Header Ads

test

Tali Bambu untuk Mengisi Materi


Kala itu 21 September 2019 Tepatnya di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur. Kebetulan diberi amanah untuk menyampaikan materi terkait dengan berbagai macam model-model pembelajaran.

Kegiatan pelatihan tersebut dihadiri sekitar 40 guru dari berbagai jurusan dan sekolah. 

Pada kesemapatan itu saya harus menyampaikan berbagai macam model pembelajaran kurang lebih ada 40 model pembelajaran. Dalam penyampaian materi saya menggunakan model tali bambu.

Bagaimana saya menerapkan model pembelajaran tali bambu?

Langkah pertama yang saya lakukan adalah menyiapkan màteri dalam bentuk PPT yang saya cetak dari rumah dan saya bagikan ke peserta. Masing-masing peserta memperoleh satu materi mengenai model pembelajaran.

Setelah masing-masing peserta memperoleh materi saya persilahkan untuk mempelajari dan memahaminya dalam waktu 15 menit. 

Setelah 15 menit peserta saya intruksikan untuk keluar kelas berbaris secara berhadap hadapan. Setelah masing-masing peserta menemukan pasangannya, baris sebelah kiri sebagai penyaji terlebih dahulu dan sebelahkanan menjadi pendengar. Setiap penyaji ada waktu 5 menit untuk menyampaikan materi yang sudah dipelajarinya. Setelah 5 menit baria sebelah kanan bergeser ke pemateri disebelahnya begitu seterusnya sampai semua pemateri dikunjunginya. 

Selanjutnya setelah baris sebelah kiri semua dikunjungi, gantian baris sebelah kanan menjadi pemateri dengan durasi waktu dan langkah-langkah sesuai dengan aktivitas sebelumnya. 

Kemeriahan dan antusiasme peserta sangat luar biasa. Walaupun secara usia mungkin saya dibawah jauh dari peserta dalam pelatihan ini saya tidak menggurui hanya merancang skenario pelatihan supaya berjalan secara aktif dan berorientasi pada peserta diklat. 

Link Dokumen Kegiatan dapat di akses disini : KLIK DISINI

Tidak terasa waktu kurang lebih 4 jam terlampui masing-masing peserta memperoleh pengetahuan berbagai macam model pembelajaran dengan saling sharing antar peserta satu dengan peserta lainnya.

Semoga hasil diskusi dan aktivitas pelatihan dapat diterapkan oleh peserta diklat di dalam pembelajaran di kelas. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu dilain kesempatan.


Semarang, 3 Januari 2021

Ditulis ulang untuk mengenang moment 

Oleh Ahmad Saeroji

22 komentar:

  1. Kereenn .. materi langsung tdk sekedar ice breaking.. kalo pd metode game PAI sy ada metode talking stick.. mirip semacam itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woow keren juga berarti bu kapan2 di share ya bu tulisannya

      Hapus

  2. Wow keren Pak, kayak sekali perbendaharaan model2 belajarnya, boleh share dong?

    BalasHapus
  3. Pengin belajar banyak tentang model pembelajaran

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Sama-sama semoga bermanfaat dan membantu.

      Hapus
    2. Sama pak dengan saya...
      Saya blm lama mngetahui bhwa sangat bnyak guru yg tdk bisa mmbuat perangkat pmbljaran krn selama ini kbnyakan hnya kopas.
      Sy kdg brpikir, tiap tahun ada IHT mmbuat perangkat pmbljaran tpi kok kyk ga ada hsilnya.
      Akhirnya setiap sy mmberikan materi, polanya sy ubah.
      Peserta sy bagi form kosong, sy tuntun mengisinya dari awal sampe selesai, dg jmlh peserta kadang mncapai 200 pun semua peserta bisa punya hsil dan mngerti/paham cara mmbuatnya. Trmasuk pmbuatan RPP.

      Hapus
    3. Wow luar biasa tipsnya semoga bisa meneladani jenengan Bu

      Hapus
  5. Terimakasih ilmunya Pak
    Semoga ada tulisan berikutnya

    BalasHapus
  6. Ilmu iku kelakone kanthi laku.

    Ya ilmu itu harus diterapkan, jika diterapkan tidak mustahil 40 model bisa dipahami. Jika dibaca dan dijadikan tanya jawab, paham tiga dari 10 contoh model ya sudah amat lumayan.
    Terima kasih pak Dosen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 Pak semoga bermanfaat dan mohon kritik dan saran.

      Hapus
  7. Balasan
    1. Siap Bu. Dengan membaca blog ini secara tidak langsung sudah saya ajarin.... heheheh

      Hapus
  8. Keren teori mengajar andragoginya pa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat bu mohon masukkan kritik dan sarannya.

      Hapus