Covid Merubah Segalanya
![]() |
| sumber : kompas.com |
Beberapa hari yang lalu saya pergi ke sebuah tempat perbelanjaan. Ada yang menarik dipandangan saya disebuah toko pakaian batik. Pakaian batik yang dijajakannya ada tambahan sebuah masker yang menjadi satu kesatuan ketika membelinya. Warnanya pun disesuaikan dengan corak dan warna dari pakaiannya.
Pandemi ini memang memiliki dampak diberbagai lini kehidupan. Mulai dari sosial budaya sistem pendidikan, perekonomian, bahkan dari sisi agama.
Dari sisi sosial, dulu sebelum pandemi orang bertemu berjabat tangan dan cipika cipiki. Akan tetapi dipandemi ini orang menghindari hal ini.
Budaya, memakai masker saat ini sudah menjadi budaya dan merupakan sebuah satu kesatuan dalam kita berpakaian.
Dari sistem pendidikan berdampak terhadap perubahan pola pendidikan dengan memadukan berbagai TIK dalam pembelajaran dan berupaya untuk tidak bertemu dikelas. Saat pembelajaran tatap muka peserta didik dibatasi.
Perekonomian saat ini diporaporandakan oleh covid. Banyak perusahaan gulung tikar, PHK besar-besaran dan tingkat konsumsi masyarakat menurun dan lain sebagainya.
Dari sisi agama berdampak pada tata cara beribadah dan prosedur dalam memasukki tempat ibadah. Masih banyak lagi dampak yang ditimbulkan pandemi ini. Sehingga perlu ada tatanan baru dalam menjalani segala aktivitas sehari-hari.
Perubahan ini lah yang sering kita sebut dengan era new normal, era dimana kehidupan baru dari kebiasaan sebelumnya.
Pandemi ini juga suatu saat akan berlalu seperti wabah flu di kala itu. Influensa dikala itu juga merupakan wabah yang sangat berbahaya dan banyak yang meninggal akibat influensa tersebut.
Saat ini ketika mendengar orang yang terkena Covid yang ada dibenak kita merupakan virus yang membahayakan dan ganas serta kita menjadi ketakutan. Pada kehidupan yang baru ini nanti pasti perubahan dari perspektif penyakit covid ini. Mungkin suatu saat orang tanpa ada bersalah dan tidak ada rasa kwatir ketika bilang "saya lagi kena covid nih" dan orang tidak ada rasa takut atau bahkan kawatir ketika mendengar kata itu, seperti halnya orang bilang "saya lagi kena flu".
Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita semuanya dijauhkan dari segala balak dan bencana. Memang semua yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Tuhan YME, tugas kita adalah berusaha dan berdoa.
Oleh : Ahmad Saeroji
Ungaran, 11 Des'20


Post a Comment