kita jadikan sebuah tulisan, itu juga merupakan sebuah aktivitas belajar.

Jika sudah senang dan konsisten menulis, sudah bisa menerima saran maupun kritik, maka sungguh kita memiliki mental untuk belajar bertumbuh.

Ada dua cara yang dapat ditempuh untuk tetap mampu belajar dan menuangkannya kedalam bentuk tulisan antaran lain :

a. Melakukan riset

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tulisan adalah dengan melakukan riset. Bisa dengan berkunjung ke perpustakaan, berkunjung ke toko buku untuk mengamati buku-buku best seller, melacak apa yang sedang menjadi trend di sosial media maupun dengan google traffic, dan alat lain yang mendukung kegiatan mini riset kita, yang nantinya menjadi bahan tulisan kita.

b. Tambah Bacaan

Saat ini, dimana literasi begitu digaungkan, maka kita harus menyiapkan mental untuk siap menjadi orang yang literat. Salah satunya dengan meningkatkan daya baca. Baik membaca dalam arti sempit yaitu membaca buku, maupun membaca dalam arti luas yaitu membaca kejadian dan peristiwa disekitar kita.

4. Siap ditolak

Mental berikutnya yang perlu kita sadari adalah siap ditolak oleh media maupun penerbit. 

Saat naskah kita ditolak, coba lagi dan lagi. Atau cari alternatif lain. Misal dengan menerbitkan sendiri atau dipublish di berbagai media sosial.

Belajar dai penulisa terkenal dan luar biasa yaitu JK Rowling, dimana pernah ditolak belasan penerbit. Dewi "Dee" Lestari sang penulis Supernova pun pernah merasakan ditolak penerbit. Bahkan sekelas novelis horor Stephen King pun pernah ditolak.

Bayangkan, jika mereka berhenti berjuang saat ditolak penerbit satu dua kali, mungkin saat ini kita tidak akan mengenal karya karya hebat mereka. Masih banyak lagi kisah-kisah para penulis terkenal dan hingga akhirnya karya buku yang ditolah itu menjadi best seller.

5. Siap Menjadi Unik 

Just be yourself, jadilah dirimu sendiri, dan berikan warna yang beda dari orang lain. Untuk menjadi unik dapat mempelajari orang sukses, buat lain daripada yang lain sehingga tulisan kita memiliki karakter tersendiri bagi pembaca.

Maksudnya dalam menulis tidak perlu terlalu ikut-ikutan seperti orang kebanyakan. Tulis saja apa yang paling kita sukai. Yang paling sesuai dengan diri kita.

Di pelatihan menulis dalam grup ini juga banyak contohnya misalkan Omjay yang selalu unik dengan tulisan setiap harinya. Mr. Bams unik dengan kalimat-kalimat positifnya. Dan Bu Kanjeng yang unik dengan gaya bahasanya yang begitu hidup.

Bisa mempelajari blog atau buku Raditya Dika, isinya pasti humor. Jika membaca buku-buku Justin Gaarder (penulis Dunia Sophie), jangan heran jika terselip unsur filsafat. Karena basicnya beliau memang pernah jadi guru filsafat sebelum menjadi penulis.

Nah, apa yang unik dalam diri kita? Mari kita tuangkan dalam bentuk tulisan. Sehingga kita memiliki karakter tersendiri.

Jadilah penulis jujur yang apa adanya dan ada apanya. Tidak dibuat-buat/dipaksakan (apa adanya) namun tetap berbobot (ada apanya). Selain itu juga bisa kita tingkatkan kemampuan menulisa kita, dengan cara terus berlatih menulis dan membaca.


Label:

Tips dan Trik Memiliki Karya Buku Secara Mudah


Terbesit dalam benak saya adalah apakah bisa segala sesuatu dapat dilakukan secara instan? Ternyata mie instan aja membuatnya butuh proses panjang biar bisa dinikmati. 

Begitupun keinginan membuat Buku secara instan apakah bisa? Ternyata bisa menulis buku secara singkat. 

Pelatihan menulis malam ini (18/01/2021) kedatangan narasumber hebat yaitu Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. kelahiran  Kudus, 12 Juni 1989. Saat ini penulis bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri 8 Semarang.

Bu Nora adalah penulis Penerbit Mayor PT Andi Offset. Apa yang menjadi kunci Bu Nora bisa menerbitkan buku secara singkat? Berikut tipsnya:

1. Mengikuti program menulis Antologi atau kolaborasi

Pertama kali untuk menciptakan kepercayaan diri dalam menulis, sebelum menulis buku solo maka terlebih dahulu mengikuti atau menulis terlebih dahulu secara kolaborasi. Setelah memiliki kepercayaan diri baru mencoba untuk menulis buku secara solo. Selain itu manfaat yang diperoleh ketika menulis Antologi atau kolaborasi selain belajar dari karya penulis lain, juga kita dapat dituntut menulis terlalu banyak bab untuk dijadikan buku.

2. Menulis setiap hari di blog

Cara ini untuk mempermudah dalam mendokumen tasikan karya kecil kita, sedikit demi sedikit ketika sudah banyak tulisannya baru dijadikan buku. Misal menggunakan blog pribadi untuk menyimpan dan menuangkan tulisan kita di blog pribadi kita. seperti istilah sedikit demi sedikit lama-lama menjadi buku. Usahakan menulis dengan tema yang sama, kemudian dikumpulkan menjadi satu dan selanjutnya dijadikan satu menjadi buku.

3. Menulis di media Sosial

Buatlah status di facebook, instagram atau media sosial yang lain untuk dijadikan sarana menulis untuk tulisan yang lebih berarti. Misal cerita motivasi, pengalaman pribadi ataupun cerpen yang ditulis secara konsisten, selanjutnya jika sudah banyak baru dikumpulkan jadi buku.

4. Menulis di buku harian.

Cerita pribadi bisa saat cerit sedih, bahagia, atau suasana apapun, kita dapat menuangkan rasa itu di buku harian kita. dengan cara menuliskannya dalam bentuk fiksi atau model penulisan yang lain sehingga nantinya bisa kita jadikan buku.

5. Ajak Partner 

Ajak rekan dekat satu profesi, siswa, mahasiswa, atau partner lain yang bisa kita aja berkolaborasi untuk membuat buku.

Jurus Menulis dengan Metode TOJTRP

1. Tema

Tentukan tema apa yang nantinya akan kita tulis. Dengan menentukan tema maka tulisan kita akan terarah.

