Minggu, Januari 03, 2021

Tali Bambu untuk Mengisi Materi


Kala itu 21 September 2019 Tepatnya di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur. Kebetulan diberi amanah untuk menyampaikan materi terkait dengan berbagai macam model-model pembelajaran.

Kegiatan pelatihan tersebut dihadiri sekitar 40 guru dari berbagai jurusan dan sekolah. 

Pada kesemapatan itu saya harus menyampaikan berbagai macam model pembelajaran kurang lebih ada 40 model pembelajaran. Dalam penyampaian materi saya menggunakan model tali bambu.

Bagaimana saya menerapkan model pembelajaran tali bambu?

Langkah pertama yang saya lakukan adalah menyiapkan màteri dalam bentuk PPT yang saya cetak dari rumah dan saya bagikan ke peserta. Masing-masing peserta memperoleh satu materi mengenai model pembelajaran.

Setelah masing-masing peserta memperoleh materi saya persilahkan untuk mempelajari dan memahaminya dalam waktu 15 menit. 

Setelah 15 menit peserta saya intruksikan untuk keluar kelas berbaris secara berhadap hadapan. Setelah masing-masing peserta menemukan pasangannya, baris sebelah kiri sebagai penyaji terlebih dahulu dan sebelahkanan menjadi pendengar. Setiap penyaji ada waktu 5 menit untuk menyampaikan materi yang sudah dipelajarinya. Setelah 5 menit baria sebelah kanan bergeser ke pemateri disebelahnya begitu seterusnya sampai semua pemateri dikunjunginya. 

Selanjutnya setelah baris sebelah kiri semua dikunjungi, gantian baris sebelah kanan menjadi pemateri dengan durasi waktu dan langkah-langkah sesuai dengan aktivitas sebelumnya. 

Kemeriahan dan antusiasme peserta sangat luar biasa. Walaupun secara usia mungkin saya dibawah jauh dari peserta dalam pelatihan ini saya tidak menggurui hanya merancang skenario pelatihan supaya berjalan secara aktif dan berorientasi pada peserta diklat. 

Link Dokumen Kegiatan dapat di akses disini : KLIK DISINI

Tidak terasa waktu kurang lebih 4 jam terlampui masing-masing peserta memperoleh pengetahuan berbagai macam model pembelajaran dengan saling sharing antar peserta satu dengan peserta lainnya.

Semoga hasil diskusi dan aktivitas pelatihan dapat diterapkan oleh peserta diklat di dalam pembelajaran di kelas. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu dilain kesempatan.


Semarang, 3 Januari 2021

Ditulis ulang untuk mengenang moment 

Oleh Ahmad Saeroji

Label:

22 Komentar:

Pada 3 Januari 2021 pukul 20.46 , Blogger Iz Shafura mengatakan...

Kereenn .. materi langsung tdk sekedar ice breaking.. kalo pd metode game PAI sy ada metode talking stick.. mirip semacam itu

 
Pada 3 Januari 2021 pukul 20.49 , Blogger Ahmad Saeroji mengatakan...

Woow keren juga berarti bu kapan2 di share ya bu tulisannya

 
Pada 3 Januari 2021 pukul 21.06 , Blogger Tini Sumartini mengatakan...


Wow keren Pak, kayak sekali perbendaharaan model2 belajarnya, boleh share dong?

 
Pada 3 Januari 2021 pukul 21.16 , Blogger Sudomo, S.Pt. mengatakan...

Pengin belajar banyak tentang model pembelajaran

 
Pada 3 Januari 2021 pukul 21.21 , Blogger AHSANUDDIN JOMBANG mengatakan...

Super sekali modelnya,, sukses

 
Pada 3 Januari 2021 pukul 21.56 , Blogger Ahmad Saeroji mengatakan...

Siap Bu semoga bisa konsisten

 
Pada 3 Januari 2021 pukul 21.56 , Blogger Ahmad Saeroji mengatakan...

Saya masih belajar Pak

 
Pada 3 Januari 2021 pukul 21.57 , Blogger Ahmad Saeroji mengatakan...

Aamiin terima kasih Pak

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 04.53 , Blogger Suyati Binyo Purbalingga mengatakan...

Mantap, sharing ilmunya. Terima kasih.

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 06.36 , Blogger Ahmad Saeroji mengatakan...

Sama-sama semoga bermanfaat dan membantu.

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 07.26 , Blogger juwartini mengatakan...

Sama pak dengan saya...
Saya blm lama mngetahui bhwa sangat bnyak guru yg tdk bisa mmbuat perangkat pmbljaran krn selama ini kbnyakan hnya kopas.
Sy kdg brpikir, tiap tahun ada IHT mmbuat perangkat pmbljaran tpi kok kyk ga ada hsilnya.
Akhirnya setiap sy mmberikan materi, polanya sy ubah.
Peserta sy bagi form kosong, sy tuntun mengisinya dari awal sampe selesai, dg jmlh peserta kadang mncapai 200 pun semua peserta bisa punya hsil dan mngerti/paham cara mmbuatnya. Trmasuk pmbuatan RPP.

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 08.28 , Blogger Ahmad Saeroji mengatakan...

Wow luar biasa tipsnya semoga bisa meneladani jenengan Bu

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 11.59 , Blogger Mohamad Bajuri mengatakan...

luar biasa...keren

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 12.58 , Blogger Ahmad Saeroji mengatakan...

Terima kasih pak semoga bermanfaat

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 13.12 , Blogger indrawahyuddin mengatakan...

Terimakasih ilmunya Pak
Semoga ada tulisan berikutnya

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 14.18 , Blogger Pak D Susanto mengatakan...

Ilmu iku kelakone kanthi laku.

Ya ilmu itu harus diterapkan, jika diterapkan tidak mustahil 40 model bisa dipahami. Jika dibaca dan dijadikan tanya jawab, paham tiga dari 10 contoh model ya sudah amat lumayan.
Terima kasih pak Dosen.

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 14.22 , Blogger AAM NURHASANAH, S.Pd. mengatakan...

Ajarin dong. Hehe

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 14.55 , Blogger Ahmad Saeroji mengatakan...

Siap Pak mohon masukkan dan sarannya

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 14.55 , Blogger Ahmad Saeroji mengatakan...

Sama2 Pak semoga bermanfaat dan mohon kritik dan saran.

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 14.56 , Blogger Ahmad Saeroji mengatakan...

Siap Bu. Dengan membaca blog ini secara tidak langsung sudah saya ajarin.... heheheh

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 17.51 , Blogger Abithea/Kartini mengatakan...

Keren teori mengajar andragoginya pa...

 
Pada 4 Januari 2021 pukul 22.04 , Blogger Ahmad Saeroji mengatakan...

Semoga bermanfaat bu mohon masukkan kritik dan sarannya.

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda