Diskusi Pagi dengan Istri mengenai Menteri
![]() |
| Sumber Ilustrasi : https://lifestyle.bisnis.com/ |
Pagi tadi saya mengantar istri saya ke kantor. Selama perjalanan kita seperti biasa mendiskusikan beberapa topik yang sedang hangat dibicarakan. Yang mengawali satu topik diskusi kami berdua adalah sebuah berita di radio mengenai resufle menteri. Dari empat menteri yang menjadi sorotan adalah menteri kesehatan, dimana calon menterinya yang sekarang jadi menteri sama sekali tidak memiliki latarbelakang pendidikan mengenai kesehatan. Akan tetapi memiliki background pendidikan fisika nuklir.
Menurut istri saya sebetulnya tidak masalah selama dia mumpuni untuk menjadi menteri, akan tetapi alangkah lebih baiknya jika seorang pemangku kebijakan serta pengambil keputusan juga harus tahu ruang lingkup organisasi yang dipimpinnya, artinya dia harus memiliki pengetahuan terkait dengan organisasi yang dipimpinnya, sehingga dia tidak akan salah dalam mengambil kebijakan.
Saya juga setuju terkait pendapat istri saya tersebut. Seorang pimpinan tidak hanya mampu menjadi pemimpin akan tetapi dia juga harus tahu organisasi apa yang dipimpinnya. Karena kedepannya juga dia memiliki tanggung jawab untuk mengambil sebuah kebijakan. Penentuan kebijakan harus didasari atas pengetahuan terhadap organisasi yang dipimpinnya, ditakutkan atau dihawatirkan kebijakan itu akan berakibat kurangtepat bahkan berakibat fatal.
Disisi lain fungsi Pimpinan (baca:menteri) sebagai penentu keputusan atau kebijakan dalam suatu organisasi. Dalam pengambilan keputusan, seorang pimpinan pasti mempertimbangkan berbagai data dan informasi yang ada di organisasi. Selain itu di organisasi yang dipimpinya juga pasti punya bawahan, misal wakil, staff ahli serta pegawai pelaksana teknis lainnya. Maka dari itu kemampuan pimpinan menggerakkan para bawahannya serta mengambil tindakan atas apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya perlu mempertimbangkan masukan dan saran dari bawahannya. Untuk itu yang terpenting bagi seorang pimpinan atau manjer puncak adalah kemampuan manajerial yang bagus.
Dilihat dari sisi riwayat pekerjaanya menteri kesehatan terpilih saat ini memiliki pengalaman pernah menjadi wakil menteri BUMN. Untuk itu saya kira sudah memiliki pengalaman dalam bidang manajerial. Untuk pengetahuan bidang lingkup organisasi yang dipimpinnya mungkin sedikit lebih belajar serta mampu memilih para bawahannya yang ahli dibidangnya, sehingga informasi dan pengetahuan sebelum mengambil keputusan juga di dasarkan atas masukkan serta informasi yang ada dari para bawahan pembantunya.
Untuk itu menurut hemat saya semakin tinggi tingkat jabatan manajerial dalam organisasi, semakin kecil pengetahuan dan kamanpuan teknis yang harus dimiliki. Semakin tinggi tingkat jabatan manajerial dalam organisasi maka semakin tinggi pula kemampuan manajerial dibandingkan kemampuan teknis bidang organisasi tersebut.
Ungaran, 24 Desember 2020
Oleh : Ahmad Saeroji


keren juga materi diskusinya ...😁👍 Semangat ...
BalasHapusMakasih semoga bermanfaat
Hapus