2. Outline /TOC/ Daftar Isi

Bagian ini adalah merupakan langkah kedua setelah kita menentukan Tema. Mengapa TOC ini penting? Karena membantu menjabarkan tiap bab dan sub bab dalam buku. 1.daftar isi merupakan kerangka pikiran kita dalam menuangkan setiap ide dalam buku yg akan kita tulis 3. Kita dapat mengetahui awal dan akhir dari buku kita melalui daftar isi ini 4. Membantu kita dalam mencari referensi / pustaka yang kita butuhkan 5. Agar tulisan dalam buku kita lebih terfokus dan tidak sampai keluar bahasan / topik Misal jika kita memiliki 5 bab dalam daftar isi, kita mungkin dapat menargetkan kelima bab ini harus selesai dalam 5 bulan. Berarti 1 bab HARUS selesai dalam 1 bulan.  6. Dan yang paling penting, adanya daftar isi ini akan membantu kita untuk menjadwalkan kapan buku kita harus selesai. Dengan kata lain target waktu selesainya buku Dengan cara ini, maka buku kita akan cepat selesai karena kita sudah memiliki target penyelesaian 

Lalu BAGAIMANA cara membuat daftar isi?

Untuk naskah non fiksi

Ikuti pedoman 2W+ 1H 

Bab awal merupakan bab yang menjawab why, artinya mengapa. Dalam hal ini BAB awal dapat berupa MENGAPA ..... PENTINGNYA ....ALASAN..... 

Bab selanjutnya menjawab WHAT (apa), Artinya bab tersebut menjelaskan pengertian, jenis, atau mungkin ciri khusus dari apa yang akan kita tulis di buku kita.Sebagai contoh  MENGENAL MEDIA .... APA ITU MEDIA .... SPESIFIKASI MEDIA ...

bab berikutnya yang biasanya merupakan bab akhir, biasanya menjawab HOW (bagaimana). Nah, untu menjawab HOW ini, dapat dibuat lebih dari 1 bab karena How meliputi tahap pembuatan, pelaksanaan, penerapan, hasil dan kelebihan serta kekurangan. 

Misal :PENERAPAN MODEL ....IMPLEMENTASI ..PERANCANGAN....HUBUNGAN MODEL .... KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL ....

Setelah bapak ibu membuat daftar isi baik untuk naskah fiksi atau non fiksi, kembangkan tulisan dari daftar isi tersebut. Tuliskan sesuai dengan apa yang bapak ibu rancang dalam daftar isi

Sedangkan untuk NASKAH FIKSI seperti novel dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

Tentukan prolog, biasanya pengenalan tokoh, setting cerita, awal cerita. Biasanya di prolog ini belum ada konflik, alur juga belum terlalu terlihat, karena masih merupakan bagian awal dari cerita

Tentukan konflik cerita, biasanya di bab2 pertengahan sudah mulai muncul apa yang menjadikan konflik atau permasalahan dari cerita itu. Ini merupakan bab inti karena di dalamnya ada hikmah yang dapat diambil dari pembaca

Tentukan klimaks dari konflik. Ini biasanya masih ada di bab pertengahan yang merupakan puncak dari konflik yang terjadi. 

Tentukan solusi dari konflik yang ada. Ini merupakan bagian bab sebelum akhir bab. Biasanya penulis menyajikan solusi permasalahan dari konflik yang terjadi, jalan keluar, adanya hikmah dan pesan kepada pembaca

Tentukan epilog yang merupakan akhir dari cerita dan tentunya merupakan bab penutup dari cerita di naskah fiksi Akhir cerita boleh happy ending atau sad ending tergantung dari si penulis. Mungkin di tengah jalan, akan ada tambahan daftar isi, hal ini tentunya tidak masalah ASAL tambahan tersebut tidak keluar dari TEMA yang telah ditentukan Sebelum masuk langkah ketiga, setelah kita mempunyai TOC / outline tadi,,cari REFERENSI untuk mendukung penulisan buku. Baik buku fiksi atau non fiksi, wajib ada referensi. Beda memang, tapi ini sangat berguna

3. Jadwal

Setelah tema, outline atau TOC selesai, langkah selanjutnya adalah membuat jadwal menulis. Jadwal kita tentukan berdasarkan outline yang kita buat, misal kita ingin 1 bulan selesai sementara kita memiliki 5 bab di outline kita, tinggal dibagi saja waktu 1 bulan itu dengan 5 bab. Itu adalah waktu kita menyelesaikan buku 5 Bab dalam 1 bulan

4. Tulis (Action)

Setelah outline siap, jadwal sudah dibuat dan referensi juga sudah siap, maka langkah selanjutnya tinggal tulis deh sesuai dengan outline yang kita buat.

5. Revisi

Pada tahap ini yang biasanya membutuhkan waktu paling lama. Setelah semua tulisan selesai hingga bab akhir, lakukan revisi. 

Revisi dapat dilakukan dengan swasunting atau dengan bantuan orang lain. Caranya kita bisa minta bantuan beberapa teman membaca naskah kita, ini sangat berguna untuk menemukan kesalahan dalam penulisan. Baik dalam hal EYD, struktur kalimat atau pemilihan kosa kata. Dengan demikian, hasil buku kita akan lebih renyah ketima dibaca.

6. Terakhir penerbit

Setelah semua beres, naskah lengkap sudah editing, pelengkap naskah sudah oke,,tinggal deh masukkan ke penerbit. Boleh penerbit mayor atau indie. Pasti ada plus minusnya

Itu tips dan trik supaya mudah menerbitkan buku. 

Label:

Kamis, Januari 21, 2021

Kamis Menulis || Kata "Lose"


SUAKA MARGA KATA

Baca selengkapnya ยป

Label:

Tips Menerbikan Buku Bagi Penulis Pemula


Belajar menulis malam ini (20/01/2021) menghadirkan pembicara hebat, yaitu Pak Mukminin, S.Pd. M.Pd. Peria kelahiran Jombang, 6 Juli 1965 ini adalah seorang guru di SMP 1 Kedungpring Lamongan mulai tahun 1989 sampai dengan sekarang. 
Selain menjadi seorang guru, pria yang memilik hobi membaca dan menulis ini memiliki nama pena Cak Inin. Beliau juga menjadi penerbit buku, yaitu dengan nama Kamila Press.

