Header Ads

test

Tips dan Trik Memiliki Karya Buku Secara Mudah


Terbesit dalam benak saya adalah apakah bisa segala sesuatu dapat dilakukan secara instan? Ternyata mie instan aja membuatnya butuh proses panjang biar bisa dinikmati. 

Begitupun keinginan membuat Buku secara instan apakah bisa? Ternyata bisa menulis buku secara singkat. 

Pelatihan menulis malam ini (18/01/2021) kedatangan narasumber hebat yaitu Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. kelahiran  Kudus, 12 Juni 1989. Saat ini penulis bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri 8 Semarang.

Bu Nora adalah penulis Penerbit Mayor PT Andi Offset. Apa yang menjadi kunci Bu Nora bisa menerbitkan buku secara singkat? Berikut tipsnya:

1. Mengikuti program menulis Antologi atau kolaborasi

Pertama kali untuk menciptakan kepercayaan diri dalam menulis, sebelum menulis buku solo maka terlebih dahulu mengikuti atau menulis terlebih dahulu secara kolaborasi. Setelah memiliki kepercayaan diri baru mencoba untuk menulis buku secara solo. Selain itu manfaat yang diperoleh ketika menulis Antologi atau kolaborasi selain belajar dari karya penulis lain, juga kita dapat dituntut menulis terlalu banyak bab untuk dijadikan buku.

2. Menulis setiap hari di blog

Cara ini untuk mempermudah dalam mendokumen tasikan karya kecil kita, sedikit demi sedikit ketika sudah banyak tulisannya baru dijadikan buku. Misal menggunakan blog pribadi untuk menyimpan dan menuangkan tulisan kita di blog pribadi kita. seperti istilah sedikit demi sedikit lama-lama menjadi buku. Usahakan menulis dengan tema yang sama, kemudian dikumpulkan menjadi satu dan selanjutnya dijadikan satu menjadi buku.

3. Menulis di media Sosial

Buatlah status di facebook, instagram atau media sosial yang lain untuk dijadikan sarana menulis untuk tulisan yang lebih berarti. Misal cerita motivasi, pengalaman pribadi ataupun cerpen yang ditulis secara konsisten, selanjutnya jika sudah banyak baru dikumpulkan jadi buku.

4. Menulis di buku harian.

Cerita pribadi bisa saat cerit sedih, bahagia, atau suasana apapun, kita dapat menuangkan rasa itu di buku harian kita. dengan cara menuliskannya dalam bentuk fiksi atau model penulisan yang lain sehingga nantinya bisa kita jadikan buku.

5. Ajak Partner 

Ajak rekan dekat satu profesi, siswa, mahasiswa, atau partner lain yang bisa kita aja berkolaborasi untuk membuat buku.

Jurus Menulis dengan Metode TOJTRP

1. Tema

Tentukan tema apa yang nantinya akan kita tulis. Dengan menentukan tema maka tulisan kita akan terarah.

2. Outline /TOC/ Daftar Isi

Bagian ini adalah merupakan langkah kedua setelah kita menentukan Tema. Mengapa TOC ini penting? Karena membantu menjabarkan tiap bab dan sub bab dalam buku. 1.daftar isi merupakan kerangka pikiran kita dalam menuangkan setiap ide dalam buku yg akan kita tulis 3. Kita dapat mengetahui awal dan akhir dari buku kita melalui daftar isi ini 4. Membantu kita dalam mencari referensi / pustaka yang kita butuhkan 5. Agar tulisan dalam buku kita lebih terfokus dan tidak sampai keluar bahasan / topik Misal jika kita memiliki 5 bab dalam daftar isi, kita mungkin dapat menargetkan kelima bab ini harus selesai dalam 5 bulan. Berarti 1 bab HARUS selesai dalam 1 bulan.  6. Dan yang paling penting, adanya daftar isi ini akan membantu kita untuk menjadwalkan kapan buku kita harus selesai. Dengan kata lain target waktu selesainya buku Dengan cara ini, maka buku kita akan cepat selesai karena kita sudah memiliki target penyelesaian 

Lalu BAGAIMANA cara membuat daftar isi?

Untuk naskah non fiksi

Ikuti pedoman 2W+ 1H 

Bab awal merupakan bab yang menjawab why, artinya mengapa. Dalam hal ini BAB awal dapat berupa MENGAPA ..... PENTINGNYA ....ALASAN..... 

