Jumat, September 04, 2020

Percepatan

Teknologi saat ini berkembang begitu cepat. Cepatnya perkembangan teknologi menuntut manusia selalu mengupgrade pengetahuan dan cara pandang dalam berfikir. Berbagi lini kehidupan manusia, tidak terlepas dengan "jamahan" teknologi, dari mau tidur,saat tidur, bangun tidur dan kembali tidur lagi.

Inovasi merupakan modal utama untuk menghadapi tantangan zaman. amanat bapak presiden jokowi untuk menghadapi dunia digitalisasi dan tanpa batas untuk memperkuat industri Kreatif. dengan sebuah kreatifitas akan menjadikan pundi pundi rupiah. banyak orang-orang kreatif saat ini menjadi deretan orang-orang sukses di dunia ini.

Mengapa kreativitas dan inovasi itu penting?

Kita dapat mengambil banyak contoh beberapa perusahaan yang tidak inovatif akan tergeser dan bahkan akan gulung tikar. Perusahaan penyedia jasa terbesar dan tersukses dimasanya sebut saja Yahoo yang kalah berinovasi sehingga saat ini kalah bersaing dengan Google yang menawarkan berbagai macam layanan dari surat online sampai pada membuat situs layanan pembelajaran online.

BBM yang dulu merupakan aplikasi chat yang sangat diminati masyarakat sekarang hampir setiap orang beralih ke WA dan BBM Semakin ditinggalkan. Facebook penggunaan media sosial merakyat saat ini sedikit demi sedikit jarang yang membukanya lagi dan beralih ke jejaring sosial lain yang lebih atraktif dan inovatif.

Dibidang Transportasi Taxi konvensional yang dulu membantu sekali bagi masyarakat sekarang kalah dengan moda transportasi Online. dan masih banyak lagi contoh kasus yang pada waktu berjaya di eranya akan hilang ditelan bumi jika tidak mampu berinovasi.

Instansi Pendididikan pun suatu saat jika tidak mampu berinovasi akan kalah dengan layanan pendidikan daring. Saat ini dunia mulai menggagas Program Pendidikan Jarak Jauh yang difasilitasi dengan pembelajaran kelas maya dengan berbantuan Web Classs dan Video conference. Dengan kita berada di Indonesia bisa kuliah keluar negeri tanpa harus meninggalkan Indonesia. Suatu persaingan pendidik dan instansi pendidikan akan bersaing secara global batas ruang dan waktu tidak menjadi penghambat dengan kemajuan teknologi.

Pendapat penulis suatu saat mungkin sekali akan ada sekolah tanpa gedung dan siswa belajar tidak harus ditunggui guru. hal ini suatu saat bisa saja terjadi. Dulu kita tidak pernah berfikir Mega mall yang saat ini berada pada gedung-gedung bertingkat, saat ini MegaMall hanya berada digenggaman tangan. Kita juga tidak pernah berfikir bahwa dengan genggaman tangan kita bisa menyiapkan hidangan makanan, saat ini hal itu bisa terjadi.

Maka dari itu percepatan pemikirin diperlukan dalam menghadapi tantangan kedepan yang jau lebih digitalisasi. Maka dari itu teknologi yang berkembang pesat saat ini harus kita hadapi dengan positif dan bijak.

Semarang, 18 April 2018

 Oleh Ahmad Saeroji

Label: ,

Artificial Intellejen Pendeteksi Emosional



Beberapa hari belakangan beredar video di media sosial Presiden Republik Indonesia jokowi dodo marah. Kemarahan tersebut ditujukan kepada menteri-nya. Yang memicu kemarahan Bapak Presiden adalah langkah kerja para menterinya dinilai kurang membaca suasana kritis yang sedang melanda Indonesia dan dunia. Bapak presiden Joko Widodo menyatakan bahwa kinerja para menterinya dilakukan secara biasa biasa saja dengan ekspresi marah.

Dari sumber yang penulis dapatkan dari media sosial (narasi tv) ternyata ada para ahli dari luar negeri yang menganalisis raut wajah Joko widodo dengan sebuah Artificial Intelinjen (kecedasan buatan). Emotion research LAB yang bekerjasama dengan perusahaan teknologi asal spanyol menganalisis raut wajah Presiden Joko widodo saat pidato apakah Jokowi benar-benar marah atau tidak, bahkan tingkat kemarahan atau emosi seseorang dapat diukur dengan prosentase angka.

Dulu orang melihat orang marah atau senang bahkan sedih bisa mendeteksi melalui raut wajah, bahkan hal itu dilakukan sebuah penelitian oleh Paul Ekmen dalam research nya Menemukan katagori emosi dasar manusia dengan melihat raut wajah untuk menentukan seseorang bahagia, marah, takut, kaget dan jijik. Berdasarkan bantuan ekpresi raut wajah tersebut saat ini dikembangkan Artificial intellegen (AI) atau kecerdasan buatan untuk mendeteksi tingkat emosi seseorang.

Bisnis pendeteksian raut wajah saat ini berkembang pesat di luar negeri saat ini. Akan tetapi dalam pengembangannya terdapat kendala yang terjadi untuk mendeteksi raut muka seseorang, yaitu dengan tersenyum orang belum tentu bahagia, dengan wajah yang cemberut belum tentu marah. Untuk mengatasi hal ini dilakukan dengan cara pembuatan big data dengan menggunakan database yang ditingkatkan, yaitu melalui cara memperbanyak database dalam artiificial intelligence tersebut dengan data ekspresi wajah yang diperoleh dari berbagai etnis di dunia.

Bagaimana AI pendeteksi emosi seseorang tersebut bekerja?

Ai tersebut bekerja dengan menganalisis dari deteksi wajah dari frame by frame dalam satu detik terdapat 25 frame sehingga dalam waktu satu menit terdapat 1500 frame saat mendeteksi mimik wajah seseorang (sumber narasi tv).

Dikemudian hari (atau bahkan sekarang ini sudah dilakukan) ada penciptaan AI pendeteksi kebohongan seseorang serta kejujuran seseorang. Dengan bantuan pedeteksi retina mata bahkan mungkin isi dalam hati seseorang suatu saat bisa diketahui dengan bantuan AI apakah seseorang tersebut berbohong atau tidak.

Saat ini saja google sudah bisa menebak apa yang akan kita cari maka akan muncul pilihan kata ditawarkan oleh google. Terkadang ketika kita mengetikkan suatu kata di kolom pencarian google disadari atau tidak, terkadang kata yang kita cari sudah ditawarkan oleh google dan disitu kita tinggal memilihnya dan bahkan kadang hasil yang ditawarkan kata yang kita cari sama persis dengan keinginan kita. Begitu hebatnya kemampuan manusia dalam mengembangkan teknologi terutama dalam pengembangan berbasis AI.

Tantangan kedepan manusia mau tidak mau pasti akan hidup berdampingan dengan sebuah sistem komputerisasi dan robotik serta kecerdasan buatan yang ditandai dengan revolusi industri 4.0. serta masa society 5.0 dimana era semua teknologi adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Internet merupakan sebuah kebutuhan dalam hidup, sepertihalnya dalam teori ekonomi kebutuhan manusia yang dikelompokkan menjadi kebutuhan primer, skunder dan tertier. Dalam kehidupan manusia internet tidak lagi merupakan kebutuhan tertier bahkan sudah masuk dalam kategori kebutuhan primer.

Apalagi dimasa pandemi saat ini kebutuhan internet meningkat tajam. Konsumsi internet dimasa pademi digunakan untuk belajar dan bekerja yang dilakukan dirumah. Kedepan internet menjadi kebutuhan seperti halnya langganan listrik dan langganan air.

Ungaran, 11 Agustus 2020

Oleh : Ahmad Saeroji

Label: , ,

Pembelajaran Daring Pusdiklat Kemdikbued



Masa pandemi covid 19 merupakan masa sulit bagi setiap orang untuk mengadakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Dengan adanya larangan untuk mengumpulkan banyak orang dan kegiatan suatu lembaga dituntut harus tetap berjalan, begitu juga di pusdiklat kemdikbud. Berbagai upaya pusdiklat kemdikbud untuk melaksanakan kegiatan latihan dasar atau latsar CPNS, sehingga pusdiklat merancang pelatihan secara daring dengan mengkombinasikan dua kegiatan belajar daring yaitu asinkron dan sinkron.

_________

Pembelajaran asinkron adalah pembelajaran yang tidak dilakukan secara langsung (real time). Kegiatan asinkron dilakukan dengan bantuan learning management system (LMS) yang dimiliki oleh kemdikbud yaitu pijar yang merupakan akronim dari pendidikan jarak jauh. Di pijar peserta diklat melakukan presensi dan mengakses materi diklat baik berupa teks, video maupun gambar. Di pijar juga ada bagian forum yang digunakan untuk diskusi antara widya iswara (pemateri) dengan peserta diklat. Tempat pengumpulan tugas dan alat evaluasi berupa pilihan ganda juga disediakan oleh pijar dengan batas waktu mengerkan juga disertakan disitu.

_________

Selain pembelajaran asinkron dilakukan juga pembelajaran sinkron dimana pembelajaran sinkron ini dilakukan secara langsung melalui aplikasi “webex”. Aplikasi webex merupakan sebuah aplikasi teleconference seperti hal nya zoom. Walaupun secara daring melalui “webex” efektifitas pembelajaran tidak berkurang sedikitpun. 

_________

Teknis di dalam pembelajaran di pusdiklat dilakukan melalui tahapan peserta membuka pijar.kemdikbud.go.id dan melakukan presensi. Selanjutnya membaca sebuah modul yang ada baik berupa e-book, bahan tayang (PPT) dan video kasus. Setelah peserta diklat melaksanakan kegiatan mempelajari modul selanjutnya proses diskusi yang dibagi perkelompok di aplikasi webex. Pemateri (widya iswara) menyamapaikan sedikit materi untuk membuka proses diskusi dari apa yang sudah dipelajari peserta dan masing-masing peserta diwajibkan untuk menyampaikan pendapat.

_________

Kegiatan diskusi di webex menurut saya berjalan sangat efektif dikarenakan jumlah satu angkatan 40 peserta dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 10 peserta. Dalam kegiatan diskusi dibagi sesi-sesinya, setiap sesi dengan jumlah peserta 10 orang dan didampingi bagian monitoring room webex 2 orang dan pemateri 1 jadi keseluruhan yang ada di room 13 orang. Widya iswara melontarkan sebuah pernyataan atau pernyataan untuk ditanggapi masing-masing peserta dengan mengacu pada materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Diskusi dilakukan sangat menarik dan hidup karena dalam room dibatasi 10 peserta sehingga proses diskusi dan monitor dari peserta dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

_________

Dari kegiatan tersebut saya sebagai seorang pendidik (dosen) bisa mengambil pelajaran dalam proses pembelajaran secara daring. Selain mendapat materi diklat saya juga memperoleh ilmu melakukan perkulian secara daring di semester depan. Sebenarnya kehidupan nyata adalah sebuah guru terbaik untuk selalu kita terus belajar, walaupun secara kasat mata kita melakukan aktivitas seprti biasa. Dibalik semua kejadian dan peristiwa terdapat sebuah pelajaran yang dapat menambah pengetahuan kita.

_________


Ditulis saat diklat daring di rumah

Ungaran, 27 Agustus 2020

Oleh : Ahmad Saeroji

Label: , , , , , ,

Mendesign Pembelajaran Kolaborasi di Masa Pandemi



Masa pandemi selain merupakan sebuah bencana dan wabah bagi kehidupan kita, dan bahkan dunia juga merasakan semua, di lain sisi pandemi ini merupakan sebuah dorongan atau pemantik secara paksa kepada kita semua untuk tetap eksis walaupun dimasa kritis.

Dampak dari pandemi ini berpengaruh pada semua sektor dan sendi kehidupan manusia di dunia, baik dari sisi sosial, politik, ekonomi dan bahkan dari sektor pendidikan pun ikut merasakan dampak dari pandemi ini.

Dampak yang sangat dirasakan dari sektor pendidikan adalah dimana sebelumnya pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka di kelas antara siswa dengan guru, kini dengan adanya pandemi kegiatan pembelajaran dipaksa menggunakan model pembelajaran daring. Pemaksaan proses pembelajaran dimasa pandemi menuntut seorang guru untuk mengupayakan sumberdaya kemampuan yang ada, serta kreativitas seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran daring dan tanpa mengurangi pencapaian kompetensi dan standar kompetensi dalam pembelajaran.