Tips Meningkatkan Kemampuan Menulis bagi Pemula

Cak Inin pada kesempatan ini membagi beberapa Tips bagaimana seorang penulis pemula dapat menerbitkan buku hasil karyanya. Adapun beberapa tips yang dibagikan oleh cak ini adalah sebagai barikut:
  1. Diperlukan keberanian dan tekat yang kuat untuk dapat menerbitkan buku hasil tulisannya. Tanpa ada niat yang kuat maka bagi penulis pemula sulit untuk menerbitkan sebuah buku. Karena menulis itu bukan karena bakan akan tetapi karena memiliki sebuah kemamuan, kemampuan dan niat yang kuat untuk tetap selalu menulis dan berlatih secara terus menerus.
  2. Merubah mindset bahwa menulis itu mudah. Dengan kita merubah cara pandang dan cara berfikir bahwa menulis itu mudah maka secara otomatis pikiran dan hati kita akan diberi kemudahan, secara tidak langsung dengan kita berfikir positif seperti itu akan masuk di alam bawah sadar kita. Akan tetapi kalau cara berfikir kita tidak dirubah, masih berfikir bahwa menulis itu sulit maka terhentilah pikiran dan hati kita serta daya kreativitas kita untuk dapat menulis. Ada pendapat yang mengatakan bahwa menulis itu mudah, semudah berbicara. Memang itu benar dengan kemajuan teknologi, ada sebuah aplikasi yang dapat merubah suara menjadi sebuah tulisan. Jadi saat ini menulis tidak harus menguasai keterampilan mengetik, terutama mengetik sepuluh jari.
  3. Lakukan kegiatan menulis dari apa saja yang kita dengar, kita lihat kita baca dan kita rasakan. Dengan mengawali menulis dari apa yang kita dengan, kita baca dan kita rasakan maka mempermudah kita untuk mengalirkan sebuah kata-kata menjadi kaliman dan paragraf. Hal ini dikarenakan kita memiliki pengetahuan tentang itu. Sehingga kita lebih mudah untuk menuangkan di dalam tulisan.
  4. Kenali potensi kita, apakah kita ahli dibidang tertentu, misal ahli dibidang bisnis, agama, pendidikan, fiksi, IT, motivasi atau keahlian lainnya. Dengan mengenali potensi diri, kita akan mudah untuk menuangkan dalam tulisan. Sehebat apapun potensi kita jika kita tidak melatih dan mengasahnya terus menerus maka akan sia-sia. Untuk itu dengan berlatih secara terus menerus dan rutinlah maka kemampuan kita di dalam menulis akan meningkat.
  5. Perbanyak Membaca. Untuk menjadi penulis hebat, harus diiringi pula dengan menjadi pembaca yang hebat pula. Karena untuk menjadi penulis buku harus memiliki pengalaman dan pengetahuan. Dengan banyak membaca buku, wawasan kita akan betambah dan menjadikan tulisan kita menjadi menarik untuk dibaca.
  6. Praktik, Praktik dan Praktik. Selanjutnya yang terpenting dalam menulis adalah praktik, karena menulis adalah suatu keterampilan. Karena keterampilan maka harus dilakukan dengan mempraktikkannya sehingga kemampuan kita dalam menulis akan meningkat. Bagaiamana cara memulai praktik menulis? yaitu dengan cara menulis apa saja yang kita suka selanjutnya disimpan. Tulis dengan model 5W + 1H, atau menulis di buku catatan/kertas.
  7. Tentukan waktu menulis yang tepat. Mulailah dengan cara mencari waktu yang tepat untuk menulis, setiap orang dalam memilih waktu yang tepat menulis tidak sama, ada yang bisa menulisnya habis sholat subuh, ada yang sebelum tidur. Hal itu terserah pilihan masing-masing.
  8. Buat Pokok-pokok tulisan. Untuk memulai menulis terlebih dahulu membuat pokok-pokok tulisan, yang nantinya dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang enak dibaca dengan kalimat pendek, sederhanan dan mudah dipahami pembaca dengan cara menggunakan istilah-istilah umum.
  9. Bergabung ke dalam sebuah komunitas. Dengan kita bergabung di sebuah komunitas menulis maka kita menciptakan sebuah lingkungan yang mendukung kemampuan kita untuk menulis. Karena kita saat bergabung di sebuah komunitas menulis pengetahuan dan motivasi kita untuk menulis semakin tinggi.
Itu beberapa tips yang dapat dilakukan oleh penulis pemula. selanjutnya bagaimana biar tulisan kita dapat dijadikan sebuah buku? 

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menulis Buku

Cak Inin juga membagikan tips atau syarat-syarat apa saja yang yang dapat dipersiapkan supaya  tulisan kita menjadi sebuah buku adalah dengan mempersiapkan diantaranya:
a. cover
b. Judul yang menarik (buat judul yang menarik bagi pembaca)
c. kata pengantar
d. menyusun secara sistematis beberapa tulisan kita kedalam daftar isi.
e. darftar pustaka
f. biodata penulis
g. sinopsis yang berisi inti dari isi buku serta kelebihan buku kita
h. di jadikan satu file supaya lebih mudah dikirimkan ke penerbit.

Mengenal Jenis Penerbit

Ada dua jenis penerbit yaitu penerbit mayor dan penerbit indie. Apa yang membedakan keduanya? berikut berbedaan penerbit mayor dengan penerbit indie:

1. Penerbit Mayor

Mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

Penerbit mayor dari sisi profesionalitas mengedepankan kualitas isi dari buku yang akan diterbitkan. Sehingga ada seleksi terhadap penulis yang mengajukan di penerbit mayor. Sistem pembayaran ke penulis adalah sistem royalti dengan perjanjian antara penulis dan penerbit.

Di penerbit mayor naskah yang dikirimkan penerbit, diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1- 3 bulan. Jika naskah diterima, waktu terbitnya bisa cepat bisa juga harus menunggu bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah penerbit besar, maka banyak sekali SOP yang harus dilalui untuk buku yang kita tulis hingga bisa terbit.

Dari sisi royalti penerbit mayor mamatok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Pembayaran royalti biasayan dibayarkan dikirim ke penulis setelah mencapai angka dan nominal tertentu atau bisa setelah 3-6 bulan penjualan buku.

Untuk biaya penerbitan buku di penerbit mayor adalah gratis. Sehingga syarat dan ketentuan tulisan kita dapat diterbitkan cukup panjang prosesnya. Jika buku tidak laku dijual maka kerugian yang menanggung pihak penerbit.

2. Penerbit Indie 

Hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD (Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online atau toko online.

Setiap naskah yang dicetak tidak ada penolakan. Selama naskah yang akan diterbitkan dipenerbit indie layak untuk diterbitkan dan tidak melanggar undang-undang dan hak cipta dan merupakan karya sendiri, serta tidak mengandung usur SARA dan pornografi, maka naskah tersebut pasti diterbitkan. 

Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit.Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

Dari sisi waktu terbit, penerbit indie naskah dapat diproses dengan cepat. Dalam hitungan minggu buku sudah bisa terbit. 

Penerbit indie umumnya memperoleh 15-20% dari harga buku. Model promosi dilakukan secara mandiri lewat medi sosial dan toko online serta media promosi lainnya.

Biaya penerbit indie sesuai dengan aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.




Label:

Minggu, Januari 17, 2021

Bekerja dari Rumah Bersama ASUS VivoBook 14 A416



Hallo pembaca setia catatansaeroji.blogspot.com. Pada tulisan kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman bekerja dari rumah bersama ASUS VivoBook 14 A416. 

