Tips dan Trik Jitu Menulis untuk Pemula
![]() |
| Sumber Ilustrasi: https://medium.com/ |
Apakah pernah dibenak Anda ingin menulis? Dan tidak tahu apa yang harus ditulis? Pada resume kali ini saya akan menyampaikan hasil resume kegiatan pelatihan menulis melalui Grup WA Belajar Menulis PGRI dengan matari “Trik Jitu Menulis untuk Pemula” dengan pemateri Rita Wati, S. Kom.
Langsung saja ke materi mengenai apa yang harus dilakukan bagi penulis pemula?
1.Tentukan Tujuan/motivasi menulis
Langkah awal yang perlu kita perhatikan adalah niat, karena semua harus diawali dengan niat. Misalkan tujuan menulis hanya sekedar belajar, hobi atau karean keterpaksaan untuk naik pangkat atau bahkan untuk mendapatkan uang. Dari beberapa motivasi itu tidak ada salahnya ketika kita jadikan dasar tujuan dan motivasi untuk dapat menulis.
2. Tulislah Apa Saja yang ada dipikiran kita
Mulailah menulis dari apa saja yang ada dipikiran
kita. Dapat juga menulis dari apa yang ada di sekitar kita misalkan lingkungan
tempat tinggal, kantor, tentang siswa, binatang kesayangan, hobi dan minat lain
yang kita senangi dan kuasai.
Mengenai tata tulis dan kaidah kepenulisan secara teoritis kita hiraukan terlebih dahulu yang terpenting adalah menuangkan semua ide yang ada dikepala kita supaya mengalir dengan deras sampai selesai dan jangan tergesa-gesa untuk mengedit tulisan kita. Setelah selesai barulah membaca ulang untuk mengedit tulisan kita baik dari sisi tata tulis maupun tanda baca.Latih menulis setiap hari
Untuk dapat menaiki tangga yang tinggi diperlukan melewati anak tangga dari tahap demi tahap. Begitu pula menulis mulailah dari beberapa kata terlebih dahulu misalkan dimulai dari 100 kata perhari, kemudian ditingkatkan 150 kata perhari, selanjutnya menulis dengan metode petigraf (menulis tiga paragraf) yaitu paragraf pendahuluan, isi dan penutup. Sehingga pada akhirnya mampu menulis 1000 kata atau bahkan lebih setiap harinya. Hal itu lakukan secara terus menerus dengan bertahap dan konsisten yang terpenting. Karena menulis adalah sebuah keterampilan maka dari itu perlu dilatih secara terus menerus.
4. Buat Peta Konsep atau Outline sebuah tema tulisan
Jika ingin menjadikan tulisan menjadi sebuah buku atau dibukukan maka langkah selanjutnya adalah buat sebuah peta konsep atau jalan pikiran dari sebuah buku yang akan dibuat, sehingga tulisan kita setiap hari jadi terarah dan ada benang merahnya.
5. Bergabung dengan Komunitas Menulis
Bergabunglah dengan komunitas penulis untuk membangun
lingkungan yang saling berbagi mengenai dunia menulis. Sehingga bisa
dilanjutkan dengan membuat sebuah buku Antologi. Hal ini dilakukan untuk
menumbuhkan kepercayaan diri untuk meningkatkan kemampuan menulis.
Karena dengan bergabung dan membuat buku antologi dapat membuat kepercayaan diri kita bangkit sehingga dapat memotivasi untuk menerbitkan buku solo.
6. Mempelajari Kaidah Dasar Penulisan
Setelah tahap lima point terlewati maka langkah
selanjutnya adalah mempelajari kaidah-kaidah dasar penulisan, supaya kita dapat
menulis yang lebih berkualitas.
Adapun kaidah dasar penulisan yang perlu dipahami
bagi penulis pemula adalah sebagai berikut:
a)
Penggunaan
huruf besar dan kecil yang tidak tepat.
b)
2.Paragraf
panjang-panjang.
c)
Penggunaan
tanda baca seperti (titik, koma, titik dua, setrip-tanda petik dsb).
d)
Kata
baku.
Penggunaan
kata baku di dalam tulisan itu penting ya Bpk/ibu.
Sering
ditemukan kesalahan penggunaan kata baku seperti (fikir, sholat, paragrap) yang
seharusnya (pikir, salat, paragraf). Untuk mengecek kata baku Bpk/ ibu bisa
menginstal aplikasi (KKBI V) di hp masing-masing.
e)
Penggunaan
kata yang tidak efektif.
Sering
ditemukan kata yang tidak efektif, Ini sering sekali terjadi, terkadang saya
juga masih melakukan kesalahan tsb. Hal ini akan mempengaruhi tulisan kita.
Menjadi kurang enak di baca.
Contoh :
Dia mau akan datang pada sore ini. Seharusnya cukup pilih salah satu saja mau
atau akan. Selain itu penggunaan kata yang, dan
terlalu banyak. Yang, dan di awal kalimat (jangan digunakan lagi ya!)
f)
Penggunaan
istilah asing yang sering keliru
g)
Penggunaan
kata depan di yang sering keliru dipisah atau disambung
h)
Penggunaan
huruf kapital
-
Huruf
kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan
Contoh : Rita Wati, Raden Ajeng
Kartini, Pangeran Diponegoro.
-
Huruf
kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.
Contoh :
“Ayo! kita pulang Bu,” rengek Joni pada ibunya.” "Mereka berhasil meraih medali
emas," katanya.
-
Huruf
kapital dipakai sebagai huruf pertama
setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan,
artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas,
seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi
awal.
Contoh :
Saya telah membaca buku Merajut Asa Sejak Belia.
i)
Penggunaan
kata depan Di
PENULISAN
DI DIGABUNG/DIRANGKAI KALAU:
1. Kata di-
menunjukkan fungsi sebagai imbuhan.
2. Kata di-
diikuti dengan pembentuk kata kerja pasif. Artinya, penulisan di jenis ini
dinilai tepat jika kata kerja pasif bisa diubah menjadi kata kerja aktif
(dengan imbuhan me-).
Contoh :
ditinggalkan (bisa diubah jadi meninggalkan), ditulis (bisa diubah jadi
menulis), diingat (bisa diubah jadi mengingat).
PENULISAN
DI DIPISAH KALAU:
1. Kata di
menunjukkan fungsi sebagai kata depan. Namanya juga kata depan, berarti ia
harus dipisah dari kata belakang.
2. Kata di
diikuti dengan kata lain selain kata-kata pembentuk kata kerja pasif. Kata di
jenis ini bisa diikuti dengan nama tempat, waktu, nama orang, penunjuk lokasi,
dan lain sebagainya, serta tidak bisa diubah menjadi kata kerja aktif.
7. Beberapa kesalahan yang dilakukan oleh penulis pemula
paragraf yang panjang-panjang. Sedikit titik dan
terlalu banyak koma, kita harus bisa membedakan penulisan di media sosial ,
blog dengan penulisan di buku. Jika penulisan di blog atau media sosial seperti
WA. setiap menulis 2 kalimat atau 3 kalimat sudah bisa membuat paragrap baru.
Hal ini dikarenakan di media sosial orang hanya
memiliki waktu 3 menit untuk memutuskan apakah mereka akan melanjutkan
bacaannya atau tidak.
Jika kita sudah salah di awal dengan membuat paragraf yang panjang-panjang, pasti orang lain yang berminat membaca tulisan kita hanya sedikit.
Itu beberapa tips dan trik yang dapat dilakukan
bagi seorang penulisa pemula atau masih dalam proses belajar menulis. Semoga bermanfaat
dan dapat diaplikasikan secara konsisten.
Ungaran, 6 Januari 2021
Ahmad Saeroji


Salam kenal Pak Ahmad Saeroji
BalasHapusSalam kenal juga Pak Iqra Amir
HapusHebat terus semangat
BalasHapusTerima kasih Pak Suparno mohon masukkan dan sarannya
HapusBlog yang menarik, isinya variatif dan semakin baik. Semangat pak
BalasHapusTerima kasih mohon masukkan dan sarannya
HapusKeren lanjut. Silakan mampir ke cakininblogspot com
BalasHapusTerima kasih siap Pak
Hapus