Proses pendidikan berupaya untuk dapat menanamkan keterampilan abad 21 dimana keterampilan abad 21 tersebut disingkat dengan 4C (Creativity, Critical Thinking, communication dan collaboration).

Bagaimana dimasa pandemi seperti ini kita dapat tetap menanamkan keterampilan abad 21 dengan tetap bisa berkolaborasi antar peserta didik? Berikut akan saya sampaikan beberapa kegiatan pembelajaran yang dapat kita design kolaborasi antar peserta didik.

Walaupun dimasa pandemi  ini kita masih tetap dapat mendesign pembelajaran kolaborasi antar peserta didik. Berikut langkah-langkah pembelajaran kolaboratif walaupun dilakukan secara daring.

  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok materi, serta kompetensi yang harus siswa kuasai setelah pembelajaran. Dapat dilakukan dengan model sinkron (langsung) atau asinkron tidak langsung.
  2. Guru telah membagi kelompok untuk disampaikan kepada siswa yang disesuaikan dengan jumlah dan cakupan materi yang akan dibahas oleh siswa.
  3. Masing-masing kelompok membuat materi presentasi atau bahan tayang dengan memanfaatkan google slide dengan dishare link supaya antara satu siswa dengan siswa yang lain membagi bagian slide yang harus dikerjakan.
  4. Seteleh waktu membuat slide ppt atau bahan tayang melalui kolaborasi dengan google slide selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan secara daring melalui kegiatan sinkron (langsung melalui teleconference) atau dengan kegiatan asinkron dengan cara direkam layar masing-masing kelompok dan membagikan video hasil rekaman untuk dapat ditanggapi oleh kelompok lain.

Untuk mendukung langkah-langkah tersebut sarana dan prasarana pendukung lainnya yang perlu dipersiapkan apa? Berikut adalah aplikasi pendukung kegiatan kolaboratif secara daring:

  1. LSM (learning Manajemen Sistem) kalo tidak ada bisa menggunakan grup WA atau LMS gratisan seperti google classroom, gnomio, siajar dari kemdikbud dan LMS lain yang mendukung.
  2. Aplikasi teleconference (jika ada) gratisan juga bisa (zoom, webex, google meet, dll) sebagai mendia siswa untuk berkomunikasi dan berkolaborasi antar anggota kelompok. Maka dari itu masing-masing kelompok harus dapat membuat room di aplikasi teleconference.
  3. Google slide dimana aplikasi ini dibutuhkan untuk membuat bahan tayang secara online dan dapat berkolaborasi satu sama lain tanpa harus bertemu, dengan cara share link.
  4. Alat perekam layar bisa menggunakan alat perekam layar untuk merekam saat presentasi atau mungkin bisa menggunakan zoom dan merekamnya saat presentasi.

Itu beberapa langkah-langkah mendesign pembelajaran kolaboratif secara online. Mungkin sebagain bapak ibu guru berargumen “itukan jika sekolah dan siswanya memiliki sarana dan prasarana yang memadahi, jika kami yang ada dipedesaan maka sulit untuk diterapkan”. Itu merupakan mindset block dari seorang guru, Sebenarnya yang tahu dan yang memahami masing-masing strategi dan model yang perlu diterapkan dalam pembelajaran adalah bapak ibu guru sendiri. Langkah-langkah diatas adalah merupakan sebuah konsep yang teoritis bagi sebagian bapak ibu guru yang lain dan bahkan susah diterapkan. Setidaknya bapak ibu guru dapat mengambil langkah-langkah pembelajaran yang saya sampaikan sebagai dasar untuk mendesign pembelajaran yang lain yang efektif dan sudah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik serta sarana dan prasarana yang tersedia bagi bapak ibu semua.

Untuk dapat mendesign pembelajaran banyak cara dan media yang bisa kita gunakan. Misalnya dengan WA grup sebenarnya kita bisa menjadikan sebuah LMS untuk mendukung pembelajarna online baik secara sinkron maupun asinkron. Hanya bagaimana cara guru selalu berinovasi dan berkreasi memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada demi pembelajaran daring yang efektif dan efisien.

Ungaran, 4 September 2019 (07:41 WIB)

Oleh Ahmad Saeroji

Label: , , , , , ,