Kesibukan saya menjadi seorang dosen di masa pandemi seperti sekarang ini, semua kegiatan baik rapat, melaksanakan perkuliahan sampai dengan membuat hasil penelitian tidak terlepas dengan laptop. Untuk mendukung segala aktivitas sehari-hari laptop ASUS yang lama, saya ganti dengan laptop yang terbaru. 

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke sebuah toko laptop, dan membeli laptop ASUS VivoBook 14 A416. Mengapa saya memilih merk tersebut? Berikut alasan dan cerita setelah merasakan beberapa fasilitas yang ada di ASUS VivoBook 14 A416.



Masih teringat tahun 2009 yang lalu awal saya masuk kuliah S1, notebook ASUS menjadi pilihan saya untuk menjadi teman setia saat mengerjakan tugas. Dengan tampilan yang simpel serta memiliki spesifikasi yang luar biasa di masanya membuat saya enggan beralih ke merk laptop lain. 

Karena perkembangan teknologi dan tuntutan kerja, saya harus mencari dan mengupgrade yang disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Pilihan membeli laptop produk ASUS VivoBook 14 A416 menjadi pilihan saya. 

Mengapa saya memilih ASUS VivoBook 14 A416?, Selain alasan kenyamanan dan sudah lama menggunakan produk ASUS sejak kuliah, juga ada alasan lain dari sisi keunggulan yang dimiliki oleh ASUS VivoBook 14 A416, yaitu memiliki performa yang mumpuni, dengan prosesor Intel Core i5 generasi ke-10, Serta memiliki kapasitas RAM 4GB dengan DDR4, dan grafis diskrit NVIDIA MX330. Hal itulah yang menjadi pilihan saya untuk membeli ASUS VivoBook 14 A416. Dengan spesifikasi yang mumpuni saat mendukung saya sebagai seorang Dosen dalam menyelesaikan berbagai macam pekerjaan, disaat pandemi sekarang ini sangat membantu dan cocok sekali untuk perkuliahan Daring (Dalam Jaringan) dimana semua pekerjaan bergantung pada teknologi dan digitalisasi.

Desain dan tampilan layar ASUS VivoBook 14 A416 memiliki konsep desain laptop modern dan mobilitas tinggi, sehingga tepat sekali pilihan saya untuk menggunakan ASUS VivoBook 14 A416 sebagai sarana pendukung membantu mengajar mahasiswa secara daring. Karena sebagai sorang Dosen saya memiliki mobilitas yang sangat tinggi menjadi alasan terbaik saya memilih menggunakan ASUS VivoBook 14 A416 ini. Dikarenakan memiliki bodi yang ringkas dan ringan, serta memiliki tampilan yang sangat tipis, sehingga memudahkan saya untuk dibawa kemana-mana. 

Berbicara soal layar yang dimiliki oleh ASUS VivoBook 14 A416, dengan ukuran 14 inci serta berresolusai hingga Full HD, menjadikan alasan saya memilihnya, karena kegiatan belajar dari rumah dan bekerja dari rumah kebutuhan akan rapat secara online dan  perkuliahan daring, memberikan kepuasan saya dari sisi tampilan layarnya untuk. Selain itu untuk mendukung kegiatan perkuliahan online juga memberikan tampilan luar biasa saat menampilkan materi perkuliahan dalam bentuk video.

Bekerja sebagai seorang Dosen tentu banyak tugas tulis menulis seperti membuat artikel penelitian, membuat bahan ajar dan menulis buku sehingga membutuhkan laptop dengan desain keyboard yang mumpuni. Disini ASUS VivoBook 14 A416 menyediakan hal itu, karena ASUS VivoBook 14 A416 dibekali dengan bentuk keyboard yang memiliki desain full size, serta dilengkapi dengan baklit, membuat saya nyaman dalam bekerja walaupun di tempat yang memiliki penerangan yang kurang memadai. 

Karena saya sering mengetik sebuah laporan penelitian, dan laporan penelitian juga membutuhkan sebuah laptop yang mampu memberi saya rasa nyaman saat mengetik, sehingga saya memilih ASUS VivoBook 14 A416. hal ini karean ASUS VivoBook 14 A416 memiliki desain ergonomi dan kokoh sehingga dengan pekerjaan tulis-menulis saya dapat menjadikan semua lancar dan selesai pada waktunya, karena memiliki tombol keyboard yang memiliki key travel sejauh 1,4mm, sehingga sangat ideal untuk dapat digunakan mengetik.

Untuk mengetik saya juga membutuhkan aplikasi Microsoft Office sehingga saya tidak perlu membeli aplikasi tambahan tersebut karena laptop ASUS VivoBook 14 A416 ini sudah di lengkapi dengan Microsoft Office Pre-Installed. Karena Microsoft Office Pre-Installed ini merupakan aplikasi office terbaik sebagai aplikasi untuk mendukung saya dalam bekerja sebagai Dosen.

Dimasa pandemi untuk mengajar dalam jaringan atau Pendidikan Jarak Jauh memaksa saya untuk dapat membuat sebuah media pembelajaran secara digital atau dalam bentuk video. Laptop ASUS VivoBook 14 A416 juga menyediakan yang dapat membantu membuat video pembelajaran dengan rekam layar serta disertai tampilan video. Dengan cara mengambil tampilan dari kamera laptop langsung dengan tampilan yang memuaskan. 

ASUS VivoBook 14 A416 juga membantu sekali untuk menyimpan berbagai macam file media pembelajaran, baik berupa e-book atau media video, serta artikel-artikel jurnal ilmiah sebagai bahan rujukan penelitian. Karena ASUS VivoBook 14 A416 memiliki sistem penyimpanan SSD hingga 512GB atau HDD hingga 1TB (Tera Byte), Sehingga dapat menyimpan banyak file  dan dapat mempercepat membaca dan menulis data secara cepat.

Laptop ASUS VivoBook 14 A416 dengan mengusung tagline  Easy portability. Effortless productivity. menjadikan saya benar-benar menikmatinya, serta dapat mendukung dalam pekerjaan saya sebagai seorang dosen yang penuh mobilitas tinggi serta membutuhkan kosentrasi dan kenyamanan untuk meningkatkan produktivitas sebagai seorang dosen. 

Itu cerita pengalaman bekerja dari rumah dengan menggunakan ASUS VivoBook 14 A416. Untuk lebih jelasnya terkait dengan spesifikasi ASUS VivoBook 14 A416 dapat di klik DISINI



Semarang, 17 Januari 2021
Oleh: Ahmad Saeroji

Sumber: https://www.asus.com/ 

Label:

Sabtu, Januari 16, 2021

Cara mendapatkan dan Mengaktifkan akun pembelajaran dari Kemdikbud

Sumber: https://mediaindonesia.com/

Menjawab tantangan era digitalisasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan akun belajar.id. Akun ini merupakan sebuah akun google dengan domain @belajar.id. Akun ini juga merupakan G-suite for Education. 

Akun belajar.id dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan/aplikasi pembelajaran berbasis elektronik. serta mendukung kegiatan belajar mengajar baik Belajar Dari Rumah atau pembelajaran tatap muka, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Bagaimana seorang guru mendapatkan akun belajar.id?

Adapun guru pada satuan pendidikan dapat memperoleh akun belajar,id dengan cara.

  1. operator satuan pendidikan mengakses laman pd.data.kemdikbud.go.id melalui browser dan login dengan akun operator.
  2. operator mengunduh dokumen dalam bentuk CSV yang berisi data nama akun (User ID) dan Password.
  3. operator membagiakan akun kepada setiap pengguna akun pembelajaran ditingkat satuan pendidikan.

Setelah menerima akun langkah selanjutnya adalah mengaktifkan akun belajar.id. Langkah-langkah mengaktifkan akun dapat dilakukan dengan cara:

  1. masuk di laman mail.google.com
  2. masukkan user ID dan password yang diberikan oleh operator sekolah.
  3. menyetujui syarat dan ketentuan pengguna akun belajar.id
  4. mengganti password  

Jika akun tidak diakses sampai 30 Juni 2021 akan dinonaktifkan secara otomatis oleh sistem. 

Manfaat yang diperoleh dari belajar.id adalah memperoleh aplikasi yang ada di G-Suite for Education secara GRATIS yang meliputi Google Classroom, Google Drive, Google Docs, Google Sheets, Gmail, Google Meet dan Google Calendar, serta aplikasi pembelajaran lainnya. 

Kelebihan dari akun belajar.id ini adalah dari penggunaan Google Classroom yang memiliki kelebihan struktur rombongan belajar pendidik dan peserta didik di masing-masing satuan pendidikan, sehingga dapat langsung digunakan.

Selain itu keuntungan memiliki akun belajar.id memperoleh kapasistas penyimpanan di Google Drive sebesar 1TB (Tera Bite). Untuk keamanan data dan informasi dipastikan aman, karena dijamin sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Manfaat lain yang diperoleh menggunakan akun belajar.id adalah sebagai berikut:

  1. memperoleh materi dan informasi dari kemdikbud secara langsung melalui alamat email akun akun pembelajaran.
  2. dapat mengakses semua aplikasi resmi kemdikbud
  3. memperoleh akses jalur komunikasi resmi kemdikbud untuk peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
  4. memperoleh akun pembelajaran yang sudah siap pakai dan sesuai dengan struktur satuan pendidikan masing-masing pengguna

Itu beberapa cara dan pemanfaatan akun belajar.id untuk pendidikan yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan guna memberikan layanan digital dalam proses pembelajaran pada tingkat dasar dan menengah.

Semarang, 16 Januari 2021.
Oleh: Ahmad Saeroji
Sumber : belajar.id

Label:

Membangun Identitas Digital Bagi Guru Abad 21 melalui Blog

sumber: Kompasiana.com

Belajar menulis malam ini (15/01/21) menghadirkan narasumber yang luar biasa. Namanya ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD, memiliki nama pena Tere tapi tanpa Liye. Wanita kelahiran Kuningan, 13 September 1984 tersebut memiliki segudang pengalaman diantaranya mengikuti Short Course 1000 guru ke luar negeri, dengan melaksanakan praktek mengajar di Sekolah Dasar di Goerge Town, Penang Malaysia.

Selain itu banyak karya yang telah diterbitkan dalam sebuah buku, diantaranya "Bukan Guru Biasa, Catatan Inspiratif Guru Penggerak". Buku tersebut menceritakan tentang arti seorang guru yang hebat dan inspiratif, di antaranya ada guru blogger, youtuber, bahkan guru inovatif dari berbagai daerah di Indonesia, selain itu, ada juga kisah - kisah menarik yang dialami oleh Cikgu Tere sepanjang tahun 2019 dari perjalanan demi perjalanan yang dilakukan. 

Materi membangun identitas digital menjadi guru milenial dengan blog, merupakan tema yagn sangat cocok pada era saat ini untuk membangan personal branding

Personal Branding Melalui Blog

Untuk mengetahui personal branding dan seberapa terkenal kita pada mesin pencari di google, bisa kita praktikkan dengan cara buka browser di komputer, selanjutny ketikkan nama kita. Apa yang muncul ketika mengetikkan nama kita dibrowser? itulah yang menjadi identitas kita pada mesin pencari, atau sering kita sebut dengan Identitas digital. 

Saat ini banyak orang untuk mengetahui siapa diri kita hanya dengan mencarinya di internet. Untuk kita perlu membuat sebuah identitas digital di internet melalui blog/website. Hal ini berlaku juga untuk seorang guru milenial saat ini, menjadi sebuah keharusan.  

Untuk itu blog sangat cocok untuk membranding diri di era digital saat ini. Membranding diri di media sosial dan berusaha meninggalkan jejak yang bermanfaat. merupakan sebuah upaya untuk menciptakan personal branding kita di dunia maya. Maka dari itu untuk menciptakan personal branding, saat membuat konten di blog, perlu kegiatan memilah dan memilih atau saring sebelum sharing terlebih dahulu.

Menggunakan blog bagi guru juga dapat dilakuakan dalam pembelajaran. Misalnya menuangkan materi pembelajaran yang dituangkan dalam blog, beserta langkah-langkah untuk melakukan penilaian.

Ketika menjadi seorang guru blogger dari bahasa komunikasi verbal melalui tulisan dengan pembacanya cenderung menggunakan kata kata "Bapak/Ibu guru, "anak - anak", atau "Sahabat. Maka dari itu ketika menuangkan tulisan di blog pribadi seorang guru harus mengacu pada kesadaran dirinya bahwa dirinya adalah seorang Guru blogger sebagai identitas digital yang dimilikinya.

Untuk itu blog yang dimiliki guru seorang guru blogger, harus mencirikan identitas digital dirinya. Sehingga harus dapat meningkatkan kualitas konten yang ditulis untuk menandakan dirinya dan kompetensi yang dimilikinya. Selain itu juga sebagai guru bloger harus selalu meningkatkan kompetensi digital yang dimilikinya.

Kompetensi Digital 

Apa itu kompetensi digital? Dalam kontek pendidikan kompetensi digital dapat dimaknai sebagai penggunaan teknologi dan informasi dengan cara yang meyakinkan, tetap dan aman untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pendidikan.

Menurut Digcom 2.0, European Comission (2015), salah satu kompetensi digital yang perlu dikembangkan adalah kemampuan untuk menciptakan konten digital, dalam hal ini adalah konten blog, serta dapat diterapkan pada media sosial yang dimilikinya sehingga dapat terlihat menarik dan berkualitas, yang dapat menandakan identitas diri guru digital yang sebenarnya.

Mengapa seorang harus menguasai kompetensi digital? karena saat ini kita sudah memasukki abad 2, dimana salah satu keterampilan yang harus dimiliki baik sebagai guru dan siswa adalah kemampuan literasi, terutama kemampuan literasi digital. 

Suatu kajian menjelaskan bahwa blog dapat dijadikan sebagai media belajar dengan model blanded learning. Untuk itu seorang guru untuk memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran harus mampu menuliskan materi dalam blog dengan mbaik serta terstruktur, sehingga pembelajaran melalui media blog dengan blanded learning dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Hal ini yang menuntuk guru untuk dapat menguasai TIK dalam pembelajaran, dikarenakan siswa yang kita hadapi saat ini adalah generasi milenial. Mereka mempunyai kecakapan digital yang cepat. Karena mereka tumbuh dan terbiasa dengan teknologi di sekitarnya.Sehingga, ketika guru membuat konten digital di dalam blog harus dapat dibuat semenarik mungkin namun tetap menjaga kualitas.

Tips Membuat Konten Blog

Ada beberapa tips supaya dapat membuat konten yang berkualitas di blog pribadi kita, diantaranya sebagai berikut:

  1. hindari plagiaasi. (Buatlah konten yang orisinil)
  2. mudah dipahami dan diterapkan
  3. tuliskan konten yang singkat, padat dan jelas.
  4. kombinasikan tulisan dengan gambar atau video.
  5. buat konten up to date, yaitu konten yang sedang hangat diperbincangkan saat ini.
  6. jangan membuat konten yang memuat berita bohon (Hoax), saring dulu sebelum sharing.
  7. ciptakan Engaging Content. yaitu menciptakan konten yang melibatkan pembaca atau dengan kata lain menarik pembaca. Karena dengan menyajikan gagasan baru dan segar terkait topik tertentu mampu meningkatkan jumlah pembaca di blog.
  8. lakukan pengaditan pribadi untuk menghindari typo.

Pada saat pademi seperti sekarang ini blog dapat menjadi alternatif pilihan sebagai media pembelajaran, yaitu dengan cara memaksimalkan potensi blog yang kita miliki sebagai media pembelajaran. Tentunya kita harus menerapkan model pembelajaran inovatif. Salah satunya dengan Blended Learning. Untuk teknisnya kita dapat menuliskan materi pembelajaran, termasuk link video, latihan soal dan intruksi penugasan, serta semua hal terkai pembelajaran ke dalam blog. Selanjutnya link blog kita bagikan kepada siswa, baik melalui aplikasi messanger, atau sejenisnya.

Semarang, 16 Januari 2021
Oleh: Ahmad Saeroji

Ditulis hasil resume kegiatan menulis.

Label:

Kamis, Januari 14, 2021

Tantangan kamis Menulis || Profil Bu Ai Setiawati

 

https://www.idntimes.com/

Kegiatan kamis menulis kali ini memiliki tantangan menulis secara diskriptif profil partner menulis kita. Kegiatan dilakukan dengan cara dibagi menjadi beberapa kelompok yang mendaftar di tantangan kamis menulis.

Saya berpartner dengan ibu Ai Setiawati M.Pd, Panggilan sehari-hari (Teteh) kalau ditempat kerja suka di panggil ( Ceuceu) panggilan dalam bahasa sunda yg artinya kakak perempuan. Seorang guru IPS di SMP Negeri 1 Sukatani Kabupaten Purwakarta. Lahir di Ciamis, 15 Mei 1977. Pendidikan terakhir yang ditempuh adalah S2 Pendidikan IPS yang ditamatkan tahun 2015. Saat ini memiliki anak 3. Usia anak Sulung 17 thn laki-laki. Anak ke 2 gadis usia 13 tahun. Anak ke 3 laki-laki usia 4 tahun dari seorang ayah teman SMP-nya dulu. Sangat beruntung sekali memiliki suami yang sangat mengerti dengan kesibukan istrinya. Selain jadi guru IPS juga diperbantukan jadi Guru BK, Kesiswaan.

Pernah menjadi kandidat OGN, menjadi pembina Eskul Drumband tergiat dari PDBI Kabupaten Purwakarta, Pembina Pramuka tingkat SMP tergiat tingkat kecamatan Sukatani. Memiliki tipe ipe orang yg selalu ingin tahu dan ingin bisa, serta memiliki tipe orang yang tidak mau diam atau pingin selalu beraktivitas.

Wanita kelahiran Ciamis ini juga memiliki hobi bulu tangkis dan volley. Sedari kecil sudah suka menulis, walaupun masih di buku diary. Ketika SD suka ikut lomba menyanyi dan menari sampai SMP. Hobi itu terpendam sampai di SMA, setelah jadi guru menari dan menyanyi tersalurkan lagi. Seru-seruan menari dan menyanyi bareng siswa Menjadi pelatih paduan suara dan pelatih menari. Sedih ketika Pandemi, tidak bisa melaksanakan upacara perpisahan padahal kegiatan itu telah rutin dilakukan, dan sering diberi tugas  menjadi MC merangkap pelatih. 

Sayang sampai sekarang nggak berani mengendarai motor ataupun mobil. Karena trauma muridnya tiap tahun pasti ada yg menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Paling takut kalau turun hujan apalagi hujan dimalam hari. Pernah menjadi korban bencana longsor waktu kecil dan masih terkenang sampai sekarang. Masa kecil bersama nenek, kakek, bibi di Ciamis. Sekarang kakek, bibi sudah meninggal dunia.

Ada cita-cita yang belum tercapai yaitu ingin menjadi dosen, waktu masih kuliah di Bandung sudah menjadi Asisten dosen. Karena satu hal, orangtuanya menyuruh pulang ke Purwakarta. Sempat berkarir di Bank sebelum menjadi guru honorer.

Karena mertuanya tinggal di lampung, sedangkan Dia tinggal di perumahan ciganea indah- Purwakarta Jabar dekat dengan rumah orang tuanya, mengharuskan tiap tahun pulang lampung. 

Keinginan di tahun 2021 adalah Ingin membuat buku, Inging mengikuti lomba Guru Berprestasi.

Itulah profil partner ditantangan kamis menulis kali ini. Untuk melihat profil saya yang di tulis Bu Ai KLIK DISINI

Blog : 

https:// aisetiawati2019.blogspot.com
https://Untaikata2019.blogspot.com

Label:

Menebarkan Semangat Menulis melalu Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Pada pertemuan kali ini (13/01/21) kegiatan belajar menulis kedatangan pemateri yang sangat luar biasa. Mr. Bams sapaan keren yang sering teman-teman kenal. Sebenarnya nama aslinya adalah Bambang Purwanto, S.Kom. Gr. Beliau sangat aktif sebagai relawan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Selain menjadi seorang guru di SMP Taruna  Bakti, Beliau juga sebagai motivator dengan selalu menebarkan kalimat-kalimat bahagia setiap hari melalui blog, website, youtube, dan facebook setiap hari.

Di tempat Mr. Bams bekerja, yaitu di SMP Taruna Bakti beliau menjadi relawan dan penggerak literasi sekolah. Prestasi yang diraihnya saat menjadi relawan literasi sekolahnya tidak tanggung tanggung, pada tahun 2019 sekolahnya menjadi Juara Literasi peringkat pertama se Kota  Bandung. Selain itu juga secara pribadi beliau mendapat penghargaan sebagai pegiat literasi. Tidak hanya itu Mr. Bams juga menjadi nominasi guru Inspiratif pada Een Sukaesih Award 2019.

Sebenarnya apa sih yang menjadi rahasia Mr. Bams memperoleh prestasi dan penghargaan dibidang GLS?

Ternyata program yang diterapkan di sekolahnya terencana dan jelas, diantaranya Mr. Bams membuat sebuah jadwal literasi seperti berikut:

1. Senin membaca kitab suci (SMKS)
2. Selasa - Kamis : Membaca Buku Non Pelajaran
3. Jum'at Ayo Menulis (JAM)

Untuuk memantau perkembangan masing-masing kelas dan siswa, Mr. Bams membuat sebuah laporan kegiatan harian yang langsung dapat dilihat peserta didik melalui web sekolah. Dapat dilihat di link berikut: KLIK DISINI

Selain membuat laporan di masing-masing kelas juga ada rekap poin dari kegiatan literasi yang dapat kita lihat di link berikut: 

Link 1
Link 2
Link 3

Program sangat inspiratif dan dapat kita contoh. Selain melalui web kegiatan GLS yang dimotori oleh Mr. Bams ini juga memiliki chanel youtube. yang dapa disaksikan di link berikut: KLIK DISINI

Melihat fenomena pada siswa minat membaca dan menulisnya masih rendah Mr. Bams memiliki beberapa cara yang dilakukan diantaranya, Memulai dengan progam membaca 15 menit sebelum belajar setiap hari di luar waktu jam belajar.  Selanjutnya hasil membaca dituliskan  dalam bentuk review. 

Selain membaca Mr. Bams juga ada program menulis yang diadakan di hari jumat dengan sebutan Jum'at Ayo Menulis (JAM). Tulisan dari siswa merupakan tulisan Kalimat Bahagia setiap hari Jumat.Untuk tulisan dari siswa dapat dilihat di link berikut: KLIK DISNI

Untuk membuat program literasi sekola, perlu sebuah komitmen serta perlu melibatkan seluruh aspek yang ada di sekolah.  Memang mengawali GLS butuh konsistensi dan kerja keras, diantaranya dengan cara memulai dari yang sederhana, membuat sosialisasi pelaksanaan GLS, kemudian bentuk TIM GLS dan buatlah program yang memungkinkan untuk dapat dilaksanakan. 

Mr. Bams Memiliki cara untuk menumbukan cinta membaca dan menulis, dengan tujuan supaya kegiatan membaca dan menulis menjadi kesadaran dan bukan terpaksa untuk mensukseskan GLS. Adapun langkah yang dilakukan oleh Mr. Bams adalah dengan cara mengawalinya dengan memaksa terlebih dahulu. Mendatangi semua kelas dan menanyakan kepada siswa yang tadi pagi sudah membaca. Lalu menuliskan dan merekap untuk diinfokan di grup WA untuk laporan ke kepala sekolah.

Selain itu,  untuk dapat mensukseskan GLS, dalam menjalankan kegiatannya dilakukan secara perlahan dan terus menerus, mengajak muridnya untuk membaca 15 menit. Minta dukungan kepala sekolah dan bapak ibu guru. Lakulan bersama kegiatan ini, sehingga menjadi sebuah gerakan yang dilakukan terus menerus. Dibutuhkan orang yang mau konsisten menjalaninya. Agar tertarik berilah kebebasan mereka memilih buku yang mereka sukai atau butuhkan. Hobinya musik, cari buku tentang musik. Murid butuh belajar menggambar di komputet, carikan buku tentang Corel misalnya. Sehingga anak-anak tidak terkekang.

Sebuah program akan berhasil apabila dilakukan secara konsisten dan dilakukan monitoring. untuk itu kegiatan monitoring GLS dapat dilakukan dengan membuat data setiap hari yang meliputi, siapa dan kelas berapa yagn sudah membaca hari ini, nama dan bukunya apa melalui wali kelas. 

Kegiatan GLS yang dilakukan di sekolah Mr. Bams dilakukan sejak tahun 2015. GLS tidak diberlakukan sanksi pada siswa, akan tetapi dibuat point literasi yang ditampilkan secara online di web sekolah, sehingga mereka akan malu jika poin literasinya kecil. Setiap akhir semester berikan sertifikat untuk juara 1, 2 dan 3 untuk memotivasi siswa.

Semarang, 14 Januari 2021

 

Label:

Rabu, Januari 13, 2021

Sudah tau apa itu program pelatihan Bangkit 2021



Semangat memajukan pendidikan di Indonesia melalui program merdeka belajar dan kampus merdeka, Kemdikbud melalui Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti mengeluarkan kegiatan pelatihan Bangkit 2021.

Apa itu pelatihan Bangkit 2021? 

Bangkit 2021 merupakan program independen yang berupa pelatihan teknologi berbasis digital bagi mahasiswa. Hal ini sebagai upaya peran pemerintah dalam upaya menjawab tantangan dunia kerja dan dunia industri yang terdigitalisasi. 

Pelaksanaan kegiatan pelatihan Bangkit 2021 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng Google, Gojek, Tokopedia dan Traveloka. 

Kemajuan teknologi menuntut semua kegiatan dan aktivitas manusia harus berjalan secara cepat dan dinamis. Untuk itu penyesuaian terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi serta kompetensi untuk bersaing secara global yang hampir tidak ada batasan perlu dipersiapkan Sumberdaya Manusia yang  mumpuni, serta adaptif terha perubahan. Itulah yang melatar belakangi kegiatan Bangkit 2021.

Dewasa ini bidang yang banyak dibutuhkan adalah terkait dengan machine learning dan data analitic. untuk itu diharapkan dengan adanya pelatihan Bangkit 2021 dapat dijadikan kesempatan mahasiswa untuk mengasah kemampuannya dibidang tersebut.

Kegiatan Bangkit 2021 ini difokuskan untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa di tiga bidang, yaitu machine learning, mobile programing dan cloud computing. untuk itu program ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki motivasi, kompetensi dan kualifiaski yang tinggi dalam melaksanakan kegiatan Bangkit ini secara sungguh-sungguh serta memiliki komitmen yang tinggi.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa yang teleh mengikuti program Bangkit 2021 meliputi kompetensi berupa soft skill dan hard skill. Selain itu mahasiswa juga akan berkesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat, serta berkesempatan untuk merasakan praktik di dunia industri. 

Mahasiswa yang seperti apa yang dapat mengikuti program Bangkit 2021? Adapun mahasiswa yang dapat mengikuti program bangkit 2021 adalah mahasiswa yang telah mengikuti atau menempuh minimal di semester lima, dengan program D4/S1.

Apa yang diperoleh mahasiswa yang telah mengikuti program Bangkit 2021? 

Setelah lulus dari kegiatan Bangkit 2021, selain dapat dikonversi hingga 20 SKS, juga mendapatkan transkrip dan sertifikat bukti telah menyelesaikan pelatihan Bangkit 2021. 

Pelatihan Bangkit 2021 juga bekerjasama dengan 15 perguruan tinggi yaitu Universitas Gajah Mada, Univeristas Indonesia,Universitas Udayana, Institut Teknologi Sebelas November, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Univesitas Negeri Yogyakarta, Universitas Terbuka, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, Universitas Gunadarma, Telkom University, Universitas Dian Nuswantoro, Institut Teknologi Harapan Bangsa, dan Universitas Bina Nusantara. Dari ke-15 Universitas tersebut adalah sebagai host dalam kegiatan pelatihan Bangkit 2021.

Kapan Pelaksanaan Bangkit 2021?

Pelaksanaan dimulai pada tanggal 18 November sampai dengan 14 Januari 2021 untuk kegiatan pendaftaran dan assesment. untuk kegiatan seleksi dilakukan pada tanggal 14 sampai dengan 17 januari 2021. sedangkan pengumuman dilakukan pada tanggal 18 januari 2021.

Daftara ulang dilakukan pada tanggal 19 sampai dengan 25 Februari 2021. Pelaksanaan kegiatan pelatihannya sendiri dilaksanakan pada tanggal 15 Februari sampai dengan 25 Juni 2021.


Semarang, 13 Januari 2021
Oleh: Ahmad Saeroji


Sumber: Https://m.jpnn.com 

Label:

Table Manner "Tahu Tempe"


Saat saya menjadi pemateri disalah satu sekolah di Kota Pemalang, secara tidak sengaja bertemu teman lama waktu kuliah dulu. Ternyata Sekolah dimana saya mengisi pelatihan ada teman saya yang mengajar disitu. Tegur sapa dan saling mengejek sebagai bentuk keakraban kami lakukan.

Tibalah saya mengisi materi untuk pelatihan. Setelah beberapa jam saya mengisi materi tiba saatnya saya menuju ke ruang transit. Di ruang transit itulah saya kembali bersua dengan teman kuliah saya dulu.

Kami bercerita panjang lebar tentang masa kuliah dulu, mulai dari mengenang foto-foto jaman kuliah dulu yang masih tersimpan di handphonenya, hingga akhirnya ada salah satu topik yang membuat kita kita tertawa dan saling menyemangati satu sama lain, yaitu kisa menjadi guru pemula dan segala keterbatasan yang ada.

Cerita berawal dari lulus kuliah dan pertama kali mendapat pekerjaan menjadi seorang penjaga perpus di SD yang digaji 150 ribu perbulan selama satu tahun, yang pada akhirnya dia memilih untuk keluar dan menjadi seorang guru di sebuah SMK di Kotanya yang sesuai dengan ijasahnya. Dimana sekolah tersebut bisa dikatakan sangat jauh dari sejahtera. Kalo bisa dikatakan siswa yang dibutuhkan sekolah, bukan siswa yang butuh sekolah.

Cerita dilanjutkan dengan pengalaman pernah ngajar selama tujuh bulan belum digaji. Serta untuk mengajukan program praktik pembelajaran di luar kelas yaitu table manner tidak di setujui oleh pimpinan sekolah tersebut. "Jangankan untuk membiayai kegiatan table manner untuk gaji guru aja ngos-ngosan"  celetup sebuah kalimat ke saya.

Hingga pada akhirnya teman saya didesak oleh siswanya bahwa sekolah lain dengan jurusan yang sama ada kegiatan table manner. Dengan keterbatasan anggaran dan biaya akhir nya dilaksanakan table manner dikelas dengan catatan membawa perlengkapan sendok dan garpu sendiri.

Tiba saat kegiatan table manner dimulai. Tahu tempe yang sudah dibeli oleh teman saya sebagai gurunya tersebut sudah disiapkan di piring serta siap untuk dibagi kesiswa.  Peralatan table manner sudah lengkap sesuai dengan yang ditugaskan oleh gurunya, yaitu setiap siswa membawa sendiri alat-alatnya. Ada garpu, pisau dan alat lainnya guna keperluan table manner. Karena sebuah kondisi siswa tersebut sehingga ada siswa yang membawa pisau dapur yang jauh dari kata baik. Teman saya yang sebagai gurunyapun menahan tawa.

Kegiatan table manner dimulai. teman saya membagikan sepotong tempe dan tahu sebagai penganti daging. selanjutnya ditayangkan sebuah video tabble manner yang sebenarnya dan sesuai dengan aturan table manner. Sambil menyaksikan video yang ditampilkan oleh gurunya, siswa mempraktikkan cara memotong daging yang digantikan dengan media tempe dan tahu. Teman saya menyampaikan pada siswa yang terpenting bukan dagingnya ya tapi cara memotong dan memegang pisau dan garpunya. 

Kegiatan pembelajaran praktik table manner berjalan lancar. Gelak tawa dan riuh dikelas menjadi sebuah pengalaman mengajar disebuah keterbatasan untuk mengajarkan sebuah pengalaman. 

Cerita kami berdua ditutup dengan kesan-kesan menjadi seorang pendidik muda. Pada akhirnya kita saling menertawakan pengalaman pertama ngajar dan menjadi seorang guru dengan segala keterbatasan dan kesejahteraannya.

Hingga akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 16:00 dan saya harus pamitan untuk menuju stasiun karena saya harus bergegas pulang sesuai dengan jadwal tiket yang sudah dibelikan oleh panitia.

Itu sedikit cerita bertemu dengan kawan lama dengan cerita table manner "tahu tempe"

Semoga kita dipertemukan lagi kawan semangat mengabdi untuk negeri. 

Pemalang, 9 Desember 2019
Ditulis ulang untuk mengenang moment 

Label: ,