Bab selanjutnya menjawab WHAT (apa), Artinya bab tersebut menjelaskan pengertian, jenis, atau mungkin ciri khusus dari apa yang akan kita tulis di buku kita.Sebagai contoh  MENGENAL MEDIA .... APA ITU MEDIA .... SPESIFIKASI MEDIA ...

bab berikutnya yang biasanya merupakan bab akhir, biasanya menjawab HOW (bagaimana). Nah, untu menjawab HOW ini, dapat dibuat lebih dari 1 bab karena How meliputi tahap pembuatan, pelaksanaan, penerapan, hasil dan kelebihan serta kekurangan. 

Misal :PENERAPAN MODEL ....IMPLEMENTASI ..PERANCANGAN....HUBUNGAN MODEL .... KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL ....

Setelah bapak ibu membuat daftar isi baik untuk naskah fiksi atau non fiksi, kembangkan tulisan dari daftar isi tersebut. Tuliskan sesuai dengan apa yang bapak ibu rancang dalam daftar isi

Sedangkan untuk NASKAH FIKSI seperti novel dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

Tentukan prolog, biasanya pengenalan tokoh, setting cerita, awal cerita. Biasanya di prolog ini belum ada konflik, alur juga belum terlalu terlihat, karena masih merupakan bagian awal dari cerita

Tentukan konflik cerita, biasanya di bab2 pertengahan sudah mulai muncul apa yang menjadikan konflik atau permasalahan dari cerita itu. Ini merupakan bab inti karena di dalamnya ada hikmah yang dapat diambil dari pembaca

Tentukan klimaks dari konflik. Ini biasanya masih ada di bab pertengahan yang merupakan puncak dari konflik yang terjadi. 

Tentukan solusi dari konflik yang ada. Ini merupakan bagian bab sebelum akhir bab. Biasanya penulis menyajikan solusi permasalahan dari konflik yang terjadi, jalan keluar, adanya hikmah dan pesan kepada pembaca

Tentukan epilog yang merupakan akhir dari cerita dan tentunya merupakan bab penutup dari cerita di naskah fiksi Akhir cerita boleh happy ending atau sad ending tergantung dari si penulis. Mungkin di tengah jalan, akan ada tambahan daftar isi, hal ini tentunya tidak masalah ASAL tambahan tersebut tidak keluar dari TEMA yang telah ditentukan Sebelum masuk langkah ketiga, setelah kita mempunyai TOC / outline tadi,,cari REFERENSI untuk mendukung penulisan buku. Baik buku fiksi atau non fiksi, wajib ada referensi. Beda memang, tapi ini sangat berguna

3. Jadwal

Setelah tema, outline atau TOC selesai, langkah selanjutnya adalah membuat jadwal menulis. Jadwal kita tentukan berdasarkan outline yang kita buat, misal kita ingin 1 bulan selesai sementara kita memiliki 5 bab di outline kita, tinggal dibagi saja waktu 1 bulan itu dengan 5 bab. Itu adalah waktu kita menyelesaikan buku 5 Bab dalam 1 bulan

4. Tulis (Action)

Setelah outline siap, jadwal sudah dibuat dan referensi juga sudah siap, maka langkah selanjutnya tinggal tulis deh sesuai dengan outline yang kita buat.

5. Revisi

Pada tahap ini yang biasanya membutuhkan waktu paling lama. Setelah semua tulisan selesai hingga bab akhir, lakukan revisi. 

Revisi dapat dilakukan dengan swasunting atau dengan bantuan orang lain. Caranya kita bisa minta bantuan beberapa teman membaca naskah kita, ini sangat berguna untuk menemukan kesalahan dalam penulisan. Baik dalam hal EYD, struktur kalimat atau pemilihan kosa kata. Dengan demikian, hasil buku kita akan lebih renyah ketima dibaca.

6. Terakhir penerbit

Setelah semua beres, naskah lengkap sudah editing, pelengkap naskah sudah oke,,tinggal deh masukkan ke penerbit. Boleh penerbit mayor atau indie. Pasti ada plus minusnya

Itu tips dan trik supaya mudah menerbitkan buku. 

14 komentar: