Rabu, November 29, 2023

Tiba-tiba Kepo "Retorika"

Oleh: Ahmad Saeroji

Pagi ini sebelum berangkat kerja saya sempatkan melihat informasi yang lagi tranding di media sosial. Sambil mengerjakan aktivitas seperti biasanya saya mencoba membuka youtube dan mencari informasi yang sangat menarik. Hingga akhirnya terpilihlah judul youtube debat antara mahasiswa dan Rocky Gerung.

Video tersebut cukup menarik bagi saya yaitu sebuah kalimat yang dilontarkan oleh mahasiswa bahwa seorang Rocky Gerung hanya pandai “beretorika”. Seketika itu saya langsung mencari tahu (Kepo) mengenai istilah retorika. Sebenarnya istilah retorika tidak asing ditelinga saya, namun saat itu rasa ingin tahu terhadap istilah tersebut mendorong saya ingin menggali lebih jauh.

Hingga akhirnya saya memutuskan untuk membuka ChatGPT, selanjutnya mengetikkan kata kunci “apa itu retorika?”.

Berdasarkan jawaban dari ChatGPT, retorika merupakan sebuah seni/keterampilan dalam menggunakan bahasa secara efektif untuk mempengaruhi, meyakinkan, atau memberikan kesan kepada orang lain. Untuk dapat membuat tulisan atau perkataan yang beretorika kita harus memperhatikan pilihan kata, sehingga audien sepakat dan membenarkan pendapat kita.

Untuk dapat membuat kalimat retorika, kita harus melibatkan beberapa elemen penting, antara lain: Logos, Pathos, Ethos, Gaya bahasa, Struktur Argumen, dan Kepentingan Audien/pembaca. Baik mari kita bahas satu persatu informasi yang saya dapat dari robot pintar tersebut.

Pertama kita bahas “Logos” terlebih dahulu. Saat kita berbicara dengan menggunakan retorika kita harus sampaikan logika atau argumen rasional untuk meyakinkan pendengar atau pembaca. Pada tahap ini kita bisa menyampaikan data dan fakta dari apa yang akan kita bicarakan dan kita tuliskan.

Kedua “Pathos”, pada tahap ini kita mencoba membuat atau menciptakan ikatan emosional dengan audien atau pembaca dengan tujuan mempengaruhi perasaan mereka. Pathos ini kita berupaya untuk dapat berempati pada audiens atau pembaca dengan masuk pada ranah emosional.

Ketiga adalah “Ethos”, kita mencoba membangun kredibelitas dan kepercayaan pada audien atau pembaca dengan menunjukkan bukti diri kita memiliki keahlian yang kita bicarakan atau kita tulis. Selain itu kita bisa menyampaikan otoritas kita pada topik yang kita bahas.

Keempat “Gaya bahasa”, untuk membuat sebuah kalimat retorika kita harus memilih bahasa yang kreatif, metafora, analogi, dan bahasa retorika lainnya, sehingga membuat pesan yang ingin kita sampaikan lebih menarik.

Kelima adalah “struktur argumen”, pada tahap ini sampaikan argumen secara logis bisa dengan melakukan pemahaman terhadap akar masalah, cara menyusun strategi pemecahan masalahnya dan melibatkan audien atau pembaca untuk dapat berkontribusi.

Bagian yang keenam adalah kepentingan audien, dimana pada tahap ini kita berupaya untuk dapat memahami audiens atau pembaca, supaya pesan yang akan kita sampaikan relevan dengan audien/pembaca sehingga pesan yang ingin kita sampaikan diterima.

Akhirnya terjawab sudah keingin tahuan saya terkait dengan istilah retorika. Dari informasi yang telah saya peroleh, bahwa saat orang berkomunikasi itu juga ada ilmu dan rumusnya untuk dapat menyampaikannya secara efektif dan efisien.

Sekaran, 29 November 2022, 12.52 WIB

Label: , ,

Jumat, April 16, 2021

Aplikasi Pembelajaran Daring Gratis dengan SIAJAR

Oleh: Ahmad Saeroji

Pandemi sampai saat ini belum juga selesai. Pembelajaran terpaksa dilakukan secara daring. Banyak sekolah yang masih bingung cara menyiasatinya, supaya pembelajaran dapat dilakukan secara efektif dan terkendali.

Salah satu Learning Management System (LMS) yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran daring yang efektif dan terkendali adalah SIAJAR.

Apa itu aplikasi SIAJAR?
Bagaimana menggunakan aplikasi SIAJAR untuk pembelajaran daring yang efektif, efisien serta terkendali? Mari lihat penjelasan video berikut:



Label: , ,

Jumat, September 04, 2020

Mendesign Pembelajaran Kolaborasi di Masa Pandemi



Masa pandemi selain merupakan sebuah bencana dan wabah bagi kehidupan kita, dan bahkan dunia juga merasakan semua, di lain sisi pandemi ini merupakan sebuah dorongan atau pemantik secara paksa kepada kita semua untuk tetap eksis walaupun dimasa kritis.

Dampak dari pandemi ini berpengaruh pada semua sektor dan sendi kehidupan manusia di dunia, baik dari sisi sosial, politik, ekonomi dan bahkan dari sektor pendidikan pun ikut merasakan dampak dari pandemi ini.

Dampak yang sangat dirasakan dari sektor pendidikan adalah dimana sebelumnya pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka di kelas antara siswa dengan guru, kini dengan adanya pandemi kegiatan pembelajaran dipaksa menggunakan model pembelajaran daring. Pemaksaan proses pembelajaran dimasa pandemi menuntut seorang guru untuk mengupayakan sumberdaya kemampuan yang ada, serta kreativitas seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran daring dan tanpa mengurangi pencapaian kompetensi dan standar kompetensi dalam pembelajaran.

Proses pendidikan berupaya untuk dapat menanamkan keterampilan abad 21 dimana keterampilan abad 21 tersebut disingkat dengan 4C (Creativity, Critical Thinking, communication dan collaboration).

Bagaimana dimasa pandemi seperti ini kita dapat tetap menanamkan keterampilan abad 21 dengan tetap bisa berkolaborasi antar peserta didik? Berikut akan saya sampaikan beberapa kegiatan pembelajaran yang dapat kita design kolaborasi antar peserta didik.

Walaupun dimasa pandemi  ini kita masih tetap dapat mendesign pembelajaran kolaborasi antar peserta didik. Berikut langkah-langkah pembelajaran kolaboratif walaupun dilakukan secara daring.

  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok materi, serta kompetensi yang harus siswa kuasai setelah pembelajaran. Dapat dilakukan dengan model sinkron (langsung) atau asinkron tidak langsung.
  2. Guru telah membagi kelompok untuk disampaikan kepada siswa yang disesuaikan dengan jumlah dan cakupan materi yang akan dibahas oleh siswa.
  3. Masing-masing kelompok membuat materi presentasi atau bahan tayang dengan memanfaatkan google slide dengan dishare link supaya antara satu siswa dengan siswa yang lain membagi bagian slide yang harus dikerjakan.
  4. Seteleh waktu membuat slide ppt atau bahan tayang melalui kolaborasi dengan google slide selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan secara daring melalui kegiatan sinkron (langsung melalui teleconference) atau dengan kegiatan asinkron dengan cara direkam layar masing-masing kelompok dan membagikan video hasil rekaman untuk dapat ditanggapi oleh kelompok lain.

Untuk mendukung langkah-langkah tersebut sarana dan prasarana pendukung lainnya yang perlu dipersiapkan apa? Berikut adalah aplikasi pendukung kegiatan kolaboratif secara daring:

  1. LSM (learning Manajemen Sistem) kalo tidak ada bisa menggunakan grup WA atau LMS gratisan seperti google classroom, gnomio, siajar dari kemdikbud dan LMS lain yang mendukung.
  2. Aplikasi teleconference (jika ada) gratisan juga bisa (zoom, webex, google meet, dll) sebagai mendia siswa untuk berkomunikasi dan berkolaborasi antar anggota kelompok. Maka dari itu masing-masing kelompok harus dapat membuat room di aplikasi teleconference.
  3. Google slide dimana aplikasi ini dibutuhkan untuk membuat bahan tayang secara online dan dapat berkolaborasi satu sama lain tanpa harus bertemu, dengan cara share link.
  4. Alat perekam layar bisa menggunakan alat perekam layar untuk merekam saat presentasi atau mungkin bisa menggunakan zoom dan merekamnya saat presentasi.

Itu beberapa langkah-langkah mendesign pembelajaran kolaboratif secara online. Mungkin sebagain bapak ibu guru berargumen “itukan jika sekolah dan siswanya memiliki sarana dan prasarana yang memadahi, jika kami yang ada dipedesaan maka sulit untuk diterapkan”. Itu merupakan mindset block dari seorang guru, Sebenarnya yang tahu dan yang memahami masing-masing strategi dan model yang perlu diterapkan dalam pembelajaran adalah bapak ibu guru sendiri. Langkah-langkah diatas adalah merupakan sebuah konsep yang teoritis bagi sebagian bapak ibu guru yang lain dan bahkan susah diterapkan. Setidaknya bapak ibu guru dapat mengambil langkah-langkah pembelajaran yang saya sampaikan sebagai dasar untuk mendesign pembelajaran yang lain yang efektif dan sudah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik serta sarana dan prasarana yang tersedia bagi bapak ibu semua.

Untuk dapat mendesign pembelajaran banyak cara dan media yang bisa kita gunakan. Misalnya dengan WA grup sebenarnya kita bisa menjadikan sebuah LMS untuk mendukung pembelajarna online baik secara sinkron maupun asinkron. Hanya bagaimana cara guru selalu berinovasi dan berkreasi memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada demi pembelajaran daring yang efektif dan efisien.

Ungaran, 4 September 2019 (07:41 WIB)

Oleh Ahmad Saeroji

Label: , , , , , ,