Header Ads

test

Tiba-tiba Kepo "Retorika"

Oleh: Ahmad Saeroji

Pagi ini sebelum berangkat kerja saya sempatkan melihat informasi yang lagi tranding di media sosial. Sambil mengerjakan aktivitas seperti biasanya saya mencoba membuka youtube dan mencari informasi yang sangat menarik. Hingga akhirnya terpilihlah judul youtube debat antara mahasiswa dan Rocky Gerung.

Video tersebut cukup menarik bagi saya yaitu sebuah kalimat yang dilontarkan oleh mahasiswa bahwa seorang Rocky Gerung hanya pandai “beretorika”. Seketika itu saya langsung mencari tahu (Kepo) mengenai istilah retorika. Sebenarnya istilah retorika tidak asing ditelinga saya, namun saat itu rasa ingin tahu terhadap istilah tersebut mendorong saya ingin menggali lebih jauh.

Hingga akhirnya saya memutuskan untuk membuka ChatGPT, selanjutnya mengetikkan kata kunci “apa itu retorika?”.

Berdasarkan jawaban dari ChatGPT, retorika merupakan sebuah seni/keterampilan dalam menggunakan bahasa secara efektif untuk mempengaruhi, meyakinkan, atau memberikan kesan kepada orang lain. Untuk dapat membuat tulisan atau perkataan yang beretorika kita harus memperhatikan pilihan kata, sehingga audien sepakat dan membenarkan pendapat kita.

Untuk dapat membuat kalimat retorika, kita harus melibatkan beberapa elemen penting, antara lain: Logos, Pathos, Ethos, Gaya bahasa, Struktur Argumen, dan Kepentingan Audien/pembaca. Baik mari kita bahas satu persatu informasi yang saya dapat dari robot pintar tersebut.

Pertama kita bahas “Logos” terlebih dahulu. Saat kita berbicara dengan menggunakan retorika kita harus sampaikan logika atau argumen rasional untuk meyakinkan pendengar atau pembaca. Pada tahap ini kita bisa menyampaikan data dan fakta dari apa yang akan kita bicarakan dan kita tuliskan.

Kedua “Pathos”, pada tahap ini kita mencoba membuat atau menciptakan ikatan emosional dengan audien atau pembaca dengan tujuan mempengaruhi perasaan mereka. Pathos ini kita berupaya untuk dapat berempati pada audiens atau pembaca dengan masuk pada ranah emosional.

Ketiga adalah “Ethos”, kita mencoba membangun kredibelitas dan kepercayaan pada audien atau pembaca dengan menunjukkan bukti diri kita memiliki keahlian yang kita bicarakan atau kita tulis. Selain itu kita bisa menyampaikan otoritas kita pada topik yang kita bahas.

Keempat “Gaya bahasa”, untuk membuat sebuah kalimat retorika kita harus memilih bahasa yang kreatif, metafora, analogi, dan bahasa retorika lainnya, sehingga membuat pesan yang ingin kita sampaikan lebih menarik.

Kelima adalah “struktur argumen”, pada tahap ini sampaikan argumen secara logis bisa dengan melakukan pemahaman terhadap akar masalah, cara menyusun strategi pemecahan masalahnya dan melibatkan audien atau pembaca untuk dapat berkontribusi.

Bagian yang keenam adalah kepentingan audien, dimana pada tahap ini kita berupaya untuk dapat memahami audiens atau pembaca, supaya pesan yang akan kita sampaikan relevan dengan audien/pembaca sehingga pesan yang ingin kita sampaikan diterima.

Akhirnya terjawab sudah keingin tahuan saya terkait dengan istilah retorika. Dari informasi yang telah saya peroleh, bahwa saat orang berkomunikasi itu juga ada ilmu dan rumusnya untuk dapat menyampaikannya secara efektif dan efisien.

Sekaran, 29 November 2022, 12.52 WIB

Tidak ada komentar