Jumat, September 04, 2020

Pembelajaran Daring Pusdiklat Kemdikbued



Masa pandemi covid 19 merupakan masa sulit bagi setiap orang untuk mengadakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Dengan adanya larangan untuk mengumpulkan banyak orang dan kegiatan suatu lembaga dituntut harus tetap berjalan, begitu juga di pusdiklat kemdikbud. Berbagai upaya pusdiklat kemdikbud untuk melaksanakan kegiatan latihan dasar atau latsar CPNS, sehingga pusdiklat merancang pelatihan secara daring dengan mengkombinasikan dua kegiatan belajar daring yaitu asinkron dan sinkron.

_________

Pembelajaran asinkron adalah pembelajaran yang tidak dilakukan secara langsung (real time). Kegiatan asinkron dilakukan dengan bantuan learning management system (LMS) yang dimiliki oleh kemdikbud yaitu pijar yang merupakan akronim dari pendidikan jarak jauh. Di pijar peserta diklat melakukan presensi dan mengakses materi diklat baik berupa teks, video maupun gambar. Di pijar juga ada bagian forum yang digunakan untuk diskusi antara widya iswara (pemateri) dengan peserta diklat. Tempat pengumpulan tugas dan alat evaluasi berupa pilihan ganda juga disediakan oleh pijar dengan batas waktu mengerkan juga disertakan disitu.

_________

Selain pembelajaran asinkron dilakukan juga pembelajaran sinkron dimana pembelajaran sinkron ini dilakukan secara langsung melalui aplikasi “webex”. Aplikasi webex merupakan sebuah aplikasi teleconference seperti hal nya zoom. Walaupun secara daring melalui “webex” efektifitas pembelajaran tidak berkurang sedikitpun. 

_________

Teknis di dalam pembelajaran di pusdiklat dilakukan melalui tahapan peserta membuka pijar.kemdikbud.go.id dan melakukan presensi. Selanjutnya membaca sebuah modul yang ada baik berupa e-book, bahan tayang (PPT) dan video kasus. Setelah peserta diklat melaksanakan kegiatan mempelajari modul selanjutnya proses diskusi yang dibagi perkelompok di aplikasi webex. Pemateri (widya iswara) menyamapaikan sedikit materi untuk membuka proses diskusi dari apa yang sudah dipelajari peserta dan masing-masing peserta diwajibkan untuk menyampaikan pendapat.

_________

Kegiatan diskusi di webex menurut saya berjalan sangat efektif dikarenakan jumlah satu angkatan 40 peserta dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 10 peserta. Dalam kegiatan diskusi dibagi sesi-sesinya, setiap sesi dengan jumlah peserta 10 orang dan didampingi bagian monitoring room webex 2 orang dan pemateri 1 jadi keseluruhan yang ada di room 13 orang. Widya iswara melontarkan sebuah pernyataan atau pernyataan untuk ditanggapi masing-masing peserta dengan mengacu pada materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Diskusi dilakukan sangat menarik dan hidup karena dalam room dibatasi 10 peserta sehingga proses diskusi dan monitor dari peserta dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

_________

Dari kegiatan tersebut saya sebagai seorang pendidik (dosen) bisa mengambil pelajaran dalam proses pembelajaran secara daring. Selain mendapat materi diklat saya juga memperoleh ilmu melakukan perkulian secara daring di semester depan. Sebenarnya kehidupan nyata adalah sebuah guru terbaik untuk selalu kita terus belajar, walaupun secara kasat mata kita melakukan aktivitas seprti biasa. Dibalik semua kejadian dan peristiwa terdapat sebuah pelajaran yang dapat menambah pengetahuan kita.

_________


Ditulis saat diklat daring di rumah

Ungaran, 27 Agustus 2020

Oleh : Ahmad Saeroji

Label: , , , , , ,

Mendesign Pembelajaran Kolaborasi di Masa Pandemi



Masa pandemi selain merupakan sebuah bencana dan wabah bagi kehidupan kita, dan bahkan dunia juga merasakan semua, di lain sisi pandemi ini merupakan sebuah dorongan atau pemantik secara paksa kepada kita semua untuk tetap eksis walaupun dimasa kritis.

Dampak dari pandemi ini berpengaruh pada semua sektor dan sendi kehidupan manusia di dunia, baik dari sisi sosial, politik, ekonomi dan bahkan dari sektor pendidikan pun ikut merasakan dampak dari pandemi ini.

Dampak yang sangat dirasakan dari sektor pendidikan adalah dimana sebelumnya pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka di kelas antara siswa dengan guru, kini dengan adanya pandemi kegiatan pembelajaran dipaksa menggunakan model pembelajaran daring. Pemaksaan proses pembelajaran dimasa pandemi menuntut seorang guru untuk mengupayakan sumberdaya kemampuan yang ada, serta kreativitas seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran daring dan tanpa mengurangi pencapaian kompetensi dan standar kompetensi dalam pembelajaran.

Proses pendidikan berupaya untuk dapat menanamkan keterampilan abad 21 dimana keterampilan abad 21 tersebut disingkat dengan 4C (Creativity, Critical Thinking, communication dan collaboration).

Bagaimana dimasa pandemi seperti ini kita dapat tetap menanamkan keterampilan abad 21 dengan tetap bisa berkolaborasi antar peserta didik? Berikut akan saya sampaikan beberapa kegiatan pembelajaran yang dapat kita design kolaborasi antar peserta didik.

Walaupun dimasa pandemi  ini kita masih tetap dapat mendesign pembelajaran kolaborasi antar peserta didik. Berikut langkah-langkah pembelajaran kolaboratif walaupun dilakukan secara daring.

  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok materi, serta kompetensi yang harus siswa kuasai setelah pembelajaran. Dapat dilakukan dengan model sinkron (langsung) atau asinkron tidak langsung.
  2. Guru telah membagi kelompok untuk disampaikan kepada siswa yang disesuaikan dengan jumlah dan cakupan materi yang akan dibahas oleh siswa.
  3. Masing-masing kelompok membuat materi presentasi atau bahan tayang dengan memanfaatkan google slide dengan dishare link supaya antara satu siswa dengan siswa yang lain membagi bagian slide yang harus dikerjakan.
  4. Seteleh waktu membuat slide ppt atau bahan tayang melalui kolaborasi dengan google slide selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan secara daring melalui kegiatan sinkron (langsung melalui teleconference) atau dengan kegiatan asinkron dengan cara direkam layar masing-masing kelompok dan membagikan video hasil rekaman untuk dapat ditanggapi oleh kelompok lain.

Untuk mendukung langkah-langkah tersebut sarana dan prasarana pendukung lainnya yang perlu dipersiapkan apa? Berikut adalah aplikasi pendukung kegiatan kolaboratif secara daring:

  1. LSM (learning Manajemen Sistem) kalo tidak ada bisa menggunakan grup WA atau LMS gratisan seperti google classroom, gnomio, siajar dari kemdikbud dan LMS lain yang mendukung.
  2. Aplikasi teleconference (jika ada) gratisan juga bisa (zoom, webex, google meet, dll) sebagai mendia siswa untuk berkomunikasi dan berkolaborasi antar anggota kelompok. Maka dari itu masing-masing kelompok harus dapat membuat room di aplikasi teleconference.
  3. Google slide dimana aplikasi ini dibutuhkan untuk membuat bahan tayang secara online dan dapat berkolaborasi satu sama lain tanpa harus bertemu, dengan cara share link.
  4. Alat perekam layar bisa menggunakan alat perekam layar untuk merekam saat presentasi atau mungkin bisa menggunakan zoom dan merekamnya saat presentasi.

Itu beberapa langkah-langkah mendesign pembelajaran kolaboratif secara online. Mungkin sebagain bapak ibu guru berargumen “itukan jika sekolah dan siswanya memiliki sarana dan prasarana yang memadahi, jika kami yang ada dipedesaan maka sulit untuk diterapkan”. Itu merupakan mindset block dari seorang guru, Sebenarnya yang tahu dan yang memahami masing-masing strategi dan model yang perlu diterapkan dalam pembelajaran adalah bapak ibu guru sendiri. Langkah-langkah diatas adalah merupakan sebuah konsep yang teoritis bagi sebagian bapak ibu guru yang lain dan bahkan susah diterapkan. Setidaknya bapak ibu guru dapat mengambil langkah-langkah pembelajaran yang saya sampaikan sebagai dasar untuk mendesign pembelajaran yang lain yang efektif dan sudah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik serta sarana dan prasarana yang tersedia bagi bapak ibu semua.

Untuk dapat mendesign pembelajaran banyak cara dan media yang bisa kita gunakan. Misalnya dengan WA grup sebenarnya kita bisa menjadikan sebuah LMS untuk mendukung pembelajarna online baik secara sinkron maupun asinkron. Hanya bagaimana cara guru selalu berinovasi dan berkreasi memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada demi pembelajaran daring yang efektif dan efisien.

Ungaran, 4 September 2019 (07:41 WIB)

Oleh Ahmad Saeroji

Label: , , , , , ,