Header Ads

test

Tips Menerbikan Buku Bagi Penulis Pemula


Belajar menulis malam ini (20/01/2021) menghadirkan pembicara hebat, yaitu Pak Mukminin, S.Pd. M.Pd. Peria kelahiran Jombang, 6 Juli 1965 ini adalah seorang guru di SMP 1 Kedungpring Lamongan mulai tahun 1989 sampai dengan sekarang. 
Selain menjadi seorang guru, pria yang memilik hobi membaca dan menulis ini memiliki nama pena Cak Inin. Beliau juga menjadi penerbit buku, yaitu dengan nama Kamila Press.

Tips Meningkatkan Kemampuan Menulis bagi Pemula

Cak Inin pada kesempatan ini membagi beberapa Tips bagaimana seorang penulis pemula dapat menerbitkan buku hasil karyanya. Adapun beberapa tips yang dibagikan oleh cak ini adalah sebagai barikut:
  1. Diperlukan keberanian dan tekat yang kuat untuk dapat menerbitkan buku hasil tulisannya. Tanpa ada niat yang kuat maka bagi penulis pemula sulit untuk menerbitkan sebuah buku. Karena menulis itu bukan karena bakan akan tetapi karena memiliki sebuah kemamuan, kemampuan dan niat yang kuat untuk tetap selalu menulis dan berlatih secara terus menerus.
  2. Merubah mindset bahwa menulis itu mudah. Dengan kita merubah cara pandang dan cara berfikir bahwa menulis itu mudah maka secara otomatis pikiran dan hati kita akan diberi kemudahan, secara tidak langsung dengan kita berfikir positif seperti itu akan masuk di alam bawah sadar kita. Akan tetapi kalau cara berfikir kita tidak dirubah, masih berfikir bahwa menulis itu sulit maka terhentilah pikiran dan hati kita serta daya kreativitas kita untuk dapat menulis. Ada pendapat yang mengatakan bahwa menulis itu mudah, semudah berbicara. Memang itu benar dengan kemajuan teknologi, ada sebuah aplikasi yang dapat merubah suara menjadi sebuah tulisan. Jadi saat ini menulis tidak harus menguasai keterampilan mengetik, terutama mengetik sepuluh jari.
  3. Lakukan kegiatan menulis dari apa saja yang kita dengar, kita lihat kita baca dan kita rasakan. Dengan mengawali menulis dari apa yang kita dengan, kita baca dan kita rasakan maka mempermudah kita untuk mengalirkan sebuah kata-kata menjadi kaliman dan paragraf. Hal ini dikarenakan kita memiliki pengetahuan tentang itu. Sehingga kita lebih mudah untuk menuangkan di dalam tulisan.
  4. Kenali potensi kita, apakah kita ahli dibidang tertentu, misal ahli dibidang bisnis, agama, pendidikan, fiksi, IT, motivasi atau keahlian lainnya. Dengan mengenali potensi diri, kita akan mudah untuk menuangkan dalam tulisan. Sehebat apapun potensi kita jika kita tidak melatih dan mengasahnya terus menerus maka akan sia-sia. Untuk itu dengan berlatih secara terus menerus dan rutinlah maka kemampuan kita di dalam menulis akan meningkat.
  5. Perbanyak Membaca. Untuk menjadi penulis hebat, harus diiringi pula dengan menjadi pembaca yang hebat pula. Karena untuk menjadi penulis buku harus memiliki pengalaman dan pengetahuan. Dengan banyak membaca buku, wawasan kita akan betambah dan menjadikan tulisan kita menjadi menarik untuk dibaca.
  6. Praktik, Praktik dan Praktik. Selanjutnya yang terpenting dalam menulis adalah praktik, karena menulis adalah suatu keterampilan. Karena keterampilan maka harus dilakukan dengan mempraktikkannya sehingga kemampuan kita dalam menulis akan meningkat. Bagaiamana cara memulai praktik menulis? yaitu dengan cara menulis apa saja yang kita suka selanjutnya disimpan. Tulis dengan model 5W + 1H, atau menulis di buku catatan/kertas.
  7. Tentukan waktu menulis yang tepat. Mulailah dengan cara mencari waktu yang tepat untuk menulis, setiap orang dalam memilih waktu yang tepat menulis tidak sama, ada yang bisa menulisnya habis sholat subuh, ada yang sebelum tidur. Hal itu terserah pilihan masing-masing.
  8. Buat Pokok-pokok tulisan. Untuk memulai menulis terlebih dahulu membuat pokok-pokok tulisan, yang nantinya dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang enak dibaca dengan kalimat pendek, sederhanan dan mudah dipahami pembaca dengan cara menggunakan istilah-istilah umum.
  9. Bergabung ke dalam sebuah komunitas. Dengan kita bergabung di sebuah komunitas menulis maka kita menciptakan sebuah lingkungan yang mendukung kemampuan kita untuk menulis. Karena kita saat bergabung di sebuah komunitas menulis pengetahuan dan motivasi kita untuk menulis semakin tinggi.
Itu beberapa tips yang dapat dilakukan oleh penulis pemula. selanjutnya bagaimana biar tulisan kita dapat dijadikan sebuah buku? 

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menulis Buku

Cak Inin juga membagikan tips atau syarat-syarat apa saja yang yang dapat dipersiapkan supaya  tulisan kita menjadi sebuah buku adalah dengan mempersiapkan diantaranya:
a. cover
b. Judul yang menarik (buat judul yang menarik bagi pembaca)
c. kata pengantar
d. menyusun secara sistematis beberapa tulisan kita kedalam daftar isi.
e. darftar pustaka
f. biodata penulis
g. sinopsis yang berisi inti dari isi buku serta kelebihan buku kita
h. di jadikan satu file supaya lebih mudah dikirimkan ke penerbit.

Mengenal Jenis Penerbit

Ada dua jenis penerbit yaitu penerbit mayor dan penerbit indie. Apa yang membedakan keduanya? berikut berbedaan penerbit mayor dengan penerbit indie:

1. Penerbit Mayor

Mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

Penerbit mayor dari sisi profesionalitas mengedepankan kualitas isi dari buku yang akan diterbitkan. Sehingga ada seleksi terhadap penulis yang mengajukan di penerbit mayor. Sistem pembayaran ke penulis adalah sistem royalti dengan perjanjian antara penulis dan penerbit.

Di penerbit mayor naskah yang dikirimkan penerbit, diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1- 3 bulan. Jika naskah diterima, waktu terbitnya bisa cepat bisa juga harus menunggu bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah penerbit besar, maka banyak sekali SOP yang harus dilalui untuk buku yang kita tulis hingga bisa terbit.

Dari sisi royalti penerbit mayor mamatok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Pembayaran royalti biasayan dibayarkan dikirim ke penulis setelah mencapai angka dan nominal tertentu atau bisa setelah 3-6 bulan penjualan buku.

Untuk biaya penerbitan buku di penerbit mayor adalah gratis. Sehingga syarat dan ketentuan tulisan kita dapat diterbitkan cukup panjang prosesnya. Jika buku tidak laku dijual maka kerugian yang menanggung pihak penerbit.

2. Penerbit Indie 

Hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD (Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online atau toko online.

Setiap naskah yang dicetak tidak ada penolakan. Selama naskah yang akan diterbitkan dipenerbit indie layak untuk diterbitkan dan tidak melanggar undang-undang dan hak cipta dan merupakan karya sendiri, serta tidak mengandung usur SARA dan pornografi, maka naskah tersebut pasti diterbitkan. 

Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit.Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

Dari sisi waktu terbit, penerbit indie naskah dapat diproses dengan cepat. Dalam hitungan minggu buku sudah bisa terbit. 

Penerbit indie umumnya memperoleh 15-20% dari harga buku. Model promosi dilakukan secara mandiri lewat medi sosial dan toko online serta media promosi lainnya.

Biaya penerbit indie sesuai dengan aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.




4 komentar: