Pokok'e Nulis
Oleh : Ahmad Saeroji
![]() |
| sumber: slide ppt Bu Nurul |
Hari ini saya memiliki pengetahuan baru mengenai ilmu menulis. Pengetahuan tersebut saya peroleh dari Bu Nurul Chomaria.
Materi "Pokok'e nulis" yang arti bahasa Indonesia adalah "yang penting menulis" yang dibawakan oleh Bu Nurul, disampaikan saat acara KopDar Sahabat Pena Kita (SPK). Beliau adalah penulis yang sangat produktif dan profesional, karena menulis dijadikan sebuah profesi.
Setelah moderator membacakan biodata Bu Nurul, beliau merupakan perempuan yang luar biasa prestasinya di bidang menulis. Hal itu membuat saya penasaran. Rasa penasaran saya berlanjut dengan aktivitas saya untuk mencari nama Bu Nurul Chomaria tersebut di Google.
Saya arahkan mouse laptop untuk membuka browser dan mengetikkan nama Nurul Chomaria, yang tampil paling atas di kolom pencarian adalah "Penulis Buku Nurul Chomaria, S.Psi". Beliau adalah penulis di salah satu penerbit ternama di Indonesia.
Materi "Pokoke Nulis" yang disampaikan oleh perempuan yang tergabung dalam komunitas IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) tersebut di awali dengan materi kuadran kondisi seorang untuk mengawali menulis.
Adapun kuadran mengenai bagian mana kita menjadi seorang penulis yaitu:
Kuadran Satu : Mau Mulis dan Mampu Menulis
Kuadran dua : Tidak Mampu Menulis Tapi Mau menulis
Kuadran tiga : Mapu Menulis tapi tidak mau menulis
Kuadran empat : Tidak mampu dan tidak mau menulis
Dari kuadran yang ditayangkan, bagi seorang penulis untuk menjadi profesional maka harus bisa menempati kuadran pertama yaitu mau dan mampu menulis.
Mungkin saat ini kita masih berada di kuadran dua, tiga dan bahkan empat. Untuk mencapai di kuadran satu perlu melatih dan memperbaiki niat dan konsistensi dalam menulis.
Menggali Ide
Semua penulis, supaya dapat menghasilkan tulisan itu harus memiliki ide. Bagaimana memperoleh ide? Untuk memperoleh ide modalnya harus Peka. Peka terhadap apa? Yaitu peka terhadap segala hal yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan dan kita baca.
Ada sebuah tips yang bu nurul bagikan untuk memperoleh ide menulis. Cara menggali ide itu mudah sekali, yang terpenting memiliki modal peka.
Misal menggali ide dari bangun tidur. Setelah bangun tidul misal mandi. Mandi disini bisa dijadikan sebuah ide untuk dituangkan dalam tulisan. Dari aktivitas mandi dapat dijadikan tulisan mandi yang sesuai dengan anjuran RosuluLloh. Atau dengan aktivitas mandi dapat menjadi tulisan mengenai ide untuk menulis Cara mandi yang sesuai dengan kesehatan dan lain sebagainya.
Masih banyak lagi aktivitas aktivitas kita sehari-hari, yang menurut Bu Nurul dapat dijadikan ide untuk menjadi sebuah tulisan. Itu semua harus sekali lagi seorang penulis harus memiliki sifat peka.
Aktivitas kita sehari hari biar menjadi sebuah tulisan, harus dibubuhi tanda tanya dibelakang kata atau kalimat tersebut.
Setelah ide diperoleh segera ditulis. Saat menulis, tulislah yang lekat, dekat dan akrab dengan kita. Selain itu juga harus menguasai, disukai. Misalkan akan ditulis menjadi sebuah buku, maka ditambah syarat manfaat dan menjual dari apa yang ditulis.
Saat mencari ide untuk menulis, tidak selalu mengambil tema atau hal - hal yang baru, akan tetapi kita bisa meniru dengan cara Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM). Sehingga karya kita memiliki pembeda dari yang lain.
Mengadopsi cara mencari ide atau menulis dengan metode ATM kita bisa menghasilkan karya, hal ini sesuai dengan kreasi dan inovasi kita dalam mengolah tema atau ide yang ada.
Ketika dibenak kita muncul sebuah ide, sesegera mingkin untuk mengeksekusinya. Kalo tidak segera maka bisa jadi ide yang kita tunda tersebut akan di eksekusi oleh orang lain. Karena ide itu banyak yang sama, sehingga ketika ingin menerbitkan buku ke penerbit siapa cepat dia yang dapat.
Saat terlintas berbagai macam ide segera tuliskan, walupub hanya pokok pokoknya. Jika dibiarkan begitu saja akan hilang dan terbuang begitu saja.
Untuk bisa menjadi penulis yang profesional, maka jangan sekedar bermimpi yang tanpa diikuti dengan aksi nyata. Sehingga ketika tidak mencapai apa yang diinginkan mencar-cari sebuah alasan.
Menjadi Penulis Profesional
Untuk dapat menjadi penulis profesional perlu jam terbang. Saat menulis dijadikan profesi harus bisa mengatur waktu untuk dapat menghasilkan sebuah tulisan. Misalkan target menulis 100 hal dalam satu bulan, maka dapat di manage, dalam satu bulan ada 25 hari kerja efektif. Jadi dari 100 halaman dibahi 25, sehingga setiap hari harus menulis 4 halaman. Empat halaman perhari juga bisa kita manage lagi menjadi menulia dipagi satu lembar, siang satu lembar, sore satu lembar dan malam satu lembar.
Untuk menjadi penulis yang profesional juga harus bisa mengelola medsos. Jadikan Medsos untuk personal branding. Dengan menjadikan medsos untuk keperluan personal branding, akan berpengaruh terhadap reputasi kita.
Penulis hebat pasti juga memiliki kemampuan membaca yang luar biasa pula. Sehingga untuk menjadi penulis profesional juga harus banyak membaca dan mengamati lingkungan sekitar yang nantinya kita gunakan untuk mengeksekusi sebuah ide menjadi tulisan.
Bagi penulis pemula untuk berlatih menjadi penulis profesional, maka diperlukan untuk bergabung di suatau komunitas. Hal ini untuk memotivasi kita dalam meningkatkan kualitas tulisan kita. Kominitas juga bisa kita jadikan tolak ukur untuk memotivasi kita untuk menulis secara terus menerus.
Hal yang perlu diperhatikan bagi penulis pemula untuk dapat mencapai menjadi seorang penulis profesional, yaitu dengan cara konsisten menulis. Menulis apa? ya pokok'e nulis.
Semarang, 7 Februari 2021
Ditulis untuk mengikat pengetahuan.


Terimakasih infonya. Semoga kita ada di kuadran 1
BalasHapusAamiin semoga bermanfaat dan dapat melaksanakannya
HapusAtm adalah ayo terus menulis
BalasHapusTerima kasih om jay istilah barunya
HapusInspiratif bin informatif👍👍👍 sebagai pemula saya mau coba akh tipsnya 🙏
BalasHapusSemoga bermanfaat dan dapat diamalkan
HapusMaster... Trmks share tulisan yg keren... Betul sekali tanpa kemauan untuk belajar menulis tdk akan bisa.
BalasHapusTerima kasih semoga bermanfaat dan dapat mengaplikasikan praktik menulis secara konsisten
HapusAlhamdulillah reportasenya keren
BalasHapusTerima kasih semoga bermanfaat
Hapus