Header Ads

test

Membangun Identitas Digital Bagi Guru Abad 21 melalui Blog

sumber: Kompasiana.com

Belajar menulis malam ini (15/01/21) menghadirkan narasumber yang luar biasa. Namanya ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD, memiliki nama pena Tere tapi tanpa Liye. Wanita kelahiran Kuningan, 13 September 1984 tersebut memiliki segudang pengalaman diantaranya mengikuti Short Course 1000 guru ke luar negeri, dengan melaksanakan praktek mengajar di Sekolah Dasar di Goerge Town, Penang Malaysia.

Selain itu banyak karya yang telah diterbitkan dalam sebuah buku, diantaranya "Bukan Guru Biasa, Catatan Inspiratif Guru Penggerak". Buku tersebut menceritakan tentang arti seorang guru yang hebat dan inspiratif, di antaranya ada guru blogger, youtuber, bahkan guru inovatif dari berbagai daerah di Indonesia, selain itu, ada juga kisah - kisah menarik yang dialami oleh Cikgu Tere sepanjang tahun 2019 dari perjalanan demi perjalanan yang dilakukan. 

Materi membangun identitas digital menjadi guru milenial dengan blog, merupakan tema yagn sangat cocok pada era saat ini untuk membangan personal branding

Personal Branding Melalui Blog

Untuk mengetahui personal branding dan seberapa terkenal kita pada mesin pencari di google, bisa kita praktikkan dengan cara buka browser di komputer, selanjutny ketikkan nama kita. Apa yang muncul ketika mengetikkan nama kita dibrowser? itulah yang menjadi identitas kita pada mesin pencari, atau sering kita sebut dengan Identitas digital. 

Saat ini banyak orang untuk mengetahui siapa diri kita hanya dengan mencarinya di internet. Untuk kita perlu membuat sebuah identitas digital di internet melalui blog/website. Hal ini berlaku juga untuk seorang guru milenial saat ini, menjadi sebuah keharusan.  

Untuk itu blog sangat cocok untuk membranding diri di era digital saat ini. Membranding diri di media sosial dan berusaha meninggalkan jejak yang bermanfaat. merupakan sebuah upaya untuk menciptakan personal branding kita di dunia maya. Maka dari itu untuk menciptakan personal branding, saat membuat konten di blog, perlu kegiatan memilah dan memilih atau saring sebelum sharing terlebih dahulu.

Menggunakan blog bagi guru juga dapat dilakuakan dalam pembelajaran. Misalnya menuangkan materi pembelajaran yang dituangkan dalam blog, beserta langkah-langkah untuk melakukan penilaian.

Ketika menjadi seorang guru blogger dari bahasa komunikasi verbal melalui tulisan dengan pembacanya cenderung menggunakan kata kata "Bapak/Ibu guru, "anak - anak", atau "Sahabat. Maka dari itu ketika menuangkan tulisan di blog pribadi seorang guru harus mengacu pada kesadaran dirinya bahwa dirinya adalah seorang Guru blogger sebagai identitas digital yang dimilikinya.

Untuk itu blog yang dimiliki guru seorang guru blogger, harus mencirikan identitas digital dirinya. Sehingga harus dapat meningkatkan kualitas konten yang ditulis untuk menandakan dirinya dan kompetensi yang dimilikinya. Selain itu juga sebagai guru bloger harus selalu meningkatkan kompetensi digital yang dimilikinya.

Kompetensi Digital 

Apa itu kompetensi digital? Dalam kontek pendidikan kompetensi digital dapat dimaknai sebagai penggunaan teknologi dan informasi dengan cara yang meyakinkan, tetap dan aman untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pendidikan.

Menurut Digcom 2.0, European Comission (2015), salah satu kompetensi digital yang perlu dikembangkan adalah kemampuan untuk menciptakan konten digital, dalam hal ini adalah konten blog, serta dapat diterapkan pada media sosial yang dimilikinya sehingga dapat terlihat menarik dan berkualitas, yang dapat menandakan identitas diri guru digital yang sebenarnya.

Mengapa seorang harus menguasai kompetensi digital? karena saat ini kita sudah memasukki abad 2, dimana salah satu keterampilan yang harus dimiliki baik sebagai guru dan siswa adalah kemampuan literasi, terutama kemampuan literasi digital. 

Suatu kajian menjelaskan bahwa blog dapat dijadikan sebagai media belajar dengan model blanded learning. Untuk itu seorang guru untuk memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran harus mampu menuliskan materi dalam blog dengan mbaik serta terstruktur, sehingga pembelajaran melalui media blog dengan blanded learning dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Hal ini yang menuntuk guru untuk dapat menguasai TIK dalam pembelajaran, dikarenakan siswa yang kita hadapi saat ini adalah generasi milenial. Mereka mempunyai kecakapan digital yang cepat. Karena mereka tumbuh dan terbiasa dengan teknologi di sekitarnya.Sehingga, ketika guru membuat konten digital di dalam blog harus dapat dibuat semenarik mungkin namun tetap menjaga kualitas.

Tips Membuat Konten Blog

Ada beberapa tips supaya dapat membuat konten yang berkualitas di blog pribadi kita, diantaranya sebagai berikut:

  1. hindari plagiaasi. (Buatlah konten yang orisinil)
  2. mudah dipahami dan diterapkan
  3. tuliskan konten yang singkat, padat dan jelas.
  4. kombinasikan tulisan dengan gambar atau video.
  5. buat konten up to date, yaitu konten yang sedang hangat diperbincangkan saat ini.
  6. jangan membuat konten yang memuat berita bohon (Hoax), saring dulu sebelum sharing.
  7. ciptakan Engaging Content. yaitu menciptakan konten yang melibatkan pembaca atau dengan kata lain menarik pembaca. Karena dengan menyajikan gagasan baru dan segar terkait topik tertentu mampu meningkatkan jumlah pembaca di blog.
  8. lakukan pengaditan pribadi untuk menghindari typo.

Pada saat pademi seperti sekarang ini blog dapat menjadi alternatif pilihan sebagai media pembelajaran, yaitu dengan cara memaksimalkan potensi blog yang kita miliki sebagai media pembelajaran. Tentunya kita harus menerapkan model pembelajaran inovatif. Salah satunya dengan Blended Learning. Untuk teknisnya kita dapat menuliskan materi pembelajaran, termasuk link video, latihan soal dan intruksi penugasan, serta semua hal terkai pembelajaran ke dalam blog. Selanjutnya link blog kita bagikan kepada siswa, baik melalui aplikasi messanger, atau sejenisnya.

Semarang, 16 Januari 2021
Oleh: Ahmad Saeroji

Ditulis hasil resume kegiatan menulis.

10 komentar:

  1. Wow mantab Pak Saeroji lanjut

    BalasHapus
  2. Wow mantab Pak Dosen Saeroji lanjut

    BalasHapus
  3. Baik sekali pak. Usul utk membuat sub-sub judul agar pembaca tidak cepat bosan dan tertarik melihat bagian naskah/cerita berikutnya.

    BalasHapus
  4. Mantap tulisannya, sudah ada sub2 judulnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Bu Tini berkat masukkan dari teman2

      Hapus
  5. Tulisan yang bagus pak, mari berkunjung ke blog saya jagoanbanten.blogspot,com

    BalasHapus